Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYALangkah Arkanurrizky A.H (14) menuju Jakarta bukan sekadar perjalanan mengikuti lomba. Siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya ini menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hack Club tersebut diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek. Di antara puluhan peserta dari kota besar, hadir seorang pelajar dari Tasikmalaya yang membawa karya sekaligus harapan.

Namun, di balik partisipasinya dalam Hackclub Campfire, muncul pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana dukungan terhadap talenta digital muda di daerah?


Hackclub Campfire dan Ruang Aktualisasi Talenta Muda

Hackclub Campfire merupakan ajang berbasis format game jam, di mana peserta diberi waktu dua hari untuk membangun dan menyempurnakan proyek game. Hari pertama dan kedua diisi dengan proses coding intensif, diskusi teknis, serta kolaborasi antarpeserta.

Dalam kesempatan tersebut, Arkanurrizky mengembangkan game ber-genre exploration bertema “ikan makan ikan”. Game itu mengajak pemain menjelajahi dunia bawah laut, bertahan hidup dengan memangsa ikan yang lebih kecil sekaligus menghindari predator yang lebih besar.

Konsepnya sederhana, namun membutuhkan strategi, logika, serta pemahaman sistem progresi permainan. Semua dirancang dan disempurnakan selama pelaksanaan Hackclub Campfire berlangsung.

Event ini terbuka untuk umum, baik pemula maupun peserta yang sudah berpengalaman, tanpa proses seleksi khusus. Model seperti ini memberikan kesempatan luas bagi pelajar untuk belajar secara langsung dan membangun jejaring dengan sesama pengembang game muda.


Bukan Sekadar Peserta Biasa

Keikutsertaan dalam Hackclub Campfire bukan pengalaman pertama bagi Arkanurrizky. Ia tercatat telah mengikuti sekitar 10 kompetisi serupa, baik daring maupun luring.

Dari sejumlah ajang tersebut, ia berhasil meraih kemenangan di tiga kompetisi, yakni G4C Student Challenge (online), Uni GameJam (online), serta International Environmental Coding Competition di Bandung.

Rekam jejak tersebut menunjukkan konsistensi dan dedikasinya dalam bidang pemrograman, khususnya pengembangan game. Di usia 14 tahun, ia telah terbiasa berkompetisi dengan pelajar dari berbagai daerah bahkan lintas kota besar.


Minim Dukungan, Siapa Bertanggung Jawab?

Di sinilah persoalan mulai mengemuka.

Meski telah berulang kali mengikuti kompetisi dan meraih prestasi, pihak keluarga menilai belum ada bentuk apresiasi formal maupun dukungan konkret terhadap capaian tersebut. Partisipasi dalam Hackclub Campfire pun kembali dijalani dengan upaya mandiri.

Kebutuhan transportasi dan akomodasi untuk kegiatan luar kota menjadi tantangan tersendiri. Pada beberapa kesempatan sebelumnya, dukungan datang secara personal dari pihak luar. Namun untuk event terbaru ini, upaya meminta bantuan tidak memperoleh respons.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah sistem pendidikan daerah telah memiliki skema pembinaan dan dukungan bagi siswa berprestasi di bidang teknologi digital?

Selama ini, apresiasi sekolah cenderung lebih terlihat pada bidang akademik konvensional atau olahraga. Sementara kompetisi berbasis coding, pengembangan aplikasi, dan game development belum sepenuhnya mendapat perhatian serupa.

Padahal, transformasi digital menjadi agenda nasional. Keterampilan seperti pemrograman, desain sistem, hingga pengembangan game merupakan bagian dari kompetensi masa depan.


Tantangan Ekosistem Pendidikan Daerah

Partisipasi Arkanurrizky dalam Hackclub Campfire memperlihatkan bahwa talenta daerah tidak kalah bersaing. Namun tanpa dukungan terstruktur dari Dinas Pendidikan, maupun Pemerintah Kota Tasikmalaya, potensi tersebut berisiko berkembang secara sporadis.

Idealnya, terdapat mekanisme pembinaan, pendataan siswa berbakat di bidang teknologi, hingga alokasi anggaran untuk mendukung keikutsertaan dalam event nasional. Langkah tersebut tidak hanya membantu individu, tetapi juga membangun citra daerah sebagai penghasil talenta digital.

Jika tidak ada perhatian serius, maka inisiatif akan terus bergantung pada kemampuan keluarga masing-masing. Situasi ini berpotensi menciptakan kesenjangan akses bagi pelajar yang memiliki bakat namun terbatas secara finansial.


Hackclub Campfire dan Refleksi Kebijakan

Keikutsertaan pelajar Tasikmalaya di Hackclub Campfire seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Bahwa dunia pendidikan kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan buku teks.

Ajang seperti Hackclub Campfire menunjukkan bagaimana pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi lintas daerah mampu mendorong kreativitas serta kemampuan problem solving.

Arkanurrizky telah menunjukkan keberanian untuk melangkah. Ia tidak menunggu fasilitas datang, tetapi mencari ruang untuk berkembang. Namun keberanian individu semestinya diiringi sistem yang mendukung.


Harapan ke Depan

Prestasi dan partisipasi di ajang seperti Hackclub Campfire bukan hanya pencapaian personal, tetapi potensi kebanggaan daerah. Dengan dukungan lebih terstruktur dari sekolah dan pemangku kebijakan, talenta muda di bidang teknologi dapat berkembang lebih maksimal.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah anak daerah mampu bersaing. Jawabannya sudah terlihat. Pertanyaan berikutnya adalah: apakah kebijakan dan perhatian institusi pendidikan siap menyambut perubahan zaman?

Perjalanan Arkanurrizky menuju Jakarta mungkin hanya dua hari dalam kalender. Namun bagi dunia pendidikan daerah, kisah ini bisa menjadi cermin panjang tentang pentingnya dukungan nyata terhadap generasi digital. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berangkat ke Ponpes, Dua Anak Kembar Asal Garut Tak Kunjung Tiba, Polisi Terima Laporan

    Berangkat ke Ponpes, Dua Anak Kembar Asal Garut Tak Kunjung Tiba, Polisi Terima Laporan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Dua anak kembar asal Kabupaten Garut dilaporkan hilang setelah berangkat menuju pondok pesantren di Kota Banjar. Hingga beberapa hari setelah keberangkatan, keduanya tak kunjung tiba di tujuan, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan orang hilang tersebut tercatat di Polsek Bayongbong, Polres Garut, pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar […]

  • Subuh Mencekam di Bumikersanagara! Kebakaran Trafo PJU Saat Warga Sahur

    Subuh Mencekam di Bumikersanagara! Kebakaran Trafo PJU Saat Warga Sahur

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB. Sebagian warga Perum Bumikersanagara tengah menikmati santap sahur. Namun suasana tenang mendadak berubah ketika cahaya api menyala terang yang bersumber dari kebakaran pada trafo Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berdiri tak jauh dari rumah Pak Gatot. Percikan api pertama terlihat kecil. Dalam hitungan menit, kobaran membesar […]

  • Warga Mangkubumi Jadi Korban, Dugaan Geng Motor di Tasikmalaya Kembali Meresahkan

    Warga Mangkubumi Jadi Korban, Dugaan Geng Motor di Tasikmalaya Kembali Meresahkan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dugaan aksi geng motor di Tasikmalaya kembali mencuat setelah seorang pemuda asal Kecamatan Mangkubumi menjadi korban penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Cibanjaran, Sabtu (6/6/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut berlangsung di ruas Jalan Cibanjaran, salah satu jalur yang relatif lengang menjelang waktu subuh. […]

  • siaga bencana kabupaten tasikmalaya

    Kabupaten Tasikmalaya Siaga Bencana, Lintas Instansi Gelar Apel di Salawu

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 63
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan status siaga bencana menjelang puncak musim hujan. Langkah tersebut diwujudkan melalui apel gelar pasukan dan peralatan di Pos Siaga Tapal Kuda, Kecamatan Salawu, pada Kamis (6/11/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di wilayah selatan Jawa Barat […]

  • Transparansi Anggaran Jangan Nanggung, Kepercayaan Publik Taruhannya

    Transparansi Anggaran Jangan Nanggung, Kepercayaan Publik Taruhannya

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Astakona, Berita Tasikmalaya – Isu transparansi pengelolaan keuangan daerah kembali menguji komitmen Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Dorongan agar akses informasi anggaran dibuka secara utuh semakin menguat, menyusul tuntutan publik agar keterbukaan tidak berhenti pada dokumen formal APBD, tetapi menjangkau seluruh proses penganggaran, termasuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Persoalan ini mencuat setelah Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari […]

  • Proyek Irigasi Cikalang Rp5,6 Miliar Disorot, Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Optimal

    Proyek Irigasi Cikalang Rp5,6 Miliar Disorot, Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Optimal

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kang Wahid, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek irigasi Cikalang setelah menerima aduan dari Forum Masyarakat Peduli Cikalang terkait dugaan kualitas pekerjaan yang dinilai kurang maksimal. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi proyek di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat yang selama ini mempertanyakan hasil […]

expand_less