Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Nasional » WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menggulirkan kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan mulai setelah Lebaran 2026. Langkah ini diklaim sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global.

Namun di balik klaim efisiensi energi, kebijakan ini mulai menuai keraguan. Sejumlah pihak menilai, tanpa pengawasan ketat, WFH berpotensi menjadi kebijakan simbolik yang minim dampak nyata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan implementasi kebijakan tetap berjalan meski aturan teknis masih disusun.

“WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara dan didorong untuk diikuti sektor swasta, dengan pengecualian layanan publik yang tetap beroperasi normal.

Dibalik Ambisi Hemat BBM

 

Pemerintah menempatkan WFH bagi ASN sebagai bagian dari strategi penghematan energi, menyusul harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan estimasi awal penghematan BBM mencapai sekitar 20 persen.

Namun angka tersebut masih bersifat kasar dan belum diuji dalam implementasi nyata di luar situasi krisis seperti pandemi.

Di sisi lain, pembatasan WFH hanya satu hari dalam sepekan menunjukkan adanya kompromi antara efisiensi energi dan efektivitas kerja.

“Tidak semua pekerjaan bisa optimal jika dilakukan secara WFH,” ujarnya.

WFH atau WFE?

Alih-alih menjadi solusi, kebijakan ini dinilai berisiko melenceng dari tujuan awal. Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, menyoroti lemahnya faktor pendorong kedisiplinan dalam kebijakan ini.
Berbeda dengan masa pandemi Covid-19, saat ini tidak ada tekanan yang memaksa masyarakat untuk benar-benar tinggal di rumah.

“Tanpa variabel paksa, WFH rawan berubah menjadi Work From Everywhere (WFE),” katanya.

Artinya, alih-alih mengurangi mobilitas, pekerja justru bisa memanfaatkan hari WFH untuk bepergian, berwisata, atau memperpanjang akhir pekan.

Jika itu terjadi, konsumsi BBM justru tidak turun signifikan, bahkan berpotensi stagnan.

Efek Domino ke Ekonomi Kecil

Kebijakan WFH bagi ASN juga berpotensi menimbulkan efek domino ke sektor ekonomi informal. Penurunan aktivitas perkantoran dipastikan berdampak langsung pada pelaku usaha kecil.

Warung makan, pedagang kaki lima, hingga pengemudi ojek online yang selama ini bergantung pada mobilitas pekerja kantoran berisiko kehilangan pendapatan.

“WFH satu hari saja bisa menggerus omzet harian pelaku UMKM,” ungkap Fahmy.

Tidak hanya itu, sektor manufaktur juga menghadapi potensi penurunan produktivitas jika kebijakan diterapkan tanpa fleksibilitas sesuai karakter pekerjaan.

Kebijakan Alternatif Lebih Tepat Sasaran?

Di tengah pro dan kontra, muncul usulan agar pemerintah tidak semata mengandalkan WFH bagi ASN sebagai solusi penghematan energi.

Fahmy menilai, pembatasan BBM subsidi justru lebih efektif dan berdampak langsung pada pengendalian anggaran negara.

Menurutnya, subsidi BBM seharusnya difokuskan hanya untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum, sementara mobil pribadi wajib menggunakan BBM non-subsidi.

Langkah ini diperkirakan mampu menghemat hingga Rp120 triliun per tahun—jauh lebih signifikan dibandingkan potensi efisiensi dari kebijakan WFH.

Ujian Implementasi, Bukan Sekadar Wacana

Pada akhirnya, efektivitas WFH bagi ASN akan sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan. Tanpa pengawasan, disiplin, dan mekanisme evaluasi yang jelas, kebijakan ini berisiko menjadi sekadar wacana tanpa dampak signifikan.

Di tengah tekanan fiskal dan gejolak energi global, pemerintah dituntut tidak hanya menghadirkan kebijakan cepat, tetapi juga tepat sasaran.
Jika tidak, WFH bukan solusi—melainkan ilusi kebijakan. (red) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya Picu Kerusakan Parah

    Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya Picu Kerusakan Parah

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aktivitas produksi di sebuah sentra pembuatan cobek kayu di Kecamatan Tamansari mendadak terhenti setelah Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya terjadi pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Kobaran api yang muncul saat suasana masih sepi menyebabkan sebagian bangunan dan area produksi mengalami kerusakan cukup berat. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Ciwaas Depok II, […]

  • klarifikasi-puskesmas-cimerak-pantai-madasari-astakona

    Puskesmas Cimerak Klarifikasi Keluhan Ambulans Korban Pantai Madasari Pangandaran

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN – Puskesmas Cimerak akhirnya memberikan penjelasan terkait keluhan keluarga wisatawan asal Kabupaten Garut, Siti Atika (58), yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan laut di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, Jumat (15/5/2026). Sebelumnya, keluarga korban menyampaikan kekecewaan terhadap proses pelayanan, khususnya terkait penanganan ambulans untuk pemulangan jenazah yang dinilai berlangsung lambat. Keluhan […]

  • 302 Koperasi Merah Putih Tasikmalaya Diperkuat Armada Logistik Desa

    302 Koperasi Merah Putih Tasikmalaya Diperkuat Armada Logistik Desa

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya terus bergerak menuju tahap operasional. Selain pembangunan gedung koperasi, pemerintah kini mulai memperkuat infrastruktur pendukung berupa armada logistik yang diproyeksikan menjadi penggerak distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa. Sebanyak 302 unit Koperasi Merah Putih direncanakan beroperasi […]

  • Tasikmalaya: Maling Apes! Kepergok Warga saat Aksi

    Tasikmalaya: Maling Apes! Kepergok Warga saat Aksi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Upaya dugaan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, berhasil digagalkan warga setelah pelaku dipergoki langsung oleh pemilik kendaraan saat hendak membawa kabur sepeda motor miliknya. Peristiwa yang terjadi menjelang waktu berbuka aktivitas malam itu sempat memicu kepanikan warga sekitar. Insiden tersebut terjadi di Kampung Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota […]

  • FKRWG Luncurkan Asdes, Pemkab Garut Dukung Digitalisasi Layanan Desa

    FKRWG Luncurkan Asdes, Pemkab Garut Dukung Digitalisasi Layanan Desa

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT — Forum Komunikasi Rukun Warga Garut (FKRWG) menandai peringatan Milangkala ke-1 dengan meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital bernama Asisten Desa (Asdes). Peluncuran aplikasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut sebagai bagian dari dorongan transformasi digital dalam pelayanan masyarakat di tingkat akar rumput. Kegiatan yang digelar di Gedung Pemuda, Kecamatan […]

  • Andi Ibo DKKT Tasikmalaya

    Andi Ibo Usung Penguatan Kesenian Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, HIBURAN. Musisi senior asal Tasikmalaya, Andi Jaelani atau Andi Ibo, resmi menyatakan kesiapan maju dalam pemilihan Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2025–2030. Kepada sejumlah pihak, ia menegaskan bahwa pencalonan ini didorong oleh keinginannya memperkuat ekosistem seni lokal secara menyeluruh, mulai dari pendataan seniman hingga penyediaan ruang kreatif yang layak. Andi yang telah berkarier […]

expand_less