Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

astakona.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan itu lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya.

SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar pikiran. Nama itu dipilih karena mencerminkan semangat keterbukaan, dialog, dan kebersamaan yang menjadi dasar terbentuknya komunitas ini. Komunitas tersebut mengusung tagline “Membangun Solidaritas yang Berdampak.”

Gagasan membentuk SWAKKA muncul dari kegelisahan bersama para pelaku media lokal yang ingin memperkuat jejaring di tengah cepatnya perubahan dunia digital. Diskusi pembentukan komunitas ini berlangsung hangat dan penuh semangat untuk mencari bentuk kolaborasi yang paling sesuai dengan kebutuhan media di daerah.

“Awalnya dari obrolan ringan antara temen-remen di redaksi portaloka.id, lintaspriangan.com dan kanalberita.com, tapi lama-lama berkembang dan akhirnya dibahas di darat,” jelas Mukhlis, pengelola portaloka.id yang jadi salah seorang inisiator SWAKKA.

Menurut Mukhlis, realitas di lapangan menunjukkan bahwa media-media lokal sebenarnya memiliki kekuatan masing-masing, namun tidak di setiap aspek. Ada media yang webmaster-nya sangat menguasai urusan teknis IT, tapi butuh peningkatan dalam teknik jurnalistik. Ada pula media yang sudah masif pemberitaannya, namun masih lemah dalam penguasaan digital marketing seperti SEO atau SERP.

Realitas inilah yang mendorong para pelaku media di daerah merasa perlu untuk bersama. Dengan berkolaborasi, setiap kekuatan bisa saling melengkapi. Yang kuat di satu sisi dapat membantu yang lain, dan sebaliknya.

Mukhlis menilai pembentukan SWAKKA sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem media daerah yang lebih solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menilai, selama ini media lokal sering kali berjalan sendiri-sendiri dengan sumber daya yang terbatas, padahal jika bersatu, potensinya akan jauh lebih besar.

“Kita ingin media di daerah punya ruang untuk saling belajar dan berkolaborasi. Dunia digital bergerak cepat, jadi kita pun harus bergerak bersama. Banyak media lokal punya kekuatan di bidang tertentu, tapi lemah di bidang lain. Dengan SWAKKA, kita ingin kekuatan itu bisa saling menopang,” kata Mukhlis.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar sepuluh media online di Priangan Timur yang menyatakan siap bergabung dengan SWAKKA. Dalam waktu dekat, komunitas ini juga akan mulai melakukan sosialisasi ke kalangan konten kreator untuk bergabung dalam kegiatan bersama.

Adapun fokus kegiatan awal SWAKKA akan diarahkan pada tiga hal utama. Pertama, Media Insight Forum, yaitu forum diskusi dan literasi seputar dunia media, jurnalistik, serta perkembangan teknologi informasi. Kedua, Support Exchange, wadah untuk berbagi data, hasil kajian, dan dukungan teknis antaranggota komunitas. Ketiga, Collaborative Publishing Project, program penerbitan kolaboratif lintas media dengan topik atau isu bersama.

Melalui kegiatan tersebut, SWAKKA diharapkan bisa menjadi ruang bagi wartawan dan konten kreator untuk saling belajar, memperluas jejaring, serta menciptakan karya yang relevan dan berdampak positif bagi publik.

Mukhlis menegaskan bahwa SWAKKA bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk bertumbuh bersama. Ia berharap komunitas ini bisa menjadi contoh bahwa kolaborasi antarmedia tidak harus dilandasi persaingan, tetapi bisa berangkat dari semangat saling melengkapi dan menguatkan.

“SWAKKA lahir dari semangat kebersamaan. Kita mulai dari Priangan Timur, tapi semangatnya tidak berhenti di sini. Harapannya, ini menjadi gerakan positif yang bisa menular ke daerah lain,” ujarnya menutup pertemuan.

Dengan berdirinya SWAKKA, para pelaku media lokal diharapkan memiliki wadah baru yang mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, dan mendorong lahirnya karya jurnalistik serta konten kreatif yang lebih bermakna bagi masyarakat. (HH)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Miftah Fauzi dan Ribuan Pedagang Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

    KH Miftah Fauzi dan Ribuan Pedagang Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – KH Miftah Fauzi bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk Tasikmalaya saat ini berada dalam satu posisi yang sama: menunggu. Bukan sekadar menunggu janji, melainkan menunggu kehadiran negara dalam bentuk kebijakan nyata yang menyentuh persoalan pasar tradisional. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya telah terjalin dan berjalan […]

  • Diky Soroti Peran Penting Sukwan Kebersihan Kota Tasikmalaya

    Diky Soroti Peran Penting Sukwan Kebersihan Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Nasib para tenaga sukwan kebersihan di Kota Tasikmalaya mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, mengaku telah menyiapkan usulan khusus agar para petugas kebersihan non-ASN tersebut mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan pemerintah kota. Diky menyebut, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap […]

  • Popwilda 2026: Garut Seleksi Atlet Pelajar Terbaik

    Popwilda 2026: Garut Seleksi Atlet Pelajar Terbaik

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Kabupaten Garut mengirim sinyal serius jelang Popwilda Jawa Barat 2026. Tidak ingin sekadar menjadi peserta pelengkap, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dispora dan BAPOPSI mulai menyiapkan kontingen terbaik lewat seleksi terbuka atlet pelajar yang digelar di SOR RAA Adiwijaya, Tarogong Kidul. Seleksi ini menjadi langkah awal dalam membangun tim yang kompetitif untuk […]

  • PSG vs arsenal final Liga Champions - astakona

    Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Daya Ledak Serangan vs Benteng Kokoh

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA OLAHRAGA – Partai final Liga Champions yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik musim ini. Pertandingan PSG VS Arsenal di final Liga Champions ini bukan hanya karena kualitas kedua tim yang sama-sama impresif, tetapi juga karena perbedaan gaya bermain yang begitu mencolok. PSG datang dengan identitas […]

  • Peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya pada Dies Natalis ke-52

    Peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya pada Dies Natalis ke-52

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Perjalanan panjang Unitas Tasikmalaya memasuki fase baru setelah kampus tersebut resmi memperkenalkan identitas barunya sebagai Universitas Islam Tasikmalaya. Perubahan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-52 yang digelar pada Selasa (9/6/2026), sekaligus menandai arah baru pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur. Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam […]

  • Indikasi Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

    Indikasi Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA –Seorang aktivis asal Tasikmalaya, Diki dari Forum Diskusi Albadar, menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya pada hari Selasa (05/08/2025), dengan membawa berkas yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.  Diki mengungkapkan ada beberapa indikasi korupsi yang terdapat dalam berkas-berkas dokumen tersebut. Berkas tersebut memuat data dan temuan […]

expand_less