Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Langkah Terbuka SWAKKA: Dorong Transparansi Pejabat Publik di Tasikmalaya

Langkah Terbuka SWAKKA: Dorong Transparansi Pejabat Publik di Tasikmalaya

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Komunitas jurnalis dan konten kreator yang tergabung dalam Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mengambil langkah terbuka dengan mendatangi Kejaksaan Negeri serta Inspektorat di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026). Agenda tersebut dibaca sebagai upaya memperkuat peran pengawasan publik serta membangun relasi yang lebih sehat antara pers dan institusi negara serta mengedepankan isue mengenai transparansi pejabat publik Tasikmalaya.

Berbeda dari pendekatan konfrontatif, SWAKKA memilih jalur dialog langsung sebagai bentuk kontrol sosial yang bertanggung jawab. Kunjungan ini menandai kehendak komunitas pers untuk terlibat aktif dalam ekosistem tata kelola pemerintahan, tanpa mengabaikan prinsip independensi jurnalistik.

Menegaskan Peran Pers dalam Pengawasan

SWAKKA merupakan wadah kolaboratif yang dihimpun dari 15 media daring lintas wilayah di Priangan Timur dan sekitarnya. Komunitas ini lahir dari kegelisahan bersama terkait keterbukaan informasi, akuntabilitas pejabat publik, serta respons lembaga negara terhadap kerja-kerja jurnalistik.

Ketua Presidium SWAKKA, Ahmad Mukhlis, dari media Portaloka.id menjelaskan bahwa agenda tersebut tidak dimaksudkan sebagai kunjungan seremonial. Menurutnya, komunikasi langsung dengan aparat pengawasan dan penegak hukum diperlukan agar ruang dialog antara pers dan negara tetap terbuka dan produktif.

“Kami ingin relasi yang sehat sejak awal. Pers tidak ditempatkan sebagai lawan, tetapi sebagai mitra kritis dalam menjaga tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Selain membangun komunikasi, SWAKKA juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan undangan deklarasi resmi komunitas yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Februari 2026 di Kota Tasikmalaya.

Sorotan pada Etika dan Kinerja Pejabat

Dalam pertemuan itu, SWAKKA turut menyampaikan sejumlah catatan terkait etika pelayanan publik. Humas SWAKKA, Deni Heryanto (lintas Priangan.com) , menegaskan bahwa pengawasan tidak selalu berkaitan dengan dugaan korupsi atau proyek anggaran, melainkan juga menyangkut sikap pejabat terhadap keterbukaan informasi.

Ia mengungkapkan masih ditemukan pejabat publik yang cenderung menghindari aktivitas pers, tidak merespons konfirmasi, hingga bersikap tertutup terhadap kerja jurnalistik. Padahal, keterbukaan informasi merupakan amanat undang-undang dan fondasi pemerintahan demokratis.

“Ketika pejabat alergi terhadap pers, transparansi menjadi rapuh. Sebaliknya, kedekatan berlebihan dengan proyek juga berisiko pada integritas,” kata Deni.

Data dan Fakta sebagai Dasar Kontrol Sosial

SWAKKA menegaskan bahwa setiap catatan yang disampaikan berbasis data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Informasi tersebut dihimpun dari dokumen resmi, penelusuran lapangan, serta keterangan narasumber internal.

Wakil Ketua Presidium SWAKKA, Diki Samani yang mewakili al-Baddar Post menyebutkan bahwa komunitasnya datang bukan membawa asumsi, melainkan data. Salah satu contoh yang disorot adalah indikasi persoalan pada proyek Gedung PLUT di Kabupaten Tasikmalaya, yang menurutnya telah menjadi perhatian publik dalam waktu cukup lama.

Selain itu, terdapat pula indikasi masalah di sejumlah sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial. SWAKKA berharap aparat pengawasan dapat menindaklanjuti temuan-temuan tersebut secara objektif dan profesional.

Menuju Tata Kelola yang Lebih Responsif

Melalui langkah ini, SWAKKA berharap Kejaksaan dan Inspektorat dapat memandang pers dan konten kreator sebagai bagian dari ekosistem pengawasan yang konstruktif, serta dapat  transparansi pejabat publik Tasikmalaya. Tujuan akhirnya adalah mendorong pemerintahan daerah yang lebih bersih, responsif, dan bertanggung jawab.

Gerakan ini sekaligus menandai fase baru peran jurnalis lokal: tidak hanya bekerja di ruang redaksi, tetapi juga hadir di ruang institusi sebagai penjaga kepentingan publik (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Guru Honorer Madrasah di Tasikmalaya Menguat, Tuntut Ribuan Guru Diangkat PPPK

    Aksi Guru Honorer Madrasah di Tasikmalaya Menguat, Tuntut Ribuan Guru Diangkat PPPK

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aksi guru honorer kembali menyita perhatian publik di Kota Tasikmalaya. Ribuan guru madrasah yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menggelar unjuk rasa bertepatan dengan Apel Akbar Guru Honorer di depan Gedung Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Aksi guru honorer madrasah Tasikmalaya ini menjadi penegasan atas keresahan panjang […]

  • Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

    Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Arkanurrizky A.H (14) menuju Jakarta bukan sekadar perjalanan mengikuti lomba. Siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya ini menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hack Club tersebut diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas berasal […]

  • kdm minta mahasiswa cirebon dibebaskan

    Polisi Tetapkan 3 Mahasiswa Jadi Tersangka, KDM Minta Dibebaskan

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 42
    • 0Komentar

    astakona.com, PERISTIWA. Ketegangan antara aparat penegak hukum dan kalangan mahasiswa di Jawa Barat memasuki babak baru. Tiga mahasiswa asal Cirebon dan Indramayu resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Cirebon usai aksi demonstrasi pada Sabtu (30/9/2025) berakhir ricuh. Penetapan tersangka ini mendapat sorotan tajam setelah Kang Dedi Mulyadi (KDM) minta mahasiswa dibebaskan dalam pernyataan politiknya di […]

  • Tasikmalaya Waspada: Narkoba Masuk Lewat Medsos, Warga Diminta Aktif Awasi Anak.

    Tasikmalaya Waspada: Narkoba Masuk Lewat Medsos, Warga Diminta Aktif Awasi Anak.

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Astakona, Berita Tasikmalaya – Peredaran narkoba di Tasikmalaya kini tidak lagi bergerak di ruang-ruang tersembunyi. Modusnya bergeser terang-terangan yaitu mulai menggunakan media sosial sebagai media untuk berinteraksi dan bertransaksi melalui cara atau sistem cash on delivery (COD). Pola baru ini terungkap setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya Kota membongkar sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika dan obat […]

  • Muhammad Farhan: Tahun Pertama Kepemimpinan Jadi Fondasi Pembangunan Kota Bandung

    Muhammad Farhan: Tahun Pertama Kepemimpinan Jadi Fondasi Pembangunan Kota Bandung

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa satu tahun pertama masa kepemimpinannya merupakan fase krusial untuk meletakkan fondasi pembangunan jangka panjang Kota Bandung. Menurutnya, periode awal ini bukanlah ajang mengejar capaian instan, melainkan tahap strategis untuk memastikan visi Bandung Utama—Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis—dapat berjalan berkelanjutan selama lima tahun ke depan. […]

  • The Nice Playland Tasikmalaya Ditutup, Ada Apa?

    The Nice Playland Tasikmalaya Ditutup, Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya akhirnya mengambil langkah tegas. Bersama Aliansi Masyarakat Bungursari, pemkot resmi menghentikan sementara operasional The Nice Playland Tasikmalaya mulai 2 April 2026. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil penelusuran dan temuan di lapangan, wahana wisata tersebut diduga telah beroperasi sebelum seluruh dokumen perizinan dan persyaratan teknis dipenuhi secara […]

expand_less