Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sudut Pandang » Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, TASIKMALAYA — Saat sebagian besar warga Kota Tasikmalaya masih tertidur lelap, sejumlah orang justru sudah memulai pekerjaannya dalam gelap dan dingin dini hari. Mereka bukan pejabat, bukan pula profesi yang sering mendapat sorotan. Mereka adalah sopir truk sampah dan para petugas pengangkut sampah, orang-orang yang setiap hari menjaga kota tetap bersih dari gunungan limbah rumah tangga.

Pekerjaan mereka dimulai ketika kota belum benar-benar bangun.

Dengan sarung tangan seadanya, sepatu yang mulai usang, dan aroma menyengat yang nyaris tak pernah lepas dari tubuh, mereka mendatangi TPS demi TPS. Dalam kondisi hujan ataupun terik matahari, para petugas harus mengangkat karung-karung sampah, mendorong gerobak berat, hingga memindahkan tumpukan limbah yang sudah meluber ke jalan.

Tak sedikit yang harus bekerja sambil menahan mual akibat bau busuk bercampur air lindi.

Namun ironisnya, perjuangan mereka sering luput dari perhatian.

Menjaga Kota Tetap Bersih dengan Tenaga yang Kian Terbatas

Di tengah meningkatnya volume sampah Kota Tasikmalaya, beban petugas pengangkut sampah disebut semakin berat. Armada pengangkut yang tidak bertambah signifikan membuat ritase pengangkutan harus dipaksakan maksimal setiap hari.

Akibatnya, para sopir dan petugas lapangan kerap bekerja lebih lama dari biasanya.

Ketika satu armada rusak dan masuk bengkel, beban pekerjaan otomatis berpindah ke armada lain yang masih beroperasi. Artinya, ritase bertambah, waktu kerja memanjang, dan tenaga mereka semakin terkuras.

“Kota terus memproduksi sampah, tapi armada pengangkut tertinggal.”

Kalimat itu bukan lagi sekadar kritik, melainkan realita yang dirasakan langsung para petugas di lapangan.

Bekerja Saat Orang Lain Menjauh

Ada ironi yang jarang disadari banyak orang. Sampah adalah sesuatu yang ingin dijauhkan semua orang, tetapi para petugas kebersihan justru harus berada paling dekat dengannya setiap hari.

Mereka menyentuh sampah yang membusuk. Menghirup udara bercampur limbah. Berdiri di antara lalat, genangan air kotor, dan bau menyengat yang terkadang menempel hingga pulang ke rumah.

Bahkan saat hujan turun, pekerjaan mereka tidak berhenti.

Dalam kondisi jalan licin dan kendaraan penuh muatan, mereka tetap harus mengejar ritase agar TPS tidak berubah menjadi lautan sampah. Sebab keterlambatan beberapa jam saja bisa membuat sampah meluber ke badan jalan dan memicu keluhan warga.

Namun di balik kerja berat itu, mereka sering hanya dianggap “petugas sampah”.

Padahal, tanpa mereka, Kota Tasikmalaya mungkin akan lumpuh oleh sampahnya sendiri.

Pulang Membawa Lelah dan Aroma Sampah

Tak sedikit petugas yang harus berangkat sejak dini hari dan baru kembali ketika matahari mulai tinggi. Tubuh mereka penuh debu, pakaian basah oleh keringat dan air sampah, sementara tenaga terkuras oleh pekerjaan fisik yang berat.

Ada yang harus tetap bekerja meski sedang kurang sehat. Ada pula yang tetap turun ke lapangan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Mereka bekerja dalam kondisi yang sering jauh dari kata nyaman, tetapi tetap datang setiap hari karena sadar: jika mereka berhenti, kota akan cepat dipenuhi tumpukan sampah.

Di sisi lain, persoalan operasional seperti keterbatasan BBM, perawatan kendaraan, ban aus, hingga armada tua menjadi tantangan yang terus membayangi.

Ketika kendaraan mogok, yang pertama kali merasakan dampaknya bukan hanya warga, tetapi para petugas sendiri yang harus menanggung tambahan pekerjaan.

Garda Terlupakan di Balik Bersihnya Kota

Banyak orang menikmati jalanan bersih setiap pagi tanpa pernah benar-benar memikirkan siapa yang bekerja keras membersihkannya.

Padahal di balik wajah Kota Tasikmalaya yang tampak rapi, ada perjuangan sunyi para pengangkut sampah yang setiap hari bertaruh tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan demi menjaga kota tetap nyaman dihuni.

Mereka bukan sekadar pengangkut sampah.

Mereka adalah garda paling depan yang mencegah kota ini tenggelam dalam krisis sampah. (fd) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • ICS Compute

    ICS Compute Luncurkan Redpumpkin.AI Legal & HR Assistant

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 76
    • 0Komentar

    astakona.com, TEKNOLOGI. ICS Compute, mitra AWS Advanced Partner di Indonesia, kembali mempertegas posisinya sebagai pelopor adopsi Generative AI (GenAI) dengan merilis solusi terbaru yang menyasar fungsi vital perusahaan, yakni Legal dan HR. Peluncuran ini melanjutkan sukses platform Redpumpkin.AI, yang sebelumnya memperkenalkan GenAI Virtual Assistant dan GenAI Coding Assistant. Dengan tambahan solusi baru, ICS Compute ingin […]

  • Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Suasana belajar di SDN Datar Cipatujah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, kini jauh dari kata ideal. Sekolah yang telah berdiri sekitar 76 tahun itu mengalami kerusakan serius pada sejumlah bagian bangunannya. Langit-langit kelas terlihat retak bahkan berlubang di beberapa titik. Jendela-jendela banyak yang rusak. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar […]

  • klarifikasi-puskesmas-cimerak-pantai-madasari-astakona

    Puskesmas Cimerak Klarifikasi Keluhan Ambulans Korban Pantai Madasari Pangandaran

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN – Puskesmas Cimerak akhirnya memberikan penjelasan terkait keluhan keluarga wisatawan asal Kabupaten Garut, Siti Atika (58), yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan laut di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, Jumat (15/5/2026). Sebelumnya, keluarga korban menyampaikan kekecewaan terhadap proses pelayanan, khususnya terkait penanganan ambulans untuk pemulangan jenazah yang dinilai berlangsung lambat. Keluhan […]

  • Pencurian Sepeda Listrik di Cisayong Berujung Bentrok, Dua Warga Terluka

    Pencurian Sepeda Listrik di Cisayong Berujung Bentrok, Dua Warga Terluka

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Upaya dugaan pencurian sepeda listrik di wilayah Kampung Cinusa Hilir, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, berakhir ricuh. Seorang pria berusia 63 tahun berinisial AS diamankan warga setelah diduga mencoba mencuri dan melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam saat aksinya dipergoki penghuni rumah. Insiden tersebut terjadi pada Senin dini hari, 25 Mei […]

  • IM Japan 2026 Kabupaten Tasikmalaya Dibuka, Peluang Magang Resmi ke Jepang Tanpa Biaya

    IM Japan 2026 Kabupaten Tasikmalaya Dibuka, Peluang Magang Resmi ke Jepang Tanpa Biaya

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kabar menggembirakan datang bagi pemuda Kabupaten Tasikmalaya yang ingin meraih pengalaman kerja di luar negeri. Program IM Japan 2026 Kabupaten Tasikmalaya resmi membuka pelatihan pra-seleksi bagi calon peserta magang ke Jepang. Program ini kembali hadir dengan konsep pelatihan gratis dan pembinaan intensif hingga tahap keberangkatan. Program ini menjadi salah satu jalur […]

  • Identitas Pria di Rel Kereta Ciawi Masih Diselidiki

    Identitas Pria di Rel Kereta Ciawi Masih Diselidiki

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Misteri pria di rel kereta Ciawi yang ditemukan meninggal dunia di kawasan bawah jembatan rel kereta api, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Hingga Kamis (4/6/2026), identitas korban belum berhasil dipastikan. Penemuan jasad tersebut sempat membuat warga sekitar terkejut. Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki […]

expand_less