Edukasi Rupiah Disabilitas Tasikmalaya Diperkuat BI Lewat Program Inklusif
- account_circle adminastakona
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Program Edukasi Rupiah Disabilitas Tasikmalaya terus diperluas oleh Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan yang inklusif. Kegiatan tersebut digelar di GCC Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026), dengan melibatkan puluhan penyandang disabilitas dari berbagai komunitas.
Peserta yang hadir berasal dari kelompok tunanetra, tunarungu, tunadaksa, hingga disabilitas intelektual. Mereka mendapatkan pemahaman langsung mengenai pentingnya mengenal, menjaga, dan memahami rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui pemutaran film dokumenter karya penyandang disabilitas yang kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi mengenai program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah.
Edukasi Rupiah Disabilitas Tasikmalaya Dorong Literasi Keuangan Inklusif
Bank Indonesia menilai setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses informasi mengenai keuangan dan penggunaan mata uang rupiah.
Melalui pendekatan yang ramah disabilitas, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya merawat uang rupiah agar tetap layak edar dan tidak mudah rusak.
Selain itu, peserta juga diajak memahami posisi rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia serta perannya dalam menjaga identitas dan kedaulatan bangsa.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan edukasi keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Bank Indonesia Tasikmalaya Kenalkan Ciri Keaslian Uang
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang untuk mengenali keaslian uang rupiah.
Khusus bagi peserta tunanetra, Bank Indonesia menghadirkan edukasi mengenai fitur blind code berupa tanda khusus berbentuk garis timbul yang terdapat pada uang kertas.
Melalui praktik langsung, peserta dapat merasakan perbedaan tekstur pada setiap nominal sehingga lebih mudah mengenali pecahan uang tanpa bantuan penglihatan.
Sementara itu, peserta tunarungu memperoleh pendampingan melalui penerjemah bahasa isyarat agar seluruh materi dapat diterima dengan baik.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa literasi keuangan dapat disampaikan secara adaptif sesuai kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.
CBP Rupiah Inklusif Akan Menjangkau Lebih Banyak Komunitas
Ke depan, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya berencana memperluas jangkauan program CBP Rupiah Inklusif ke berbagai komunitas lain di wilayah Priangan Timur.
Sasaran berikutnya meliputi Sekolah Luar Biasa (SLB), panti sosial, hingga kelompok disabilitas yang belum mendapatkan akses edukasi serupa.
Langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga rupiah sekaligus mampu mengenali ciri-ciri keaslian uang dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui program Edukasi Rupiah Disabilitas Tasikmalaya, Bank Indonesia ingin memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh pemahaman mengenai rupiah sebagai identitas bangsa dan alat transaksi resmi negara. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
