Rumah Warga di Banjarsari Ciamis Ambruk, Kerugian Ditaksir Capai Rp50 Juta
- account_circle adminastakona
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA CIAMIS – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ciamis mengakibatkan sebuah rumah warga di Dusun Wanayasa, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, ambruk pada Kamis malam (21/5/2026).
Rumah milik Mulyadi (49) mengalami kerusakan cukup parah setelah bagian atap bangunan runtuh akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak sore hingga malam hari.
Berdasarkan laporan situasi dari petugas di lapangan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, setelah wilayah setempat diguyur hujan lebat sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, satu keluarga yang terdiri dari lima jiwa terdampak langsung akibat insiden tersebut. Data sementara mencatat penghuni rumah terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan.
Kerugian material akibat kejadian itu ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Cuaca Ekstrem Picu Rumah Ambruk
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan deras yang berlangsung cukup lama disertai tiupan angin kencang diduga menjadi penyebab utama ambruknya bagian atap rumah.
Kondisi bangunan yang tidak mampu menahan beban dan tekanan cuaca ekstrem membuat struktur atap akhirnya runtuh.
Petugas bersama unsur pemerintah setempat langsung melakukan asesmen begitu menerima laporan kejadian.
Sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan awal antara lain Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Pemerintah Desa Cibadak, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Ciamis, serta masyarakat setempat.
Langkah awal yang dilakukan meliputi pendataan dampak, pelaporan kejadian, hingga koordinasi penanganan darurat bagi keluarga terdampak.
Bantuan Darurat Dibutuhkan
Akibat kerusakan yang terjadi, keluarga korban kini membutuhkan bantuan logistik darurat untuk kebutuhan dasar sehari-hari.
Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan antara lain terpal atau tenda gulung, sembako kedaruratan, kasur lipat atau matras, perlengkapan dapur, serta family kit.
Pemerintah desa setempat juga telah menyiapkan langkah penanganan lanjutan dengan menginstruksikan warga untuk melakukan gotong royong membersihkan material reruntuhan rumah.
Solidaritas warga diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sekaligus meringankan beban keluarga korban.
Cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang rentan terdampak hujan deras dan angin kencang.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Ciamis yang dipicu kondisi cuaca tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.(df)
- Penulis: adminastakona
