Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Ketika Pedagang Pasar Cikurubuk Tak Lagi Didengar

Ketika Pedagang Pasar Cikurubuk Tak Lagi Didengar

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYASituasi di kawasan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang mengaku kecewa karena berbagai keluhan yang mereka sampaikan selama beberapa waktu terakhir dinilai belum mendapat respons memadai dari pihak terkait.

Keluhan tersebut berkaitan dengan beberapa persoalan yang dirasakan langsung oleh pedagang, mulai dari kondisi fasilitas pasar, dampak kebijakan relokasi, hingga menurunnya jumlah pembeli. Para pedagang berharap ada dialog terbuka agar persoalan yang mereka alami bisa segera mendapat solusi.

Meski demikian, hingga kini sebagian pedagang menilai komunikasi antara mereka dengan pihak pemerintah belum berjalan secara optimal.


Keluhan Pedagang yang Terus Berulang

Beberapa pedagang mengaku sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi melalui berbagai jalur, baik secara langsung maupun melalui perwakilan komunitas pedagang. Namun menurut mereka, hasilnya belum terlihat signifikan.

Sebelumnya, Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah daerah pada 13 Februari 2026.

Surat tersebut ditujukan kepada Wali Kota Tasikmalaya serta sejumlah instansi lainnya, termasuk DPRD Kota Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya Kota, Kejaksaan Negeri, Kodim, Satpol PP, Dinas Koperasi UKM Perindag, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Lingkungan Hidup.

Melalui surat tersebut, Pedagang Pasar Cikurubuk meminta pemerintah kota segera mengambil langkah kebijakan terkait sejumlah persoalan yang mereka hadapi di lingkungan pasar.

Namun hingga Jumat (6/3/2026), para pedagang mengaku belum menerima tanggapan resmi.

Bagi para pedagang, tidak adanya respons tersebut menimbulkan kesan bahwa aspirasi mereka belum menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tasikmalaya.


Persoalan Fasilitas dan Kenyamanan Pasar

Selain persoalan jumlah pembeli, sebagian pedagang juga menyoroti kondisi fasilitas pasar. Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa kenyamanan area perdagangan masih perlu ditingkatkan.

Fasilitas seperti akses jalan di dalam pasar, area parkir, hingga kebersihan lingkungan menjadi beberapa hal yang kerap dikeluhkan pedagang. Mereka menilai kondisi tersebut dapat mempengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

Pasar tradisional sendiri selama ini dikenal sebagai pusat ekonomi rakyat yang memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi lokal. Karena itu, pedagang berharap pengelolaan pasar dapat dilakukan secara lebih optimal agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.


Harapan Dialog Terbuka

Sejumlah pedagang berharap adanya ruang dialog yang lebih terbuka antara pedagang dengan pemerintah daerah maupun pengelola pasar. Dengan adanya komunikasi yang lebih intensif, mereka berharap persoalan yang terjadi dapat dibicarakan secara bersama-sama.

Para pedagang menegaskan bahwa mereka tidak menolak kebijakan pemerintah selama kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi di lapangan. Mereka hanya berharap aspirasi yang disampaikan dapat didengar dan dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan.

Forum Peduli Pedagang Dibentuk

Merespons situasi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat bersama para pedagang kemudian membentuk Forum Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk.

Forum ini menjadi wadah konsolidasi bagi berbagai elemen masyarakat yang menilai persoalan di Pasar Cikurubuk bukan hanya menyangkut pedagang semata, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.

Melalui forum tersebut, rencana aksi massa mulai disiapkan sebagai langkah untuk menyampaikan aspirasi Pedagang Pasar Cikurubuk secara langsung kepada pemerintah daerah.

Para pedagang berharap pemerintah kota bersedia membuka ruang dialog agar persoalan yang terjadi dapat segera menemukan solusi.

Aksi tersebut direncanakan berlangsung pada Senin (9/3/2026) dan diperkirakan akan diikuti sekitar 500 orang.

Para peserta aksi berasal dari berbagai unsur masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk.

Forum tersebut dipimpin oleh ulama senior Tasikmalaya, KH Tb Miftah Fauzi, yang dikenal aktif memperjuangkan aspirasi pedagang pasar tradisional di daerah tersebut.


Pasar Tradisional dan Tantangan Zaman

Fenomena yang terjadi di Pasar Cikurubuk sebenarnya tidak berdiri sendiri. Banyak pasar tradisional di berbagai daerah menghadapi tantangan serupa, terutama terkait perubahan pola belanja masyarakat dan persaingan dengan ritel modern.

Namun demikian, pasar tradisional masih memiliki peran penting dalam menopang ekonomi masyarakat kecil. Oleh karena itu, keberlanjutan pasar tradisional sangat bergantung pada sinergi antara pedagang, pengelola pasar, dan pemerintah daerah.

Para pedagang di Pasar Cikurubuk berharap perhatian terhadap pasar tradisional tidak hanya berhenti pada kebijakan administratif, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata untuk memperbaiki kondisi perdagangan di lapangan.

Bagi mereka, pasar bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga sumber penghidupan yang menopang keluarga setiap hari. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Garut Plaza Berbagi Sembako Sambut Tahun Baru Islam

    Pedagang Garut Plaza Berbagi Sembako Sambut Tahun Baru Islam

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Semangat berbagi menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ditunjukkan oleh Pedagang Garut Plaza melalui kegiatan bakti sosial yang digelar di Lantai 2 Garut Plaza, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian para pedagang terhadap masyarakat kurang mampu sekaligus mempererat kebersamaan di tengah momentum pergantian tahun Hijriah. […]

  • Lapas Tasikmalaya Tanpa Dokter, 435 Warga Binaan Kehilangan Hak Kesehatan

    Lapas Tasikmalaya Tanpa Dokter, 435 Warga Binaan Kehilangan Hak Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kondisi memprihatinkan terjadi di Lapas Tasikmalaya tanpa dokter. Hingga pertengahan Juni 2026, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tasikmalaya belum memiliki dokter umum maupun dokter gigi yang bertugas secara tetap, padahal jumlah penghuni lapas mencapai 435 warga binaan. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas pelayanan kesehatan di dalam lapas. Di tengah tingginya jumlah […]

  • A Tribute Nicky Astria di Tasikmalaya Sukses Sedot Ratusan Penonton

    A Tribute Nicky Astria di Tasikmalaya Sukses Sedot Ratusan Penonton

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Gelaran A Tribute Nicky Astria Tasikmalaya berhasil membangkitkan nostalgia ratusan pecinta musik rock dari berbagai daerah di Priangan Timur. Acara yang digelar di Pusaka Rempah, Jalan Yudanagara, Kota Tasikmalaya itu menjadi magnet bagi penggemar musik era 1980-an hingga 1990-an yang ingin kembali merasakan atmosfer kejayaan lagu-lagu sang Lady Rock Indonesia. Sejak […]

  • Plh Wali Kota Tasikmalaya Salat Iduladha Bersama Ribuan Jamaah di Masjid Agung

    Plh Wali Kota Tasikmalaya Salat Iduladha Bersama Ribuan Jamaah di Masjid Agung

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi ajang ibadah tahunan, tetapi juga panggung kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Ribuan jamaah memadati kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu pagi (27/5/2026), untuk melaksanakan Salat Iduladha bersama Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya. Sejak pagi buta, arus jamaah sudah […]

  • Subuh Mencekam di Bumikersanagara! Kebakaran Trafo PJU Saat Warga Sahur

    Subuh Mencekam di Bumikersanagara! Kebakaran Trafo PJU Saat Warga Sahur

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB. Sebagian warga Perum Bumikersanagara tengah menikmati santap sahur. Namun suasana tenang mendadak berubah ketika cahaya api menyala terang yang bersumber dari kebakaran pada trafo Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berdiri tak jauh dari rumah Pak Gatot. Percikan api pertama terlihat kecil. Dalam hitungan menit, kobaran membesar […]

  • Menteri PPPA RI Hadiri Dialog Ketahanan Keluarga di RSIA Tasikmalaya, Bahas Isu Kekerasan dan Pelecehan

    Menteri PPPA RI Hadiri Dialog Ketahanan Keluarga di RSIA Tasikmalaya, Bahas Isu Kekerasan dan Pelecehan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan mengikuti dialog terbuka bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI yang berlangsung di RSIA Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung hampir lima jam tersebut mengangkat tema Dialog Ketahanan Keluarga Tasikmalaya, dengan fokus pada penguatan peran keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. […]

expand_less