Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial » Kesbang Kab. Tasikmalaya Nyalakan Semangat Kebangsaan Siswa Lewat Game

Kesbang Kab. Tasikmalaya Nyalakan Semangat Kebangsaan Siswa Lewat Game

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

astakona.com, ADVERTORIAL. Suasana riuh terdengar di aula SMP Negeri 1 Cigalontang. Bukan karena pertandingan olahraga atau pentas seni, melainkan karena ratusan siswa tengah larut dalam permainan interaktif yang sarat makna kebangsaan. Inilah cara baru yang dihadirkan Kesbang Kab. Tasikmalaya untuk menanamkan cinta tanah air sejak dini.

Alih-alih duduk mendengarkan seminar panjang atau diskusi formal, 150 siswa kali ini tampak antusias berlomba dalam permainan edukatif. Tawa, sorak, dan semangat kompetisi mewarnai acara. Namun di balik keceriaan itu, terselip pesan serius: membangkitkan nasionalisme generasi muda.

Menyasar Generasi Emas

Program ini dibuka dengan sambutan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Sana Andriana, S.Pd., S.E., M.M., Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. Ia menegaskan bahwa fokus sosialisasi kali ini adalah siswa SMP—usia tepat untuk membentuk fondasi karakter kebangsaan.

“Kesbang Kab. Tasikmalaya ingin membekali generasi emas Indonesia. Kelak, di usia 100 tahun kemerdekaan, mereka akan menjadi pengendali bangsa. Tanpa bekal nasionalisme, kita khawatir rasa cinta tanah air mereka pudar,” ucap Sana penuh keyakinan.

Belajar Sambil Bermain

Pendekatan berbasis game bukan tanpa alasan. Menurut Mariyani, S.H., Kepala Seksi Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, anak SMP lebih mudah menyerap nilai ketika belajar sambil bermain. “Alhamdulillah, respon mereka luar biasa. Gamenya seru, kompetitif, dan hadiah membuat mereka semakin bersemangat. Ini lokus kedua sosialisasi metode permainan, dan hasilnya sesuai harapan,” jelasnya.

Setiap tantangan permainan dirancang untuk menanamkan nilai persatuan, kerja sama, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu tidak disampaikan melalui ceramah panjang, melainkan melalui pengalaman nyata yang menyenangkan.

Dukungan dari Sekolah

Kepala SMPN 1 Cigalontang, Hj. Suryakania, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat metode baru ini. Baginya, pendekatan permainan tidak hanya menghibur, tetapi tepat sasaran.

“Anak-anak terlihat begitu antusias. Mereka belajar kebangsaan tanpa merasa digurui. Kami berharap kegiatan ini berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya dengan senyum bangga.

Menyalakan Api Nasionalisme

Di tengah arus globalisasi dan gempuran budaya asing, menjaga semangat kebangsaan di kalangan remaja bukan hal mudah. Langkah Kesbang Kab. Tasikmalaya menghadirkan sosialisasi berbasis permainan terasa segar sekaligus penting.

Apa yang terlihat hari itu bukan sekadar tawa dan tepuk tangan. Lebih dari itu, ia adalah percikan kecil api nasionalisme yang diyakini akan tumbuh menjadi kobaran besar di dada generasi penerus bangsa.

Dengan pendekatan kreatif ini, Kesbang Kab. Tasikmalaya membuktikan bahwa menanamkan cinta tanah air bisa dilakukan dengan cara menyenangkan. Mencintai Indonesia bukan hanya soal hafalan teks, melainkan menghidupkan rasa bangga dan tanggung jawab pada negeri sejak dini. (Astakona.com/AA)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Suasana belajar di SDN Datar Cipatujah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, kini jauh dari kata ideal. Sekolah yang telah berdiri sekitar 76 tahun itu mengalami kerusakan serius pada sejumlah bagian bangunannya. Langit-langit kelas terlihat retak bahkan berlubang di beberapa titik. Jendela-jendela banyak yang rusak. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar […]

  • Warga Garut Butuh Pertolongan: Ketika Masalah Kesehatan Bertemu Kemiskinan

    Warga Garut Butuh Pertolongan: Ketika Masalah Kesehatan Bertemu Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Garut – Kasus keluarga Pirmansyah dan Isoh Nurjanah di Kecamatan Pakenjeng membuka kembali persoalan lama yang kerap tersembunyi: keterbatasan akses penanganan kesehatan mental bagi warga miskin. Sepasang suami istri paruh baya itu sedang duduk berdampingan. Bukan sedang menunggu tamu, bukan pula menikmati sore. Wajah mereka terlihat lelah—lelah yang tidak selesai hanya dengan tidur semalam. Di […]

  • RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya Resmi Beroperasi, Tapi…

    RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya Resmi Beroperasi, Tapi…

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi membuka pelayanan rumah sakit umum daerah tipe D, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya, yang berlokasi di Jalan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, sejak Desember 2024. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi solusi layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan, timur, hingga perbatasan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Dengan berdirinya […]

  • Siapa Gus Irfan

    Siapa Gus Irfan? Profil Menteri Haji dan Umrah Baru Kabinet Prabowo

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA POLITIK & PEMERINTAHAN. Pelantikan Mochamad Irfan Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 menjadi sorotan publik. Banyak yang bertanya-tanya, siapa Gus Irfan dan bagaimana rekam jejaknya hingga dipercaya oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan strategis ini? Gus […]

  • Bupati Garut Minta Kades Baru Fokus Atasi Stunting dan Anak Putus Sekolah

    Bupati Garut Minta Kades Baru Fokus Atasi Stunting dan Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

      Astakona, BERITA GARUT – Pelantikan tujuh Kepala Desa Garut hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) dimanfaatkan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, untuk menegaskan sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan di tingkat desa. Dalam arahannya, Bupati meminta para kepala desa yang baru dilantik agar tidak hanya fokus pada administrasi pemerintahan, tetapi juga aktif menangani persoalan […]

  • kasus kuota haji 2025

    KPK Sita Aset Miliaran Rupiah dari ASN Kemenag Terkait Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, PERISTIWA. Kasus Kuota Haji kembali menjadi sorotan publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyita dua unit rumah milik aparatur sipil negara (ASN) di Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama. Nilai aset yang diamankan diperkirakan mencapai Rp6,5 miliar. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan penyitaan dilakukan pada 8 September 2025. Dua rumah yang […]

expand_less