Puskesmas Cimerak Klarifikasi Keluhan Ambulans Korban Pantai Madasari Pangandaran
- account_circle adminastakona
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA PANGANDARAN – Puskesmas Cimerak akhirnya memberikan penjelasan terkait keluhan keluarga wisatawan asal Kabupaten Garut, Siti Atika (58), yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan laut di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, Jumat (15/5/2026).
Sebelumnya, keluarga korban menyampaikan kekecewaan terhadap proses pelayanan, khususnya terkait penanganan ambulans untuk pemulangan jenazah yang dinilai berlangsung lambat. Keluhan tersebut sempat menjadi sorotan setelah pihak keluarga mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan kepastian kendaraan.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puskesmas Cimerak, dr. Yudith Farianti Rukmana, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa korban dan keluarga.
Menurutnya, insiden tersebut menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi bagi pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan kondisi darurat di kawasan wisata.
Akui Koordinasi Belum Maksimal
Dalam klarifikasinya, pihak Puskesmas Cimerak mengakui masih terdapat kekurangan dalam koordinasi pelayanan saat penanganan korban kecelakaan laut di Pantai Madasari, Pangandaran.
Kondisi tersebut, menurut pihak puskesmas, menjadi catatan penting untuk perbaikan sistem ke depan, termasuk penguatan komunikasi dengan fasilitas kesehatan lain maupun Dinas Kesehatan.
Evaluasi tersebut diarahkan agar proses administrasi maupun penanganan wisatawan yang mengalami kondisi darurat dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Bantah Ada Pungutan Biaya
Selain soal koordinasi, pihak Puskesmas Cimerak juga menegaskan tidak ada pungutan biaya administrasi yang diterima dari keluarga korban selama proses penanganan medis maupun pemberangkatan jenazah.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah publik.
Puskesmas menyatakan tidak menerima pembayaran apa pun yang berkaitan dengan pelayanan korban selama berada dalam penanganan fasilitas kesehatan tersebut.
Permintaan Maaf dan Janji Evaluasi
Pihak puskesmas juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan keluarga korban di tengah suasana duka.
Menurut dr. Yudith, kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah wisata yang memiliki potensi risiko kecelakaan laut.
Perbaikan koordinasi lintas instansi disebut menjadi salah satu langkah yang akan diperkuat agar respons terhadap kejadian serupa dapat berjalan lebih optimal.
Sorotan Keselamatan Wisata
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kesiapan sistem tanggap darurat di kawasan wisata, terutama destinasi pantai yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Mulai dari kehadiran petugas keselamatan, respons medis cepat, hingga mekanisme penanganan korban menjadi aspek yang kini mendapat perhatian publik.
Peristiwa meninggalnya wisatawan asal Garut di Pantai Madasari Pangandaran menjadi pengingat bahwa keselamatan wisata harus ditopang kesiapan layanan yang responsif dan terkoordinasi. (fd)
- Penulis: adminastakona
