Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Ancaman Sampah Mengintai Tasikmalaya

Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Ancaman Sampah Mengintai Tasikmalaya

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAArus mudik Lebaran 2026 diprediksi kembali membludak. Pergerakan masyarakat secara nasional diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Di balik euforia pulang kampung, ada satu persoalan yang kerap luput dari perhatian: lonjakan timbulan sampah yang diprediksi menyentuh 71,96 juta kilogram.

Lonjakan ini tentu bukan angka kecil. Kota-kota yang dilintasi jalur mudik, termasuk Tasikmalaya, berpotensi menghadapi tekanan besar, terutama di titik-titik keramaian seperti terminal, rest area, pusat kuliner, hingga kawasan permukiman yang menjadi tujuan pemudik.

Pemerintah pun telah mengantisipasi kondisi ini melalui Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya pengendalian sampah selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Tantangan Sampah di Tasikmalaya

Di Tasikmalaya sendiri, persoalan sampah bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, volume sampah harian cenderung meningkat, terutama saat momen hari besar seperti Lebaran. Aktivitas konsumsi masyarakat naik drastis, diikuti oleh meningkatnya sampah plastik sekali pakai, sisa makanan, hingga limbah kemasan.

Sejumlah titik seperti pasar tradisional, kawasan wisata lokal, dan jalur utama mudik kerap menjadi lokasi penumpukan sampah. Tanpa pengelolaan dan antisipasi serta partisipasi aktif dari masyarakat hal ini akan berpotensi menjadikan beberapa titik baru TPS Liar. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, mengatakan munculnya TPS liar tidak hanya disebabkan persoalan teknis pengangkutan sampah, tetapi juga rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Selain itu, keterbatasan armada pengangkut serta luasnya wilayah pelayanan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kebersihan di lapangan.

Peran Pemerintah Daerah

Mengacu pada kebijakan pusat, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengendalikan sampah selama musim mudik. Beberapa langkah yang perlu dilakukan di antaranya:

  • Mengawasi dan memfasilitasi pengelolaan sampah di jalur mudik dan daerah penyangga
  • Menyediakan tempat sampah terpilah di fasilitas umum
  • Mengoptimalkan pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan
  • Menyediakan fasilitas pengolahan sampah di titik-titik strategis seperti rest area dan pusat kuliner
  • Membentuk posko dan satuan tugas kebersihan selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran

Langkah-langkah ini menjadi krusial untuk memastikan Tasikmalaya tetap bersih dan nyaman, baik bagi warga maupun para pemudik yang datang.

Peran Masyarakat dan Pemudik

Namun, upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat. Di sinilah peran warga Tasikmalaya dan para pemudik menjadi sangat penting.

Ada beberapa langkah sederhana namun berdampak besar yang bisa dilakukan:

  1. Membawa botol minum atau tumbler untuk mengurangi sampah plastik
  2. Memilah sampah sesuai jenisnya
  3. Menggunakan tas belanja guna ulang
  4. Menghabiskan makanan untuk mengurangi limbah organik
  5. Membawa wadah makanan sendiri saat bepergian

Kebiasaan kecil ini, jika dilakukan secara kolektif, dapat secara signifikan menekan volume sampah selama mudik Lebaran 2026.

Ajakan Bersama Jaga Tasikmalaya

Momentum Lebaran sejatinya bukan hanya soal berkumpul dengan keluarga, tetapi juga tentang menjaga harmoni, termasuk dengan lingkungan. Kota Tasikmalaya yang bersih akan memberikan kesan positif bagi para pemudik sekaligus meningkatkan kenyamanan bersama.

Maka dari itu, mari jadikan mudik Lebaran 2026 sebagai momen perubahan. Bukan hanya pulang kampung, tetapi juga pulang dengan kesadaran baru untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Tasikmalaya bukan hanya tempat singgah, tapi juga rumah yang harus dijaga bersama. Sedikit langkah dari kita, bisa berarti besar bagi kebersihan kota ini.(red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • 371 Siswa SD Garut Bersaing di FLS3N 2026

    371 Siswa SD Garut Bersaing di FLS3N 2026

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut resmi membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 tingkat kabupaten, Kamis (21/5/2026). Ajang tahunan yang digelar di Aula Pondok Pesantren Al Musaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, itu menjadi panggung bagi ratusan siswa berbakat untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang […]

  • Al-Ma’arif Cup 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Antar SD di Kota Tasikmalaya

    Al-Ma’arif Cup 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Antar SD di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Yayasan Al-Ma’arif Cijerah sukses menggelar turnamen sepak bola antar Sekolah Dasar bertajuk “Al-Ma’arif Cup 2026” yang berlangsung pada 4 hingga 7 April 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 18 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya. Turnamen yang digelar di lingkungan Yayasan Al-Ma’arif, Kampung Cijerah, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya […]

  • Santunan Yatim dan Dhuafa di Masjid Rahmatullah Jadi Wadah Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H

    Santunan Yatim dan Dhuafa di Masjid Rahmatullah Jadi Wadah Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kegiatan santunan yatim dan dhuafa di Masjid Rahmatullah kembali digelar menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara warga Perum BRP Kota Tasikmalaya dengan masyarakat sekitar, mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana penuh kebersamaan. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dibuka dengan lantunan ayat […]

  • Komunitas Leumpunk Line Tasikmalaya, Gerakan Jalan Kaki yang Menyalakan Semangat Kota Kecil

    Komunitas Leumpunk Line Tasikmalaya, Gerakan Jalan Kaki yang Menyalakan Semangat Kota Kecil

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, lahirlah sebuah gerakan sederhana namun penuh makna dari sudut Priangan Timur. Komunitas Leumpunk Line Tasikmalaya hadir bukan sekadar sebagai kelompok jalan kaki biasa, melainkan ruang perlawanan kecil terhadap rasa asing di kota sendiri. Dari gang sempit, trotoar tua, desa terpencil hingga jalur hutan […]

  • Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

    Pelajar Tasikmalaya Tembus Hackclub Campfire, Minim Dukungan Jadi Catatan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Arkanurrizky A.H (14) menuju Jakarta bukan sekadar perjalanan mengikuti lomba. Siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya ini menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hack Club tersebut diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas berasal […]

  • Berangkat ke Ponpes, Dua Anak Kembar Asal Garut Tak Kunjung Tiba, Polisi Terima Laporan

    Berangkat ke Ponpes, Dua Anak Kembar Asal Garut Tak Kunjung Tiba, Polisi Terima Laporan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Dua anak kembar asal Kabupaten Garut dilaporkan hilang setelah berangkat menuju pondok pesantren di Kota Banjar. Hingga beberapa hari setelah keberangkatan, keduanya tak kunjung tiba di tujuan, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan orang hilang tersebut tercatat di Polsek Bayongbong, Polres Garut, pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar […]

expand_less