Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Pengadaan Sarung di Tengah Efisiensi Anggaran Picu Kritik Mahasiswa Tasikmalaya

Pengadaan Sarung di Tengah Efisiensi Anggaran Picu Kritik Mahasiswa Tasikmalaya

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAKebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran dalam APBD Kota Tasikmalaya Tahun 2026 memicu sorotan dari kalangan mahasiswa. Program yang total nilainya mencapai sekitar Rp841 juta dinilai tidak selaras dengan situasi fiskal daerah yang disebut sedang terbatas.

Sorotan tersebut disampaikan Perhimpunan Mahasiswa Independen Tasikmalaya (PAMIT) yang menilai kebijakan tersebut berpotensi menunjukkan ketidaktepatan prioritas dalam pengelolaan anggaran publik.

Berdasarkan dokumen perencanaan pengadaan pemerintah daerah, anggaran pembelian sarung tersebar di sejumlah perangkat daerah, antara lain:

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya: sekitar Rp527 juta

  • Kecamatan Kawalu: sekitar Rp189 juta

  • Kecamatan Cihideung: sekitar Rp124 juta

Jika dijumlahkan, total anggaran pengadaan tersebut mencapai sekitar Rp841 juta.

Nilai tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena muncul di tengah berbagai kebutuhan pembangunan daerah yang dinilai lebih mendesak.


Alasan Pemerintah: Untuk Tokoh Masyarakat

Dalam audiensi antara mahasiswa dan pemerintah daerah pada 11 Maret 2026, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa program tersebut diprioritaskan untuk tokoh-tokoh masyarakat.

Namun penjelasan tersebut tidak serta-merta meredam kritik.

Ketua PAMIT Ujang Amin menyebut kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran memunculkan pertanyaan publik terkait arah kebijakan fiskal pemerintah daerah.

Menurutnya, ketika pemerintah menyampaikan kondisi fiskal yang terbatas, masyarakat tentu berharap anggaran lebih difokuskan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan warga.

“Ketika pemerintah menyatakan anggaran terbatas dan sejumlah program pembangunan harus menyesuaikan, publik tentu berhak mempertanyakan munculnya pengadaan sarung ratusan juta rupiah yang diprioritaskan untuk kelompok tertentu,” ujarnya.


Transparansi Program Dipertanyakan

Selain soal prioritas anggaran, mahasiswa juga mempertanyakan aspek transparansi program tersebut.

Menurut PAMIT, hingga kini belum ada penjelasan yang cukup rinci mengenai beberapa hal penting, seperti:

  • dasar kebijakan pengadaan sarung

  • jumlah penerima program

  • kriteria tokoh masyarakat yang berhak menerima

  • mekanisme distribusi sarung

  • dampak program terhadap masyarakat luas

Tanpa penjelasan yang jelas, kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Mahasiswa juga menilai program tersebut berpotensi memperkuat kesan bahwa sebagian belanja daerah masih digunakan untuk kegiatan yang lebih bersifat simbolik dibandingkan program pembangunan yang substansial.

“APBD bukan instrumen untuk membangun kedekatan dengan kelompok tertentu. APBD adalah instrumen pembangunan yang harus berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” tegas Ujang.


Surat Resmi Dilayangkan ke Pemerintah

Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, PAMIT telah mengirimkan surat resmi permintaan klarifikasi kepada beberapa instansi pemerintah daerah Kota Tasikmalaya.

Surat tersebut ditujukan kepada:

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya

  • Kecamatan Kawalu

  • Kecamatan Cihideung

Mahasiswa meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran, termasuk dasar perencanaan, total pengadaan, serta mekanisme distribusi program kepada masyarakat.


Mahasiswa Akan Terus Kawal APBD

PAMIT menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBD merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

Akuntabilitas anggaran tidak hanya berlaku di hadapan lembaga formal, tetapi juga kepada masyarakat sebagai pemilik kedaulatan anggaran.

Ujang Amin menyebut jika pemerintah tidak mampu menjelaskan kebijakan tersebut secara rasional kepada publik, maka wajar jika muncul penilaian bahwa kebijakan fiskal daerah tidak sensitif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Jika pemerintah tidak mampu menjelaskan kebijakan ini secara rasional kepada publik, maka wajar jika masyarakat mempertanyakan sensitivitas pemerintah terhadap kebutuhan rakyat,” ujarnya.

Mahasiswa memastikan akan terus mengawal polemik pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan integritas pengelolaan APBD.

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencurian Sepeda Listrik di Cisayong Berujung Bentrok, Dua Warga Terluka

    Pencurian Sepeda Listrik di Cisayong Berujung Bentrok, Dua Warga Terluka

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Upaya dugaan pencurian sepeda listrik di wilayah Kampung Cinusa Hilir, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, berakhir ricuh. Seorang pria berusia 63 tahun berinisial AS diamankan warga setelah diduga mencoba mencuri dan melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam saat aksinya dipergoki penghuni rumah. Insiden tersebut terjadi pada Senin dini hari, 25 Mei […]

  • Deklarasi SWAKKA, Momentum Sinergi Media dan Pemerintah di Priangan Timur

    Deklarasi SWAKKA, Momentum Sinergi Media dan Pemerintah di Priangan Timur

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Deklarasi komunitas media SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif) di Grand Metro Hotel Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi media dengan pemerintah di wilayah Priangan Timur. Sejak pagi, ruang pertemuan hotel mulai dipadati pejabat dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis. Hadir pula unsur legislatif, penegak […]

  • PT Alba Banjar: Miskomunikasi Soal Evaluasi Kinerja Picu Ketegangan

    PT Alba Banjar: Miskomunikasi Soal Evaluasi Kinerja Picu Ketegangan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Ketegangan yang sempat mencuat di lingkungan kerja PT Alba, Kota Banjar, akhirnya berhasil diselesaikan secara musyawarah antara pihak perusahaan dan para pekerja, Kamis (21/5/2026). Permasalahan yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan itu dipastikan berakhir damai setelah kedua belah pihak duduk bersama mencari solusi. Persoalan bermula dari munculnya informasi mengenai rencana […]

  • Evakuasi Kucing Tasikmalaya, Damkar Potong Tralis Demi Selamatkan Hewan

    Evakuasi Kucing Tasikmalaya, Damkar Potong Tralis Demi Selamatkan Hewan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aksi Evakuasi Kucing Tasikmalaya kembali menunjukkan peran luas yang dijalankan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya. Tidak hanya menangani kebakaran dan bencana, petugas juga bergerak cepat saat menerima laporan seekor kucing yang terjebak di sela-sela tralis besi rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi ketika pemilik rumah mendapati kucing peliharaannya tidak dapat melepaskan […]

  • kadishub-tasikmalaya-dprd-soroti-pelantikan

    DPRD Tasikmalaya Soroti Pengangkatan Kadishub, Singgung Aspek Regulasi ASN

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memunculkan perhatian publik, terutama terkait pelantikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Tasikmalaya dalam agenda perombakan pejabat yang digelar Selasa (12/5/2026). Sorotan muncul setelah beredar pertanyaan mengenai kesiapan pejabat yang ditunjuk untuk memimpin salah satu organisasi perangkat daerah strategis tersebut, terlebih karena […]

  • LPM Sukamaju Kaler Kota Tasikmalaya Gelar Sosialisasi Koperasi Merah Putih

    LPM Sukamaju Kaler Kota Tasikmalaya Gelar Sosialisasi Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Sosialisasi Koperasi Merah Putih digelar LPM Sukamaju Kaler, Kota Tasikmalaya, untuk memperkenalkan program koperasi dan manfaatnya bagi warga. Kegiatan ini disambut antusias, meski masih ada tantangan dalam memberikan pemahaman bahwa dana yang dikelola bukan hibah. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketua LPM Sukamaju Kaler, Yayan, menjelaskan bahwa sosialisasi Koperasi […]

expand_less