Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara: Jum:at Resik Bukan Agenda Seremonial

Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara: Jum:at Resik Bukan Agenda Seremonial

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan program Jum’at Resik di kawasan Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya mendapat sorotan langsung dari Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara. Ia mengingatkan agar kegiatan gotong royong yang rutin digelar tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tanpa dampak nyata terhadap kebersihan kota.

Sorotan itu disampaikan Diky saat meninjau langsung kegiatan bersih-bersih di kawasan Lingkar Utara, Jumat (22/5/2026). Menurutnya, semangat gotong royong yang dibangun melalui program tersebut merupakan langkah positif, namun hasilnya harus benar-benar terlihat di lapangan dan dirasakan masyarakat.

Ia menegaskan, kegiatan kebersihan tidak boleh sekadar menjadi rutinitas formal, seperti berkumpul, melakukan aksi simbolis, lalu selesai tanpa tindak lanjut yang berkelanjutan.

“Sayang sekali kalau Jum’at Resik hanya berhenti di seremoni. Jalan Lingkar Utara masih terlihat kotor, saluran air tersumbat, rumput liar belum tertangani. Ini bukan sekadar foto bersama,” ujar Diky.

Menurutnya, wajah kota mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengelola lingkungan perkotaan. Karena itu, upaya menjaga kebersihan harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat ada agenda tertentu.

Kebersihan Kota Harus Jadi Budaya, Bukan Agenda Insidental

Diky menilai persoalan kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah, aparatur kewilayahan, hingga masyarakat Kota Tasikmalaya.

Semangat gotong royong, kata dia, harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan simbolik mingguan.

Tanpa pengawasan dan tindak lanjut yang jelas, hasil kerja di lapangan akan cepat hilang dan persoalan yang sama kembali berulang.

“Kalau kita serius menjaga kota, maka harus konsisten. Jangan tunggu ada tamu atau ada liputan baru jalan dibersihkan. Malu rasanya kalau wajah kota kita sendiri berantakan,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal evaluasi bahwa program kebersihan perkotaan harus benar-benar menyentuh persoalan mendasar, bukan hanya berorientasi pada pencitraan.

Kondisi saluran drainase yang tersumbat serta rumput liar yang masih terlihat di sejumlah titik Jalan Lingkar Utara menjadi indikator bahwa pekerjaan rumah soal kebersihan Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya tuntas.

Pemkot Diminta Konsisten, Warga Menanti Hasil Nyata

Plh Wali Kota berharap kritik yang disampaikannya menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.

Menurutnya, jika dikelola dengan serius, program Jum’at Resik bisa menjadi instrumen efektif untuk memperbaiki kebersihan kota, menata drainase, hingga menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman.

Jalan Lingkar Utara sendiri merupakan salah satu jalur strategis di Kota Tasikmalaya dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, sehingga kebersihan kawasan tersebut menjadi bagian dari citra kota di mata masyarakat maupun pendatang.

Diky menegaskan, masyarakat tentu berharap gerakan kebersihan yang dilakukan pemerintah menghasilkan perubahan nyata, bukan hanya dokumentasi kegiatan.

Dengan evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya diharapkan mampu memperkuat implementasi program kebersihan agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga secara langsung. (dh/hs)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali menjadi sorotan publik. Dalam forum Audiensi Sapma PP dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah isu strategis terkait pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Sukapura diangkat secara terbuka dan argumentatif. Forum tersebut tidak dibangun atas asumsi, melainkan pertanyaan mendasar mengenai rasionalitas kebijakan manajerial. Bagaimana mungkin seorang […]

  • Siapa Gus Irfan

    Siapa Gus Irfan? Profil Menteri Haji dan Umrah Baru Kabinet Prabowo

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 60
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA POLITIK & PEMERINTAHAN. Pelantikan Mochamad Irfan Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 menjadi sorotan publik. Banyak yang bertanya-tanya, siapa Gus Irfan dan bagaimana rekam jejaknya hingga dipercaya oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan strategis ini? Gus […]

  • Santunan Yatim dan Dhuafa di Masjid Rahmatullah Jadi Wadah Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H

    Santunan Yatim dan Dhuafa di Masjid Rahmatullah Jadi Wadah Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kegiatan santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah kembali digelar menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara warga Perum BRP Kota Tasikmalaya dengan masyarakat sekitar, mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana penuh kebersamaan. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dibuka dengan lantunan ayat […]

  • korupsi digitalisasi pendidikan

    Kasus Korupsi Digitalisasi Pendidikan, Kejagung Periksa Dua Saksi Baru

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 61
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PENDIDIKAN. Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Program Digitalisasi Pendidikan 2019–2022 di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pada Senin (8/9/2025), Tim Jaksa Penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa dua orang saksi kunci untuk memperkuat rangkaian pembuktian. Dua saksi […]

  • pengantin wajib tanam pohon

    Pasangan Nikah Wajib Tanam Pohon, Program Kemenag Jabar

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 52
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA LINGKUNGAN. Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat meluncurkan kebijakan unik sekaligus inspiratif, yaitu Pasangan Nikah Wajib Tanam Pohon. Program ini dijadikan syarat tambahan bagi calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), dengan tujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi lahan kritis. Kepala Kantor Kemenag Wilayah Jawa Barat, Dudu […]

  • Efisiensi Birokrasi vs Kebutuhan Digital Tasikmalaya

    Efisiensi Birokrasi vs Kebutuhan Digital Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Astakona, OPINI – Di tengah arus digitalisasi yang semakin tak terelakkan, Kabupaten Tasikmalaya justru menghadapi dilema klasik: antara efisiensi birokrasi dan kebutuhan penguatan sektor komunikasi serta informatika. Kebijakan penggabungan Kominfo dengan Dishub menjadi simbol dari tarik-menarik kepentingan tersebut. Dalam kerangka Peran Kominfo dalam Pemerintah Daerah, kebijakan ini tidak bisa dipandang sebagai langkah administratif biasa. Ia […]

expand_less