Menteri PPPA RI Hadiri Dialog Ketahanan Keluarga di RSIA Tasikmalaya, Bahas Isu Kekerasan dan Pelecehan
- account_circle adminastakona
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan mengikuti dialog terbuka bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI yang berlangsung di RSIA Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung hampir lima jam tersebut mengangkat tema Dialog Ketahanan Keluarga Tasikmalaya, dengan fokus pada penguatan peran keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membahas berbagai tantangan yang dihadapi keluarga saat ini, mulai dari konflik rumah tangga hingga kasus kekerasan dan pelecehan seksual.
RSIA Tasikmalaya Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga
Direktur RSIA Tasikmalaya, dr. Polar Silumi, Sp.OG., M.H.Kes., menyampaikan bahwa tema ketahanan keluarga menjadi isu yang sangat relevan karena keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
Menurutnya, keluarga yang harmonis dan memiliki nilai-nilai pendidikan yang kuat akan mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan. Anak-anak membutuhkan lingkungan keluarga yang sehat untuk berkembang secara optimal,” ujarnya.
Pelecehan Seksual dan Konflik Rumah Tangga Jadi Sorotan
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan sosial yang banyak terjadi di tengah masyarakat turut menjadi perhatian peserta. Isu pelecehan seksual, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta konflik dalam rumah tangga menjadi topik yang banyak dibahas.
dr. Polar menilai berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai benteng pertama dalam pencegahan berbagai bentuk penyimpangan sosial.
Ia menegaskan bahwa penguatan akhlak, komunikasi keluarga, serta pola pengasuhan yang baik menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga yang kokoh.
Menteri PPPA Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak
Kehadiran Menteri PPPA RI dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap isu perlindungan perempuan dan anak yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Selain memberikan ruang dialog, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyerap berbagai aspirasi dari organisasi perempuan dan masyarakat terkait upaya pencegahan kekerasan serta penguatan peran keluarga dalam kehidupan sosial.
RSIA Tasikmalaya menyatakan siap mendukung berbagai program edukasi, pendampingan, dan pelayanan yang berorientasi pada perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga.
Momentum Bangun Gerakan Ketahanan Keluarga
Menurut dr. Polar, pemerintah memang memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Namun demikian, keluarga tetap menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter dan perilaku generasi muda.
Karena itu, hasil dialog ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya gerakan yang lebih luas di tengah masyarakat untuk memperkuat komunikasi keluarga, meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan anak, serta mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perilaku yang merugikan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, lembaga pendidikan, dan tenaga kesehatan, ketahanan keluarga diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, aman, dan sejahtera. (krs/hs)
- Penulis: adminastakona
