Plh Wali Kota Tasikmalaya Salat Iduladha Bersama Ribuan Jamaah di Masjid Agung
- account_circle adminastakona
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi ajang ibadah tahunan, tetapi juga panggung kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Ribuan jamaah memadati kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu pagi (27/5/2026), untuk melaksanakan Salat Iduladha bersama Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya.
Sejak pagi buta, arus jamaah sudah terlihat mengalir menuju masjid kebanggaan warga Kota Tasikmalaya tersebut. Banyak di antara mereka datang bersama keluarga, membawa sajadah dan tikar sendiri, demi mendapatkan tempat terbaik untuk mengikuti pelaksanaan ibadah.
Tak hanya warga dari pusat kota, jamaah juga datang dari sejumlah kecamatan lain, menciptakan suasana religius yang hangat sekaligus penuh kebersamaan.
Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dengan dukungan petugas keamanan, panitia, serta relawan yang mengatur arus kedatangan jamaah.
Kehadiran Plh Wali Kota Tasikmalaya di tengah ribuan warga memberi pesan simbolik tentang kedekatan pemerintah dengan masyarakat dalam momentum keagamaan.
Namun agenda pagi itu tidak berhenti pada pelaksanaan salat berjamaah.
Plh Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Pemerataan Daging Kurban
Dalam momen Iduladha tersebut, Plh Wali Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa semangat berkurban tidak boleh berhenti pada ritual penyembelihan hewan semata.
Menurutnya, nilai utama Iduladha justru terletak pada kepedulian sosial dan pemerataan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Semoga momentum ini memperkuat semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya distribusi daging kurban yang tepat sasaran.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, mendorong agar penyaluran daging kurban benar-benar menjangkau masyarakat prasejahtera, anak yatim, serta kelompok warga yang membutuhkan.
Pesan ini menjadi penting karena Iduladha bukan hanya simbol ibadah individual, tetapi juga instrumen sosial untuk memperkuat solidaritas.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berkurban tahun ini, pemerataan distribusi menjadi salah satu perhatian utama.
Khutbah Iduladha Ingatkan Makna Pengorbanan dan Solidaritas
Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Iduladha adalah KH M Aminudin Busthomi.
Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam meneladani nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Menurutnya, Iduladha harus dimaknai lebih luas sebagai momentum memperkuat keikhlasan, kepedulian, serta menjaga keharmonisan sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menekankan bahwa pengorbanan tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga kesediaan untuk berbagi waktu, tenaga, perhatian, dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan ini terasa relevan di tengah tantangan sosial-ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Masjid Agung Tasikmalaya Jadi Pusat Kebersamaan Warga
Usai pelaksanaan ibadah, suasana hangat langsung terasa di halaman Masjid Agung.
Jamaah saling bersalaman, bermaafan, dan menikmati momen kebersamaan yang menjadi bagian khas Hari Raya Iduladha.
Anak-anak tampak ceria berlarian di halaman, sementara para orang tua berbincang santai setelah menyelesaikan rangkaian ibadah pagi.
Salah seorang warga, Ujang Supriatna, mengaku bersyukur bisa mengikuti Salat Iduladha berjamaah bersama ribuan warga lainnya.
Menurutnya, momen seperti ini menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kuat.
Tahun ini, jumlah partisipasi hewan kurban di Masjid Agung juga disebut mengalami peningkatan, baik dari unsur pemerintah maupun partisipasi masyarakat dan pihak swasta.
Daging kurban nantinya akan didistribusikan melalui mekanisme yang telah disiapkan panitia agar penyaluran berjalan tertib dan merata.
Momentum Iduladha di Kota Tasikmalaya tahun ini pun tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga pengingat bahwa kebersamaan, kepedulian sosial, dan kehadiran pemimpin di tengah masyarakat tetap menjadi nilai penting dalam kehidupan kota religius ini. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
