Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aksi Guru Honorer Madrasah di Tasikmalaya Menguat, Tuntut Ribuan Guru Diangkat PPPK

Aksi Guru Honorer Madrasah di Tasikmalaya Menguat, Tuntut Ribuan Guru Diangkat PPPK

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aksi guru honorer kembali menyita perhatian publik di Kota Tasikmalaya. Ribuan guru madrasah yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menggelar unjuk rasa bertepatan dengan Apel Akbar Guru Honorer di depan Gedung Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (26/1/2026).

Aksi guru honorer madrasah Tasikmalaya ini menjadi penegasan atas keresahan panjang para pendidik yang hingga kini masih berstatus honorer tanpa kepastian karier dan kesejahteraan. Dengan membawa spanduk dan poster tuntutan, massa menyuarakan satu aspirasi utama, yakni pengangkatan sekitar 2.900 guru madrasah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Guru-guru tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah. Mereka menilai kontribusi guru madrasah dalam mencerdaskan generasi bangsa selama ini belum diimbangi kebijakan yang adil dari negara.


Tuntutan Pengangkatan PPPK Dinilai Mendesak

Dalam aksi guru honorer tersebut, massa menegaskan bahwa status honorer yang melekat selama bertahun-tahun telah menempatkan guru madrasah pada posisi rentan. Selain minim kesejahteraan, ketidakpastian status juga berdampak pada kualitas hidup dan keberlanjutan pengabdian mereka di dunia pendidikan.

Para peserta aksi menyoroti ketimpangan kebijakan pemerintah. Di satu sisi, ribuan guru honorer madrasah masih menunggu kejelasan pengangkatan PPPK. Di sisi lain, pemerintah dinilai mampu melakukan pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara cepat dan masif dengan jumlah puluhan ribu orang secara nasional.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar tentang skala prioritas kebijakan negara. Bagi para guru, situasi ini menjadi simbol ketidakadilan struktural terhadap pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini turut menopang sistem pendidikan nasional.

Aksi guru honorer madrasah Tasikmalaya berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Meski demikian, pesan yang disampaikan massa aksi terbilang tegas dan jelas: negara diminta hadir secara nyata, bukan sekadar janji.


Dukungan Pemuda PUI dan Desakan ke Pemerintah

Aksi guru honorer madrasah ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari kalangan pemuda. Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., secara terbuka menyatakan keberpihakannya pada perjuangan guru madrasah.

Menurut Fikri, persoalan guru honorer bukan sekadar isu kepegawaian, melainkan menyangkut keadilan sosial dan masa depan pendidikan keagamaan di daerah. Ia menilai guru madrasah selama ini berperan besar dalam membangun karakter dan moral generasi muda, namun kerap luput dari perhatian kebijakan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar tidak pasif dalam menyikapi tuntutan tersebut. Pendataan yang transparan, advokasi serius ke pemerintah pusat, serta keberanian politik dinilai menjadi kunci agar tuntutan pengangkatan PPPK bagi guru madrasah tidak terus berulang setiap tahun tanpa hasil nyata.


Cerminan Kegelisahan Pendidikan Keagamaan

Aksi guru honorer madrasah Tasikmalaya menjadi cerminan kegelisahan pendidikan berbasis keagamaan di daerah. Para guru berharap aksi ini membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan pendidik, bukan sekadar menjadi rutinitas demonstrasi tahunan.

Hingga aksi berakhir, para peserta menegaskan komitmen untuk terus mengawal isu kesejahteraan guru madrasah. Mereka berharap suara yang menggema di depan Bale Kota Tasikmalaya mampu mengetuk empati para pengambil kebijakan, agar tidak ada lagi guru madrasah yang mengabdi puluhan tahun tanpa kepastian status dan masa depan. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harkitnas 2026, Pemkot Tasikmalaya Tegaskan Jaga Tunas Bangsa

    Harkitnas 2026, Pemkot Tasikmalaya Tegaskan Jaga Tunas Bangsa

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa kebangkitan bangsa tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata dalam menjaga dan membina generasi muda. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kota Tasikmalaya yang digelar di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (20/5/2026). Upacara peringatan berlangsung khidmat […]

  • Pawai Tarhib 1 Muharam Pamarican Dihadiri Ribuan Warga

    Pawai Tarhib 1 Muharam Pamarican Dihadiri Ribuan Warga

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Pawai Tarhib 1 Muharam Pamarican berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat. Ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, turun ke jalan untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan pergantian tahun dalam kalender […]

  • Pencurian Sepeda Listrik di Cisayong Berujung Bentrok, Dua Warga Terluka

    Pencurian Sepeda Listrik di Cisayong Berujung Bentrok, Dua Warga Terluka

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Upaya dugaan pencurian sepeda listrik di wilayah Kampung Cinusa Hilir, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, berakhir ricuh. Seorang pria berusia 63 tahun berinisial AS diamankan warga setelah diduga mencoba mencuri dan melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam saat aksinya dipergoki penghuni rumah. Insiden tersebut terjadi pada Senin dini hari, 25 Mei […]

  • Sehari Dua Kecelakaan di Tasikmalaya, Siswa SD Meninggal Dunia

    Sehari Dua Kecelakaan di Tasikmalaya, Siswa SD Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, diguncang dua peristiwa kecelakaan lalu lintas dalam satu hari pada Selasa (9/6/2026). Salah satu insiden kecelakaan maut di Tawang Tasikmalaya berujung menewaskan seorang pelajar sekolah dasar, sementara kecelakaan lainnya masih dalam penanganan medis. Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 15.21 WIB di Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kampung Pasawahan Cilolohan, […]

  • Dugaan Pungli Damkar Banjar, BPBD Beri Klarifikasi

    Dugaan Pungli Damkar Banjar, BPBD Beri Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Polemik mengenai Dugaan Pungli Damkar Banjar dalam kegiatan penyemprotan air saat acara perpisahan siswa SMPN 1 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, terus bergulir. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, akhirnya memberikan penjelasan terkait peristiwa yang memicu sorotan publik tersebut. Menurut Ruhimat, kegiatan penyemprotan air […]

  • 10 Ribu Peserta Meriahkan Bhayangkara Galunggung Fun Walk 2026

    10 Ribu Peserta Meriahkan Bhayangkara Galunggung Fun Walk 2026

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Bhayangkara Galunggung Fun Walk 2026 yang digelar Polresta Tasikmalaya Kota, Sabtu (13/6/2026). Sekitar 10 ribu peserta memadati kawasan Jalan Letnan Harun dan halaman Mapolresta Tasikmalaya sejak pagi hari untuk mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, […]

expand_less