Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Indikasi Korupsi Retribusi Wisata Pangandaran Bagian 1: Kepala Dinas Bungkam

Indikasi Korupsi Retribusi Wisata Pangandaran Bagian 1: Kepala Dinas Bungkam

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA PANGANDARAN — Indikasi Korupsi Retribusi Wisata Pangandaran mulai dibuka redaksi secara bertahap. Persoalan ini bukan perkara kecil, sebab menyangkut sektor pariwisata yang selama ini menjadi wajah utama Kabupaten Pangandaran sekaligus salah satu sumber penting pendapatan daerah.

Redaksi telah mengirimkan surat permohonan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran pada Jumat, 10 Juli 2026. Namun hingga Senin, 13 Juli 2026, Kepala Dinas belum memberikan jawaban. Ia memilih bungkam di tengah menguatnya pertanyaan publik soal dugaan kebocoran retribusi wisata.

Terlalu Kuat untuk Disebut Administratif

Data yang dimiliki redaksi menunjukkan, persoalan retribusi wisata Pangandaran tidak cukup dibaca sebagai kesalahan administratif biasa. Indikasinya mengarah pada dugaan persoalan yang lebih serius, karena menyentuh sistem pemungutan, alur penerimaan, pengawasan internal, hingga kemungkinan adanya uang daerah yang tidak masuk melalui jalur resmi.

Dalam perkara seperti ini, diamnya pejabat terkait menjadi penting untuk dicatat. Bukan karena diam otomatis berarti bersalah, tetapi karena publik berhak mendapatkan penjelasan. Apalagi sektor yang dipersoalkan bukan sektor pinggiran. Ini menyangkut pariwisata, urat nadi ekonomi Pangandaran.

Retribusi wisata bukan sekadar angka dalam laporan. Di baliknya ada wisatawan yang membayar tiket, ada masyarakat yang menggantungkan hidup dari arus kunjungan, ada pemerintah daerah yang menjadikan pariwisata sebagai andalan, dan ada kewajiban negara untuk memastikan setiap rupiah masuk ke kas daerah.

Karena itu, ketika muncul indikasi kebocoran dalam pemungutan retribusi wisata, pertanyaannya tidak boleh berhenti pada “sudah dikembalikan atau belum”. Pertanyaan yang lebih mendasar justru harus dibuka: bagaimana kebocoran itu bisa terjadi, siapa saja yang berperan, siapa yang mengetahui, siapa yang mengawasi, dan mengapa sistem yang seharusnya melindungi pendapatan daerah justru diduga menyisakan celah.

Redaksi menilai indikasi ini kuat karena tidak berdiri pada satu titik. Ada dugaan pola, ada dugaan keterlibatan lebih dari satu pihak, dan ada dugaan kelemahan pengendalian yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan kalimat “kurang tertib administrasi”.

Jika hanya satu petugas salah input, mungkin masih bisa disebut kelalaian. Jika hanya satu dokumen terlambat, mungkin masih bisa disebut administratif. Tetapi bila persoalan menyentuh sistem, alur uang, akses, pengawasan, dan potensi penerimaan daerah yang tidak masuk sebagaimana mestinya, maka publik berhak menuntut penjelasan yang lebih terang.

Pariwisata Pangandaran Harus Dibuka Terang

Pangandaran hidup dari pariwisata. Hotel, restoran, pedagang kecil, pelaku jasa wisata, nelayan wisata, pengelola parkir, hingga warga sekitar kawasan wisata ikut merasakan denyut sektor ini. Maka ketika retribusi wisata dipersoalkan, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi dinas, tetapi juga kepercayaan publik terhadap tata kelola daerah.

Itulah sebabnya redaksi memulai penelusuran ini sebagai berita payung. Redaksi tidak akan langsung membuka seluruh detail dalam satu tulisan agar setiap bagian dapat diuji, dikonfirmasi, dan dipaparkan secara bertanggung jawab. Namun garis besarnya sudah jelas: indikasi korupsi retribusi wisata Pangandaran terlalu penting untuk dibiarkan gelap.

Diamnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran sampai batas waktu yang wajar juga menambah ruang tanya. Sebagai pejabat yang saat ini memimpin dinas, ia memiliki tanggung jawab institusional untuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan dinas, data apa yang sudah diamankan, tindak lanjut apa yang sudah berjalan, serta bagaimana memastikan persoalan serupa tidak terulang.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab. Bila Kepala Dinas atau pihak terkait memberikan penjelasan, klarifikasi, atau bantahan disertai data, redaksi akan memuatnya secara proporsional. Namun selama jawaban belum diberikan, penelusuran tetap berjalan.

Sebab dalam perkara uang publik, diam bukan penutup cerita. Diam justru sering menjadi halaman pertama dari pertanyaan yang lebih besar.

Redaksi akan menelusuri Indikasi Korupsi Retribusi Wisata Pangandaran ini secara bertahap. Fokusnya bukan sekadar mencari siapa yang salah, tetapi membuka bagaimana sistem bekerja, di mana celahnya, siapa yang berada dalam rantai peran, dan mengapa sektor utama Pangandaran bisa terseret dalam dugaan kebocoran retribusi.

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Nyata DPRD Ciamis & Banjar, Publik Tasikmalaya Menanti

    Langkah Nyata DPRD Ciamis & Banjar, Publik Tasikmalaya Menanti

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis memotong tunjangan DPRD bukan kebijakan populer. Tidak ada panggung, tidak ada klaim pencitraan. Namun justru di situlah kekuatannya. Di tengah tekanan fiskal, dua daerah ini menyentuh pos anggaran yang selama ini dianggap sensitif secara politik. Langkah dan Kebijakan DPRD Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar Di […]

  • kejahatan debt collector

    Kekerasan Debt Collector: Posisikan Indonesia Darurat Kejahatan Kedua se-ASEAN

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, SOSIAL BUDAYA. Fenomena kekerasan oleh debt collector fintech atau pinjaman online (pinjol) kini mencapai titik darurat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 3.858 pengaduan resmi pada Juni 2025, mencakup intimidasi verbal, penyebaran data pribadi, hingga kekerasan fisik. Angka ini memperlihatkan jurang besar antara aturan penagihan yang berlaku dan praktik brutal di lapangan. Lonjakan Kasus, […]

  • indikasi korupsi pangandaran - berita daerah astakona

    Indikasi Korupsi Pangandaran Mencuat, Pariwisata dan DLHK Masuk Radar

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN — Ada dua pintu yang kini patut diketuk lebih keras di Kabupaten Pangandaran. Satu pintu mengarah ke sektor pariwisata, wajah utama daerah yang setiap hari menyerap uang dari kunjungan wisatawan. Satu pintu lagi mengarah ke layanan kebersihan, urusan dasar yang menyentuh warga dari gang kecil sampai jalan utama. Data yang dimiliki redaksi menunjukkan, […]

  • Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK Usai OTT Imigrasi

    Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK Usai OTT Imigrasi

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA JAKARTA – Langkah Silmy Karim menyerahkan diri ke KPK menjadi perkembangan terbaru dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang mengguncang lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Setelah sempat dicari penyidik, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) itu akhirnya mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu malam, 3 Juni 2026. Kedatangan Silmy Karim terjadi […]

  • Santunan Yatim dan Dhuafa di Masjid Rahmatullah Jadi Wadah Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H

    Santunan Yatim dan Dhuafa di Masjid Rahmatullah Jadi Wadah Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kegiatan santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah kembali digelar menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara warga Perum BRP Kota Tasikmalaya dengan masyarakat sekitar, mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana penuh kebersamaan. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dibuka dengan lantunan ayat […]

  • Evakuasi Kucing Tasikmalaya, Damkar Potong Tralis Demi Selamatkan Hewan

    Evakuasi Kucing Tasikmalaya, Damkar Potong Tralis Demi Selamatkan Hewan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aksi Evakuasi Kucing Tasikmalaya kembali menunjukkan peran luas yang dijalankan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya. Tidak hanya menangani kebakaran dan bencana, petugas juga bergerak cepat saat menerima laporan seekor kucing yang terjebak di sela-sela tralis besi rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi ketika pemilik rumah mendapati kucing peliharaannya tidak dapat melepaskan […]

expand_less