Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial » 51 ASN BPKAD Kota Tasikmalaya Bergerak Lawan Stunting

51 ASN BPKAD Kota Tasikmalaya Bergerak Lawan Stunting

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

astakona.com, ADVERTORIAL. Di tengah deretan angka dan laporan keuangan yang biasa mereka kelola, sebanyak 51 ASN Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya kini menjalani peran baru yang jauh lebih personal: menjadi orang tua asuh bagi anak-anak balita stunting. Sebuah amanah yang tidak tertulis dalam surat tugas, tetapi melekat erat dalam nurani sebagai pelayan masyarakat. Langkah awal pendampingan ini dimulai pada 27 dan 28 Mei 2025, saat para ASN menyambangi rumah-rumah anak asuh mereka di berbagai kelurahan di Kecamatan Kawalu. Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Gerakan Peduli Stunting (GPS), sebuah inisiatif berbasis kolaborasi yang menempatkan ASN sebagai garda depan dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Tasikmalaya. “Anak-anak ini adalah amanah. Kalau kita peduli, kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik, bukan hanya untuk mereka tapi juga untuk kota ini,” ujar Hj. Hesti Widiawati, SE., M.M.,Plt. Kepala BPKAD Kota Tasikmalaya, saat mendampingi salah satu kunjungan. Baginya, kegiatan ini menjadi ruang belajar baru, bukan hanya tentang data gizi, tetapi tentang makna kehadiran. Dalam GPS, ASN tidak hanya datang membawa bingkisan atau formulir monitoring. Mereka duduk bersama orang tua anak, mendengar cerita, mencatat kondisi, memetakan tantangan sehari-hari: dari sanitasi yang terbatas, gizi yang kurang seimbang, hingga pola asuh yang masih minim edukasi. Semua ini dilakukan dengan empati, bukan sekadar belas kasihan. Hj. Yeni Mulyani, SE., M.M., Kepala Bidang Aset Daerah, mengaku bahwa kegiatan ini mengubah cara pandangnya terhadap peran ASN. “Selama ini, kita berpikir ASN cukup bekerja sesuai target kinerja. Tapi dalam program ini, saya merasa lebih manusiawi—lebih dekat dengan realitas warga,” katanya, lirih. Kegiatan pendampingan ini pun dijadwalkan akan berlangsung rutin setiap Jumat pada minggu kedua tiap bulan. Jadwal ini bukan beban, melainkan komitmen bersama untuk hadir dan terlibat secara berkelanjutan. Demy Rahayu, SP., Kabid Anggaran, menyebut GPS sebagai “revolusi kecil dalam dunia birokrasi”. Menurutnya, ASN perlu sesekali turun ke lapangan agar tidak hanya membaca laporan, tetapi menyentuh kehidupan. “Kami terbiasa berkutat dengan catatan anggaran. Tapi satu kunjungan ke rumah anak stunting bisa lebih membuka mata dibandingkan tumpukan laporan,” ungkapnya. Sementara itu, Ghufron Afandi, SE., M.M., Kabid Akuntansi, menyebut pendampingan ini sebagai bagian dari investasi sosial. “Mereka mungkin tak mengenal kami sebagai pejabat. Tapi kehadiran kita yang konsisten akan membangun kepercayaan. Dan itu, membuat saya merasa lebih bernilai,” ujarnya. Menutup rangkaian kunjungan, Teni Nurhayati, SE., M.M., Kabid Perbendaharaan dan Kas Daerah, menyampaikan harapan agar GPS tidak berhenti sebagai program tahunan. “Kami ingin ini menjadi budaya kerja baru, di mana ASN hadir tak hanya sebagai birokrat, tapi sebagai saudara, tetangga, dan bagian dari solusi.” Di balik setiap kunjungan yang sederhana, tersimpan semangat besar: menumbuhkan harapan di tengah keterbatasan. Sebab stunting bukan hanya tentang fisik yang terganggu, tapi tentang masa depan yang terancam. Dan puluhan ASN BPKAD Kota Tasikmalaya memilih untuk tidak tinggal diam—mereka hadir, mereka peduli, dan mereka bergerak! (Lintas Priangan/AA) Sumber: Lintas Priangan
  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus kuota haji 2025

    KPK Sita Aset Miliaran Rupiah dari ASN Kemenag Terkait Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 49
    • 0Komentar

    astakona.com, PERISTIWA. Kasus Kuota Haji kembali menjadi sorotan publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyita dua unit rumah milik aparatur sipil negara (ASN) di Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama. Nilai aset yang diamankan diperkirakan mencapai Rp6,5 miliar. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan penyitaan dilakukan pada 8 September 2025. Dua rumah yang […]

  • Penemuan Mayat di Cibeureum, Pria 56 Tahun Diduga Sudah Sepekan Meninggal

    Penemuan Mayat di Cibeureum, Pria 56 Tahun Diduga Sudah Sepekan Meninggal

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Warga Perum Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, dibuat geger dengan peristiwa penemuan mayat di Cibeureum, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang pria bernama Danil (56) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dan diduga telah wafat lebih dari satu minggu. Kabar tersebut cepat menyebar dari mulut ke mulut. Dalam waktu […]

  • TPID Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri

    TPID Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menunjukkan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi yang digelar pada Selasa, 3 Februari 2026. Pertemuan strategis ini menjadi forum penting untuk […]

  • Kreator Disudutkan? Kasus Dugaan Markup Video Profil Picu Polemik Besar

    Kreator Disudutkan? Kasus Dugaan Markup Video Profil Picu Polemik Besar

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan markup pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo kembali memicu perdebatan luas, terutama di kalangan pekerja kreatif. Seorang videografer profesional, Amsal Christy Sitepu, dituntut hukuman pidana atas tuduhan penggelembungan anggaran dalam proyek video profil desa tahun 2020–2022. Nilai proyek yang dipermasalahkan disebut mencapai Rp30 juta per video, dengan total […]

  • dishub-kabupaten tasikmalaya-truk-besar-gunungsari-cipanas

    Truk Pengangkut Pasir Mulai Diputar Balik, Dishub Tasikmalaya Bertindak

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • account_circle adminastakona
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait kerusakan jalan penghubung Desa Gunungsari dan Desa Tawangbanteng yang diduga dipicu aktivitas kendaraan berat pengangkut material tambang. Sehari setelah audiensi antara warga dan pemerintah daerah digelar, Dishub Kabupaten Tasikmalaya langsung menerjunkan petugas ke lapangan pada Selasa (12/5/2026) pagi sebagai langkah […]

  • Ramadhan Dihantam OTT Pejabat Daerah, Demokrasi Diuji Kepercayaan Publik

    Ramadhan Dihantam OTT Pejabat Daerah, Demokrasi Diuji Kepercayaan Publik

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Astakona, SUDUT PANDANG  – Dalam hitungan bulan, sejumlah kepala daerah kembali tersandung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terbaru, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman diamankan dalam operasi KPK di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam waktu yang relatif berdekatan. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo […]

expand_less