Ular Kobra 3 Meter Masuk Perumahan Banjar, Warga Panik Minta Bantuan Damkar
- account_circle adminastakona
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA BANJAR – Warga Perumahan Balokang Permai, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular kobra berukuran besar di lingkungan tempat tinggal mereka, Sabtu (6/6/2026). Reptil berbisa tersebut diperkirakan memiliki panjang mencapai tiga meter dan sempat membuat warga khawatir akan keselamatan penghuni sekitar.
Keberadaan ular pertama kali diketahui saat sejumlah warga melihat hewan tersebut sedang memangsa ular lain di area dekat permukiman. Pemandangan yang tidak biasa itu segera menarik perhatian warga dan memicu kepanikan karena lokasi kemunculan berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk.
Warga yang menyadari potensi bahaya langsung memilih menjaga jarak dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar.
Damkar Kota Banjar Bergerak Cepat ke Lokasi
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim Rescue Damkar Kota Banjar langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Mengingat ular yang ditemukan merupakan jenis berbisa dan berukuran cukup besar, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus.
Petugas harus berhati-hati saat mendekati ular agar tidak memicu serangan yang dapat membahayakan warga maupun tim penyelamat. Setelah melalui proses penanganan yang cukup menantang, ular tersebut akhirnya berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Petugas Damkar Kota Banjar, Ivan, mengatakan ular yang dievakuasi merupakan ular kobra dengan panjang sekitar tiga meter.
“Ular itu ditemukan saat sedang memangsa ular lain di sekitar perumahan. Beruntung proses evakuasi berjalan lancar dan hewan tersebut berhasil diamankan dengan aman,” ujarnya.
Kemunculan Ular Diduga Dipengaruhi Perubahan Habitat
Menurut Ivan, kemunculan ular di kawasan permukiman bukan fenomena yang sepenuhnya langka. Kondisi lingkungan, perubahan habitat, hingga berkurangnya sumber makanan di alam liar dapat mendorong satwa tersebut mendekati area yang dihuni manusia.
Musim kemarau juga disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan satwa liar keluar dari habitat aslinya untuk mencari makanan maupun tempat berlindung.
Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada apabila menemukan hewan liar di sekitar rumah. Warga juga diimbau tidak mencoba menangkap atau mengusir ular secara mandiri karena berisiko menimbulkan kecelakaan.
Warga Diimbau Segera Lapor Jika Temukan Satwa Berbahaya
Damkar Kota Banjar mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas apabila menemukan ular atau satwa liar lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Langkah cepat warga melaporkan kejadian tersebut dinilai membantu proses penanganan sehingga situasi dapat dikendalikan sebelum menimbulkan korban.
Setelah berhasil diamankan, ular kobra tersebut selanjutnya dibawa petugas untuk dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari kawasan permukiman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar, terutama saat musim kemarau ketika perubahan kondisi lingkungan membuat hewan-hewan tersebut lebih sering berpindah dari habitat aslinya ke kawasan pemukiman warga. (hs)
- Penulis: adminastakona
