Angka Pengangguran Tasikmalaya Masih Tinggi, Ini Strategi Pemerintah Kabupaten
- account_circle adminastakona
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus menyiapkan berbagai langkah untuk menekan angka pengangguran yang hingga 2025 masih berada di kisaran puluhan ribu orang. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah warga yang belum terserap ke dunia kerja tercatat mencapai sekitar 38 ribu orang.
Angka tersebut menjadi perhatian serius mengingat jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar 1,9 juta jiwa. Pemerintah daerah pun mulai mengakselerasi sejumlah program untuk memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.
Upaya tersebut dijalankan melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) Kabupaten Tasikmalaya.
Pelatihan Vokasi Jadi Salah Satu Fokus
Kepala DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, Faisal Seoparianto, menyebut persoalan pengangguran sebenarnya menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun, meski jumlahnya masih cukup besar.
Menurutnya, salah satu strategi utama yang ditempuh pemerintah daerah adalah penguatan pelatihan vokasi agar pencari kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan kerja, balai latihan kerja, hingga program penempatan tenaga kerja internasional.
Salah satu peluang yang tengah dibuka adalah jalur penempatan kerja ke luar negeri, termasuk melalui program kerja sama dengan Jepang.
Langkah tersebut dinilai sebagai salah satu solusi untuk memperluas akses kerja bagi masyarakat yang memiliki keterampilan dan kesiapan kerja.
Investor Didorong Masuk ke Tasikmalaya
Selain peningkatan kompetensi tenaga kerja, pemerintah daerah juga menilai masuknya investasi menjadi faktor penting dalam menurunkan angka pengangguran di Tasikmalaya.
Dengan bertambahnya investasi, peluang terbukanya usaha baru dan penyerapan tenaga kerja lokal dinilai akan semakin besar.
Pemerintah menyebut sudah ada sejumlah rencana investasi yang diproyeksikan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Salah satu proyek yang disebut berpotensi menyerap tenaga kerja adalah pembangunan fasilitas layanan kesehatan di wilayah Tasikmalaya bagian utara.
Job Fair dan Penguatan UMKM Jadi Strategi Tambahan
Pemkab juga menyiapkan skema lain melalui pelaksanaan job fair Tasikmalaya, baik secara daring maupun luring.
Program ini ditujukan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, mulai dari lulusan sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
Tak hanya sektor formal, pemerintah juga mendorong peningkatan keterampilan masyarakat berbasis usaha mikro dan ekonomi kreatif.
Pelatihan seperti kerajinan bambu, bordir, hingga keterampilan teknis lain disiapkan agar masyarakat memiliki peluang usaha mandiri atau terserap ke sektor UMKM.
Gandeng 136 SMK, Siapkan Talenta Kerja
Kabid Ketenagakerjaan DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, Heri Susanto, mengatakan target pemerintah adalah menurunkan angka pengangguran secara signifikan.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah berencana memperkuat sinergi dengan sekolah menengah kejuruan.
Sebanyak 136 SMK di Kabupaten Tasikmalaya disebut akan dilibatkan dalam skema kerja sama penguatan keterampilan kerja.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembentukan atau penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK), termasuk pengenalan pelatihan bahasa asing seperti bahasa Jepang.
Skema ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMK untuk masuk ke pasar kerja, termasuk pasar kerja internasional.
Dengan kombinasi pelatihan vokasi, investasi, job fair, hingga kolaborasi pendidikan, pemerintah berharap tekanan pengangguran dapat ditekan secara bertahap. (df)
- Penulis: adminastakona
