Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Di Balik Gemerlap Tasikmalaya, Ada Anak yang Bertahan Hidup

Di Balik Gemerlap Tasikmalaya, Ada Anak yang Bertahan Hidup

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAPusat Kota Tasikmalaya terlihat hidup saat malam. Deretan tempat makan penuh, kendaraan nyaris tak terputus, dan percakapan terdengar di setiap sudut jalan. Kota ini tampak bergerak, tumbuh, dan berkembang.

Namun di sela-sela denyut ekonomi itu, seorang anak perempuan berdiri tanpa alas apa pun selain harapan. Ia bukan pengamen. Bukan pedagang kecil. Ia hanya menunggu tangan-tangan yang tergerak memberi.

Namanya Nisa. Siang hari ia adalah siswi kelas IV SD dengan prestasi membanggakan: peringkat dua di kelasnya. Malam hari, ia berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota untuk mengemis bersama adiknya.

Kontras inilah yang menampar kesadaran publik tentang kemiskinan di Kota Tasikmalaya.


Kemiskinan di Kota Tasikmalaya: Realitas yang Tak Bisa Ditutup-Tutupi

Selama ini, kemiskinan di Kota Tasikmalaya kerap dibahas dalam forum resmi, laporan tahunan, atau data statistik. Namun fakta di jalanan berbicara lebih keras daripada angka.

Anak usia sekolah yang turun ke jalan bukan sekadar fenomena sosial biasa. Itu adalah indikator bahwa sistem perlindungan sosial belum bekerja maksimal. Jika seorang siswa berprestasi masih harus mengemis demi bertahan hidup, maka persoalannya bukan pada kemauan individu—melainkan pada struktur yang belum sepenuhnya menjangkau.

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya bukan hanya tentang penghasilan rendah. Ia menyentuh pendidikan, perlindungan anak, hingga ketahanan keluarga. Dan kasus Nisa memperlihatkan semua simpul itu dalam satu cerita nyata.


Dari Berita ke Gelombang Kepedulian

Ketika kisah Nisa dipublikasikan pada 25 Februari 2026, respons publik muncul cepat. Redaksi menerima berbagai pesan dan panggilan dari warga yang ingin membantu. Ada yang menawarkan bantuan langsung, ada yang meminta informasi detail, ada pula yang mengaku tak bisa tidur setelah membaca ceritanya.

Artinya, empati sosial masih kuat.

Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menyebut peristiwa ini sebagai bukti pentingnya fungsi kontrol sosial media.

“Masalah sosial seperti ini sebenarnya terjadi setiap hari. Tapi sering tak terlihat. Ketika media mengangkatnya, masyarakat tersentak,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kemiskinan di Kota Tasikmalaya membutuhkan sorotan yang berkelanjutan. Tanpa tekanan publik, banyak persoalan sosial berisiko tenggelam dalam rutinitas birokrasi.


Pemerintah, Media, dan Ujian Kepedulian

Respons awal juga datang dari pemerintah. Camat Cipedes Kota Tasikmalaya, Cecep Ridwan, menghubungi redaksi untuk meminta informasi lebih lanjut terkait kondisi Nisa. Langkah komunikasi ini menjadi sinyal bahwa perhatian mulai terbangun.

Namun komunikasi hanyalah awal. Publik menunggu langkah konkret.

Asep Ishak, Sekretaris Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), menilai momentum ini harus dijaga agar tidak berhenti sebagai isu sesaat.

“Peristiwa ini membuktikan bahwa ketika terjadi sinergi yang positif, indah, dan harmonis antara pemerintah daerah dengan media, maka akan tercipta sinergi yang sangat positif bahkan bisa berdampak langsung kepada masyarakat,” tegas Asep.

Menurutnya, kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak akan selesai hanya dengan simpati atau bantuan sporadis. Diperlukan kolaborasi nyata: media menyuarakan fakta, pemerintah mengambil langkah strategis, dan masyarakat terlibat aktif.


Ramadhan dan Tanggung Jawab Sosial

Momentum Ramadhan memberi dimensi moral yang lebih kuat pada kasus ini. Bulan suci selalu identik dengan kepedulian dan solidaritas. Namun solidaritas sejati bukan hanya memberi di jalan, melainkan memastikan anak-anak tak perlu lagi turun ke jalan.

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya seharusnya menjadi agenda prioritas lintas sektor. Bantuan pendidikan, intervensi keluarga, hingga pengawasan terhadap eksploitasi anak harus berjalan simultan.

Nisa memiliki potensi akademik. Ia punya masa depan. Tapi masa depan itu bisa tergerus jika realitas ekonomi keluarganya terus menekan.


Jangan Biarkan Ini Berlalu

Kota sering bangga pada pertumbuhan dan pembangunan. Namun ukuran kemajuan sejati adalah sejauh mana kota itu melindungi yang paling rentan.

Kemiskinan di Kota Tasikmalaya kini bukan lagi sekadar isu abstrak. Ia memiliki nama. Ia memiliki wajah. Ia berdiri di bawah lampu jalan setiap malam.

Pertanyaannya sederhana: apakah ini akan menjadi titik balik perubahan? Ataukah hanya menjadi berita yang ramai dibicarakan lalu dilupakan?

Jika sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat benar-benar dijaga, maka kisah seperti Nisa seharusnya bisa menjadi yang terakhir—bukan yang berikutnya.

Dan di tengah gemerlap kota yang terus bergerak, tanggung jawab moral itu kini berada di hadapan semua pihak. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subuh Mencekam di Bumikersanagara! Kebakaran Trafo PJU Saat Warga Sahur

    Subuh Mencekam di Bumikersanagara! Kebakaran Trafo PJU Saat Warga Sahur

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB. Sebagian warga Perum Bumikersanagara tengah menikmati santap sahur. Namun suasana tenang mendadak berubah ketika cahaya api menyala terang yang bersumber dari kebakaran pada trafo Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berdiri tak jauh dari rumah Pak Gatot. Percikan api pertama terlihat kecil. Dalam hitungan menit, kobaran membesar […]

  • Satu Pohon, Satu Harapan: Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Sekolah

    Satu Pohon, Satu Harapan: Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Sekolah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Puluhan siswa tampak antusias menggenggam bibit tanaman di halaman sekolah mereka. Momen sederhana itu menandai langkah besar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun swasembada pangan Tasikmalaya melalui program satu siswa satu pohon. Program yang diresmikan Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, ini menyasar sekolah sebagai ruang tumbuh kesadaran pangan dan lingkungan. Menanam […]

  • pupr kota tasikmalaya

    Ada Apa dengan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya?

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 21
    • 0Komentar

    astakona.com, PERISTIWA. Sebuah foto yang memperlihatkan dua orang membentangkan spanduk dukungan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) beredar di platform WhatsApp, Selasa (11/11/2025). Foto tersebut diterima nomor WhatsApp redaksi Lintas Priangan tanpa disertai pesan, keterangan, ataupun identitas pengirim. Saat ditanya lebih lanjut, pengirim foto tidak merespons dan memilih bungkam. Dalam foto yang beredar itu tampak dua […]

  • WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

    WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menggulirkan kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan mulai setelah Lebaran 2026. Langkah ini diklaim sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik klaim efisiensi energi, kebijakan ini mulai menuai keraguan. Sejumlah pihak menilai, tanpa pengawasan ketat, WFH berpotensi […]

  • Gerindra Kota Tasikmalaya

    Anggota DPRD Gerindra Kota Tasikmalaya Bagikan Ratusan Takjil untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Suasana ngabuburit di depan Kantor DPC Gerindra Kota Tasikmalaya pada Senin (9/3/2026) terasa lebih hangat dari biasanya. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah anggota DPRD dari Partai Gerindra terlihat turun langsung ke jalan menyapa masyarakat sambil membagikan takjil. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 600 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan warga yang melintas di […]

  • Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

    Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Arkanurrizky A.H (14) menuju Jakarta bukan sekadar perjalanan mengikuti lomba. Siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya ini menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hack Club tersebut diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas berasal […]

expand_less