Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Proyek Irigasi Cikalang Rp5,6 Miliar Disorot, Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Optimal

Proyek Irigasi Cikalang Rp5,6 Miliar Disorot, Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Optimal

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAWakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kang Wahid, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek irigasi Cikalang setelah menerima aduan dari Forum Masyarakat Peduli Cikalang terkait dugaan kualitas pekerjaan yang dinilai kurang maksimal.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi proyek di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat yang selama ini mempertanyakan hasil pekerjaan proyek irigasi tersebut.

Dalam sidak tersebut, Kang Wahid meninjau jalur saluran irigasi mulai dari bagian hulu hingga hilir guna memastikan kondisi konstruksi yang telah dikerjakan.


Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Memberi Manfaat

Perwakilan Forum Masyarakat Peduli Cikalang, Heri Ferianto, menyampaikan bahwa hingga saat ini hasil dari proyek irigasi Cikalang belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, meskipun proyek tersebut telah mendapatkan dua kali perpanjangan waktu pelaksanaan, kondisi saluran irigasi masih belum berfungsi secara optimal.

Ia menilai salah satu penyebabnya adalah pekerjaan elevasi saluran yang tidak dilakukan secara tepat, sehingga air belum dapat mengalir dengan baik.

Padahal secara progres volume pekerjaan, pihak pelaksana disebut telah menyatakan bahwa pekerjaan proyek telah selesai.


Air Mengalir Tidak Sesuai Arah

Saat melakukan peninjauan di kawasan BCKL Blok Gabug, Kang Wahid menemukan kondisi yang cukup janggal.

Air yang seharusnya mengalir ke hilir justru terlihat berbalik arah menuju hulu. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya persoalan pada kemiringan atau elevasi saluran.

Temuan lain juga terlihat pada bagian hilir yang dikerjakan oleh PSDA Citanduy UPTD Provinsi Jawa Barat, dimana posisi elevasinya justru lebih tinggi.

Kondisi ini membuat aliran air sulit mengalir secara normal sehingga fungsi dari proyek irigasi Cikalang belum dapat berjalan sebagaimana mestinya.


Dugaan Miskomunikasi Antar Instansi

Permasalahan teknis tersebut juga memunculkan dugaan adanya miskomunikasi antar instansi yang terlibat dalam proyek.

Irigasi Cikalang berada di bawah kewenangan PSDA PUPR Kota Tasikmalaya, sementara sebagian pekerjaan juga melibatkan PSDA UPTD Provinsi Jawa Barat serta BBWS Citanduy.

Perbedaan elevasi yang terjadi di lapangan membuat masyarakat mempertanyakan bagaimana koordinasi dan perencanaan teknis dari proyek irigasi Cikalang sejak awal.


Kualitas Pekerjaan Jadi Sorotan Publik

Sejak awal pelaksanaan, proyek ini memang sudah menjadi perhatian masyarakat.

Sejumlah warga menilai kualitas pekerjaan dalam proyek irigasi Cikalang terlihat kurang rapi dan terkesan terburu-buru.

Bahkan beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial dugaan bahwa pekerjaan proyek dilaksanakan tanpa gambar teknis yang jelas.

Jika dugaan tersebut benar, maka hal itu menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan proyek infrastruktur pemerintah.

Proyek ini sendiri dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero), perusahaan BUMN yang selama ini menangani berbagai proyek strategis nasional.


Pengawasan Proyek Ikut Dipertanyakan

Selain pelaksanaan pekerjaan, sistem pengawasan proyek juga menjadi sorotan.

Konsultan supervisi diketahui baru mulai berkontrak sekitar satu bulan setelah proyek berjalan.

Artinya, pada masa awal pekerjaan proyek irigasi Cikalang, kegiatan konstruksi berlangsung tanpa pengawasan resmi.

Pengawasan proyek sendiri dilakukan oleh PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), yang juga merupakan perusahaan BUMN.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi kualitas pekerjaan di lapangan.


Warga Keluhkan Upah dan Kerugian

Di sisi lain, warga yang ikut terlibat dalam pengerjaan proyek juga mengeluhkan persoalan pembayaran upah.

Beberapa pekerja mengaku hingga saat ini belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka lakukan.

Selain itu, terdapat juga laporan mengenai jasa dan material yang belum dibayarkan serta aset warga yang mengalami kerusakan akibat aktivitas proyek namun belum mendapatkan kompensasi.


Warga Segel Lokasi Proyek

Sebagai bentuk kekecewaan, warga akhirnya melakukan penyegelan di lokasi proyek irigasi Cikalang.

Mereka memasang spanduk di area proyek bertuliskan:

“Proyek Bermasalah Disegel Warga, Kontrak Bermasalah, Pekerjaan Buruk dan Upah Tidak Dibayar.”

Aksi tersebut dilakukan untuk meminta perhatian pemerintah agar persoalan proyek segera ditangani.


DPRD Akan Bahas dan Dorong Evaluasi

Menanggapi berbagai temuan di lapangan, Kang Wahid menyatakan akan membawa persoalan proyek irigasi Cikalang ke pembahasan bersama Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya.

Ia juga membuka kemungkinan agar persoalan ini disampaikan ke pemerintah pusat, mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran APBN sebesar Rp5,6 miliar melalui program Inpres Tahap III Tahun 2025.

Menurutnya, proyek yang didanai anggaran negara seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta dikerjakan dengan kualitas yang baik. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan bus sugeng rahayu banjar - astakona

    Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu Tewaskan Mahasiswa Garut

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Peristiwa kecelakaan Bus Sugeng Rahayu yang terjadi di Jalan Siliwangi, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (4/6/2026), berujung tragis. Seorang mahasiswa asal Kabupaten Garut meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tersebut di depan SPBU Randegan. Korban diketahui bernama Aghni Ahmad Al Ghifari (20), warga […]

  • Peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya pada Dies Natalis ke-52

    Peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya pada Dies Natalis ke-52

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Perjalanan panjang Unitas Tasikmalaya memasuki fase baru setelah kampus tersebut resmi memperkenalkan identitas barunya sebagai Universitas Islam Tasikmalaya. Perubahan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-52 yang digelar pada Selasa (9/6/2026), sekaligus menandai arah baru pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur. Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam […]

  • PSG vs arsenal final Liga Champions - astakona

    Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Daya Ledak Serangan vs Benteng Kokoh

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA OLAHRAGA – Partai final Liga Champions yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik musim ini. Pertandingan PSG VS Arsenal di final Liga Champions ini bukan hanya karena kualitas kedua tim yang sama-sama impresif, tetapi juga karena perbedaan gaya bermain yang begitu mencolok. PSG datang dengan identitas […]

  • Donny Fattah : Bassist Legendaris God Bless Tutup Usia

    Donny Fattah : Bassist Legendaris God Bless Tutup Usia

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Dunia musik rock Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Donny Fattah, bassist legendaris sekaligus salah satu pendiri band rock ternama God Bless, meninggal dunia pada usia 77 tahun, Sabtu, 7 Maret 2026. Kabar Donny Fattah meninggal pertama kali disampaikan melalui akun Instagram resmi band tersebut. Dalam unggahan yang menampilkan foto […]

  • korban banjir bali

    Korban Banjir Bali: 9 Tewas dan Ratusan Warga Terkena Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA. Banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Pulau Bali mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, sementara 2 orang lainnya dilaporkan hilang. Menurut laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir yang terjadi pada Selasa malam (9/9) tersebut juga menyebabkan lebih dari 200 keluarga atau sekitar 620 jiwa terdampak. Kejadian ini telah […]

  • Rumah Pengacara di Taraju Dirusak, Pelaku Terancam 2,5 Tahun Penjara

    Rumah Pengacara di Taraju Dirusak, Pelaku Terancam 2,5 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kasus rumah pengacara di Taraju dirusak akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Tasikmalaya. Seorang pria berinisial I.A.M ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melampiaskan emosinya dengan merusak rumah milik seorang advokat Kasus tersebut terjadi di Kampung Semah Madu, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Polisi menyebut tindakan pelaku dipicu rasa kecewa karena tidak […]

expand_less