Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » THR ASN Dicicil, Padahal ‘Kas Ada’? Ini Penjelasan Sekda Tasikmalaya

THR ASN Dicicil, Padahal ‘Kas Ada’? Ini Penjelasan Sekda Tasikmalaya

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polemik pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tasikmalaya semakin mengerucut setelah munculnya data dan pernyataan resmi dari jajaran pemerintah daerah.

Di satu sisi, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, sebelumnya menyatakan bahwa kas daerah sebenarnya tersedia. Namun, pemerintah memilih tidak gegabah dalam mengeluarkan anggaran demi menjaga stabilitas fiskal.

Pada saat itu, Viman Alfarizi Ramadhan menyatakan bahwa pemerintah kota saat ini masih merumuskan skema pembayaran THR dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah secara menyeluruh.
“Insyaallah tidak dalam waktu yang lama keputusannya akan ada. Kita sedang merumuskan strategi dengan berbagai kondisi fiskal yang ada,” ujar Viman usai menghadiri Musrenbang sektoral di lingkungan Diskominfo, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, pembahasan intensif masih terus dilakukan bersama Sekretaris Daerah serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Posisi uang ada. Intinya strategi yang kita gunakan seperti apa untuk menangani fiskal Kota Tasikmalaya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa persoalan bukan semata ketiadaan dana, melainkan strategi pengelolaan keuangan agar tidak menimbulkan beban fiskal di kemudian hari.

Namun di sisi lain, penjelasan berbeda muncul dari Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, yang mengungkap kondisi riil kas daerah Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini.

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk pembayaran THR ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya mencapai sekitar Rp40 miliar, sementara kas yang tersedia saat ini hanya sekitar Rp24 miliar.

“Kebutuhan THR sekitar Rp40 miliar. Namun kas yang tersedia saat ini sekitar Rp24 miliar,” ujar Asep.

Data tersebut menunjukkan adanya selisih sekitar Rp16 miliar, yang menjadi salah satu faktor utama belum dapat dibayarkannya THR secara penuh.


Masalah Klasik: Tekanan Kas Daerah

Selisih antara kebutuhan dan ketersediaan kas ini memperkuat indikasi adanya tekanan fiskal yang sudah terjadi sejak awal tahun anggaran.

Sebelumnya, dalam dokumen APBD 2026, Kota Tasikmalaya tercatat mengalami defisit anggaran, di mana pendapatan daerah sekitar Rp1,47 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,52 triliun.

Tidak hanya itu, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun sebelumnya juga belum optimal, yang berdampak langsung terhadap arus kas daerah.

Kondisi ini semakin diperberat dengan adanya penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat yang belum sepenuhnya masuk pada periode saat ini.

Sekda juga mengakui bahwa transfer dana pusat pada bulan berjalan belum mencukupi kebutuhan pembiayaan THR.


Dua Narasi: “Kas Ada” vs “Kas Kurang”

Menariknya, jika dibandingkan, terdapat dua narasi yang berkembang dari pemerintah daerah:

  • Wali Kota: kas tersedia, fokus pada strategi

  • Sekda: kas belum mencukupi kebutuhan THR

Perbedaan penekanan ini sebenarnya menggambarkan dua sudut pandang yang saling melengkapi.

Secara administratif, kas memang “ada”, namun secara likuiditas, jumlahnya belum cukup untuk menutup seluruh kewajiban dalam waktu bersamaan.

Dalam konteks inilah, pemerintah memilih skema pembayaran bertahap sebagai solusi jangka pendek.


Skema Bertahap Jadi Jalan Tengah

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Tasikmalaya mengambil kebijakan pembayaran THR secara bertahap, menyesuaikan arus kas yang masuk.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan fiskal, sekaligus memastikan bahwa kewajiban terhadap ASN tetap dipenuhi, meski tidak secara langsung.

Namun di lapangan, kebijakan ini tetap memicu reaksi dari ASN, yang menganggap THR sebagai hak yang seharusnya diterima secara utuh sebelum Hari Raya.


Catatan Kritis dari Polemik THR ASN Kota Tasikmalaya

Kasus ini memperlihatkan persoalan klasik dalam pengelolaan keuangan daerah:

  • Bukan hanya soal “ada atau tidak ada anggaran”
  • Tetapi soal ketersediaan kas (cash flow) di waktu yang tepat

Perbedaan antara perencanaan anggaran dan kondisi kas riil inilah yang kerap menjadi sumber masalah, terutama untuk belanja rutin seperti THR.

Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat:

  • perencanaan fiskal

  • manajemen arus kas

  • serta optimalisasi pendapatan daerah

Polemik mengenai THR ASN di Kota Tasikmalaya akan meninggalkan sebuah catatan sejarah penting, dimana ini adalah kejadian pertama semenjak Pemerintah Kota Tasikmalaya berdiri, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan keuangan daerah tidak selalu terlihat dari angka besar APBD. (red)
  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah di Ciamis Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku Menyala

    Rumah di Ciamis Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku Menyala

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Ciamis. Sebuah rumah milik warga di Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, hangus dilalap api pada Selasa (19/5/2026) siang. Dugaan sementara, kebakaran dipicu tungku api yang ditinggalkan dalam kondisi masih menyala saat pemilik rumah tidak berada di tempat. Peristiwa ini sontak mengundang kepanikan warga sekitar. Asap hitam […]

  • mutasi pejabat Pemkot Tasikmalaya 2026

    Mutasi Pejabat Pemkot Tasikmalaya 2026, Eselon II dan 34 Kepala Sekolah Resmi Dilantik

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaksi astakona
    • visibility 114
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA. Pelaksanaan mutasi pejabat Pemkot Tasikmalaya 2026 menjadi salah satu peristiwa birokrasi penting pada awal tahun di Kota Tasikmalaya. Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Aula Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (14/1/2026) siang. Acara dimulai pukul 14.00 WIB dan dihadiri jajaran pejabat struktural, kepala perangkat daerah, serta para undangan. Sejak […]

  • Tambang Ilegal di Hutan Unmul Terbongkar, Dua Tersangka Ditangkap

    Tambang Ilegal di Hutan Unmul Terbongkar, Dua Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 97
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA LINGKUNGAN. Praktik tambang ilegal di Hutan Unmul akhirnya terbongkar setelah sekelompok mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) menemukan aktivitas alat berat di kawasan hutan pendidikan. Peristiwa ini terjadi pada awal April 2025 ketika para mahasiswa sedang melakukan dokumentasi penelitian herpetofauna di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklathut. Awalnya, mereka hanya berniat meneliti reptil […]

  • Bupati Garut Minta Kades Baru Fokus Atasi Stunting dan Anak Putus Sekolah

    Bupati Garut Minta Kades Baru Fokus Atasi Stunting dan Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 37
    • 0Komentar

      Astakona, BERITA GARUT – Pelantikan tujuh Kepala Desa Garut hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) dimanfaatkan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, untuk menegaskan sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan di tingkat desa. Dalam arahannya, Bupati meminta para kepala desa yang baru dilantik agar tidak hanya fokus pada administrasi pemerintahan, tetapi juga aktif menangani persoalan […]

  • Bawaslu Kota Tasikmalaya Soroti Akurasi Data Pemilih Disabilitas Jelang Pemilu

    Bawaslu Kota Tasikmalaya Soroti Akurasi Data Pemilih Disabilitas Jelang Pemilu

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Bawaslu Kota Tasikmalaya menyoroti pentingnya perbaikan pendataan pemilih penyandang disabilitas menjelang pelaksanaan pemilu mendatang. Persoalan tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan yang masih harus dibenahi untuk memastikan seluruh warga negara memperoleh hak politik yang setara. Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Kaum Disabilitas yang digelar di Bale RW […]

  • Kronologi Bencana Longsor di Cigalontang Tasikmalaya

    Kronologi Bencana Longsor di Cigalontang Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Bencana longsor di Cigalontang Tasikmalaya terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis sore (16/04/2026). Peristiwa ini berlangsung di Kampung Buligir, Desa Parentas, sekitar pukul 22.00 WIB, dan langsung berdampak pada terganggunya akses transportasi warga. Material longsor berupa tanah dan lumpur dilaporkan menutup badan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 15 […]

expand_less