Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sudut Pandang » Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, TASIKMALAYA — Saat sebagian besar warga Kota Tasikmalaya masih tertidur lelap, sejumlah orang justru sudah memulai pekerjaannya dalam gelap dan dingin dini hari. Mereka bukan pejabat, bukan pula profesi yang sering mendapat sorotan. Mereka adalah sopir truk sampah dan para petugas pengangkut sampah, orang-orang yang setiap hari menjaga kota tetap bersih dari gunungan limbah rumah tangga.

Pekerjaan mereka dimulai ketika kota belum benar-benar bangun.

Dengan sarung tangan seadanya, sepatu yang mulai usang, dan aroma menyengat yang nyaris tak pernah lepas dari tubuh, mereka mendatangi TPS demi TPS. Dalam kondisi hujan ataupun terik matahari, para petugas harus mengangkat karung-karung sampah, mendorong gerobak berat, hingga memindahkan tumpukan limbah yang sudah meluber ke jalan.

Tak sedikit yang harus bekerja sambil menahan mual akibat bau busuk bercampur air lindi.

Namun ironisnya, perjuangan mereka sering luput dari perhatian.

Menjaga Kota Tetap Bersih dengan Tenaga yang Kian Terbatas

Di tengah meningkatnya volume sampah Kota Tasikmalaya, beban petugas pengangkut sampah disebut semakin berat. Armada pengangkut yang tidak bertambah signifikan membuat ritase pengangkutan harus dipaksakan maksimal setiap hari.

Akibatnya, para sopir dan petugas lapangan kerap bekerja lebih lama dari biasanya.

Ketika satu armada rusak dan masuk bengkel, beban pekerjaan otomatis berpindah ke armada lain yang masih beroperasi. Artinya, ritase bertambah, waktu kerja memanjang, dan tenaga mereka semakin terkuras.

“Kota terus memproduksi sampah, tapi armada pengangkut tertinggal.”

Kalimat itu bukan lagi sekadar kritik, melainkan realita yang dirasakan langsung para petugas di lapangan.

Bekerja Saat Orang Lain Menjauh

Ada ironi yang jarang disadari banyak orang. Sampah adalah sesuatu yang ingin dijauhkan semua orang, tetapi para petugas kebersihan justru harus berada paling dekat dengannya setiap hari.

Mereka menyentuh sampah yang membusuk. Menghirup udara bercampur limbah. Berdiri di antara lalat, genangan air kotor, dan bau menyengat yang terkadang menempel hingga pulang ke rumah.

Bahkan saat hujan turun, pekerjaan mereka tidak berhenti.

Dalam kondisi jalan licin dan kendaraan penuh muatan, mereka tetap harus mengejar ritase agar TPS tidak berubah menjadi lautan sampah. Sebab keterlambatan beberapa jam saja bisa membuat sampah meluber ke badan jalan dan memicu keluhan warga.

Namun di balik kerja berat itu, mereka sering hanya dianggap “petugas sampah”.

Padahal, tanpa mereka, Kota Tasikmalaya mungkin akan lumpuh oleh sampahnya sendiri.

Pulang Membawa Lelah dan Aroma Sampah

Tak sedikit petugas yang harus berangkat sejak dini hari dan baru kembali ketika matahari mulai tinggi. Tubuh mereka penuh debu, pakaian basah oleh keringat dan air sampah, sementara tenaga terkuras oleh pekerjaan fisik yang berat.

Ada yang harus tetap bekerja meski sedang kurang sehat. Ada pula yang tetap turun ke lapangan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Mereka bekerja dalam kondisi yang sering jauh dari kata nyaman, tetapi tetap datang setiap hari karena sadar: jika mereka berhenti, kota akan cepat dipenuhi tumpukan sampah.

Di sisi lain, persoalan operasional seperti keterbatasan BBM, perawatan kendaraan, ban aus, hingga armada tua menjadi tantangan yang terus membayangi.

Ketika kendaraan mogok, yang pertama kali merasakan dampaknya bukan hanya warga, tetapi para petugas sendiri yang harus menanggung tambahan pekerjaan.

Garda Terlupakan di Balik Bersihnya Kota

Banyak orang menikmati jalanan bersih setiap pagi tanpa pernah benar-benar memikirkan siapa yang bekerja keras membersihkannya.

Padahal di balik wajah Kota Tasikmalaya yang tampak rapi, ada perjuangan sunyi para pengangkut sampah yang setiap hari bertaruh tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan demi menjaga kota tetap nyaman dihuni.

Mereka bukan sekadar pengangkut sampah.

Mereka adalah garda paling depan yang mencegah kota ini tenggelam dalam krisis sampah. (fd) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • tambang freeport papua

    Tambang Freeport Papua: Berkah bagi Investor, Kutukan bagi Masyarakat Adat

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 38
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA LINGKUNGAN HIDUP. Kisah panjang tambang Freeport Papua selalu menimbulkan kontroversi. Sejak masa pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto, Freeport McMoran, perusahaan asal Amerika Serikat, berhasil menancapkan pengaruhnya di bumi Papua melalui eksploitasi sumber daya alam berskala besar. Strategi Orde Baru yang membuka keran investasi asing setelah Indonesia beralih orientasi dari blok timur ke […]

  • Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026: Era Baru Garuda Dimulai

    Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026: Era Baru Garuda Dimulai

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA OLAHRAGA – Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis menjadi sorotan utama jelang bergulirnya FIFA Series 2026, turnamen yang menandai awal era baru Skuad Garuda di bawah kepemimpinan pelatih anyar, John Herdman. Turnamen ini bukan sekadar laga uji coba biasa, melainkan fondasi awal bagi Timnas Indonesia dalam mengejar target besar: lolos ke […]

  • DPD KNPI Kota Tasikmalaya: Peran Sekda Dinilai Krusial

    DPD KNPI Kota Tasikmalaya: Peran Sekda Dinilai Krusial

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Sorotan terhadap birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali mencuat seiring evaluasi satu tahun terakhir jalannya pemerintahan daerah. Sejumlah elemen masyarakat menilai masih terdapat tantangan dalam tata kelola internal, khususnya terkait sistem koordinasi dan efektivitas kepemimpinan administratif. Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, dalam wawancara pada Senin (16/2/2026), menegaskan bahwa stabilitas […]

  • Toko Sen Sen Tasikmalaya

    Usai Didemo, Toko Sen Sen Tasikmalaya Harus Tutup!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aksi demonstrasi pedagang Pasar Cikurubuk di Kota Tasikmalaya berujung keputusan tegas dari pemerintah daerah. Toko Sen Sen Tasikmalaya harus tutup sementara setelah pemerintah mengakui adanya pelanggaran izin usaha dan bangunan. Aksi yang digelar Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk itu berlangsung di depan Toko Sen Sen pada Senin (9/3/2026). Sejak sekitar pukul 09.45 WIB, […]

  • pembakaran polsek jakarta timur

    Polisi Dalami Jejak Penyandang Dana Unjuk Rasa di Balik Penyerangan Kantor Polisi Jakarta Timur

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 38
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA. Polisi terus menyelidiki kemungkinan adanya dalang sekaligus penyandang dana unjuk rasa yang berujung pada penyerangan dan perusakan sejumlah kantor polisi di Jakarta Timur. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, menegaskan pihaknya sedang mengumpulkan bukti dan menganalisis peran koordinator aksi serta pihak yang diduga menjadi penyandang dana unjuk rasa. “Proses pendalaman masih […]

  • Pemkab Ciamis Dorong Kebersihan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Pencitraan

    Pemkab Ciamis Dorong Kebersihan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Pencitraan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar mempercantik wajah daerah menjelang kunjungan pejabat. Lebih dari itu, Pemkab ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar kebersihan menjadi budaya yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, […]

expand_less