Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Ciamis Dorong Kebersihan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Pencitraan

Pemkab Ciamis Dorong Kebersihan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Pencitraan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA CIAMISPemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar mempercantik wajah daerah menjelang kunjungan pejabat. Lebih dari itu, Pemkab ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar kebersihan menjadi budaya yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di Aula Sekretariat Daerah, Senin (26/01/2026). Seluruh camat dan kepala desa dihadirkan dan diposisikan sebagai ujung tombak penggerak kebersihan di wilayah masing-masing.

Langkah ini diambil menjelang rencana kunjungan Menteri Lingkungan Hidup. Namun, Pemkab Ciamis menegaskan bahwa pembenahan lingkungan bukan semata demi menyambut agenda tersebut, melainkan bagian dari tanggung jawab jangka panjang.


Prestasi Harus Dijaga, Warga Jangan Pasif

Dalam arahannya, Bupati Herdiat menekankan bahwa prestasi Ciamis sebagai salah satu kota kecil terbersih di Asia Tenggara tidak boleh diperlakukan sebagai capaian sesaat. Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi.

“Kebersihan tidak boleh muncul karena ada penilaian atau kunjungan. Ini harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” tegas Herdiat.

Ia menegaskan bahwa warga harus proaktif jaga kebersihan lingkungan, bukan hanya mengandalkan petugas kebersihan atau program pemerintah. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, berbagai kebijakan hanya akan bersifat sementara.

Bupati juga mengungkapkan bahwa tim pemantau dari pemerintah pusat masih menemukan sejumlah catatan, terutama di sepanjang jalan nasional dan jalan provinsi yang melintasi wilayah Ciamis. Meski berada di luar kewenangan langsung pemerintah daerah, Herdiat menilai pembiaran tetap tidak bisa dibenarkan.

“Selama itu berada di wilayah kita, kebersihannya adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.


Titik Rawan Sampah Jadi Sorotan

Sejumlah titik menjadi perhatian khusus dalam evaluasi kebersihan. Di antaranya bekas pembakaran sampah di pinggir jalan, pengelolaan pasar tradisional dan pasar hewan, serta rumah-rumah kosong di sepanjang jalan protokol yang tampak tidak terawat.

Menurut Herdiat, masalah kebersihan tidak bisa dipisahkan dari kesadaran kolektif. Ia menilai masih ada anggapan keliru di masyarakat bahwa kebersihan sepenuhnya urusan pemerintah.

“Kalau warga tidak proaktif jaga kebersihan lingkungan, seberapa besar pun upaya pemerintah tidak akan cukup,” katanya.

Dalam konteks yang lebih luas, Bupati juga mengaitkan kebersihan dengan mitigasi bencana. Ia menyinggung peristiwa longsor di Bandung Barat sebagai pengingat bahwa kerusakan lingkungan bisa berdampak langsung pada keselamatan jiwa.

“Lingkungan yang tidak terawat bukan hanya mengganggu estetika, tapi juga bisa menjadi ancaman,” tambahnya.


Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan lingkungan.

Masyarakat didorong untuk memilah sampah dari rumah, memanfaatkan Bank Sampah untuk sampah bernilai ekonomi, serta mengolah sampah organik menjadi kompos atau pakan ternak.

“Jika pengelolaan dimulai dari rumah tangga, beban TPA bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Pemkab Ciamis juga terus mendorong penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penambahan kontainer sampah, serta pemasangan media edukasi di titik-titik rawan pembuangan sampah sembarangan.

Dengan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, Pemkab optimistis Ciamis mampu mempertahankan prestasi kebersihan. Namun satu pesan ditekankan dengan jelas: warga harus proaktif jaga kebersihan lingkungan jika ingin lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan benar-benar terwujud. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diky Candranegara Cari Solusi Darurat untuk Kantor KPU Kota Tasikmalaya

    Diky Candranegara Cari Solusi Darurat untuk Kantor KPU Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Operasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya terancam menghadapi kendala setelah masa kontrak gedung kantor yang saat ini digunakan resmi berakhir. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai bergerak mencari solusi cepat agar aktivitas lembaga penyelenggara pemilu tetap berjalan normal tanpa melanggar aturan yang berlaku. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, […]

  • Krisis Energi Mengintai: Selat Hormuz Ditutup Iran, Kapal Pertamina Berpacu Keluar Konflik

    Krisis Energi Mengintai: Selat Hormuz Ditutup Iran, Kapal Pertamina Berpacu Keluar Konflik

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA DUNIA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas setelah Selat Hormuz ditutup Iran menyusul serangan udara besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Penutupan jalur laut strategis tersebut diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui siaran televisi pemerintah Iran. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan […]

  • Data Terbuka, Tiga Kejanggalan: Pengadaan Bappelitbangda Tasikmalaya Jadi Sorotan

    Data Terbuka, Tiga Kejanggalan: Pengadaan Bappelitbangda Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Data pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya menjadi sorotan setelah dibuka ke publik melalui mekanisme keterbukaan informasi. Dari penelusuran terhadap dokumen tersebut, muncul tiga pola yang dinilai janggal dan memicu pertanyaan serius terhadap proses belanja barang dan jasa. Pola pertama terlihat dari banyaknya paket pengadaan yang memiliki nilai pagu dan realisasi yang […]

  • Tasikmalaya: Warga Kebon Tengah Geruduk Kantor Lurah Soal Polemik Daging Kurban

    Tasikmalaya: Warga Kebon Tengah Geruduk Kantor Lurah Soal Polemik Daging Kurban

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Suasana Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, memanas setelah warga keberatan terhadap kebijakan pengurus lingkungan. Polemik daging kurban yang dikaitkan dengan tunggakan Iuran Penduduk (IP) memicu kemarahan warga RT 03 RW 07 Kampung Kebon Tengah, Kelurahan Tuguraja, Kota Tasikmalaya. Warga mendatangi Kantor Kelurahan Tuguraja dan mendesak pemerintah turun tangan menyelesaikan konflik […]

  • Tambang Ilegal Tasikmalaya Disorot, ESDM Sebut Hanya Dua Berizin

    Tambang Ilegal Tasikmalaya Disorot, ESDM Sebut Hanya Dua Berizin

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Isu tambang ilegal Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah VI Tasikmalaya mengungkap fakta bahwa hingga saat ini hanya terdapat dua perusahaan yang mengantongi izin resmi untuk melakukan aktivitas pertambangan di Kota Tasikmalaya. Koordinator Penambangan dan Air Tanah ESDM Wilayah VI Tasikmalaya, Narendra Surya, menyebutkan […]

  • kesbangpol kabupaten ciamis - literasi politik untuk demokrasi desa

    Kesbangpol Kabupaten Ciamis Dorong Penguatan Literasi Politik di Tingkat Desa

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 96
    • 0Komentar

    astakona.com, POLITIK. Kesadaran politik masyarakat desa kembali menjadi sorotan Kepala Kesbangpol Kabupaten Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi. Dalam pandangannya, kualitas demokrasi tidak cukup diukur dari jalannya pemilu, melainkan dari sejauh mana warga memahami posisi dan tanggung jawab mereka dalam kehidupan berdemokrasi. Ia menilai, ketika warga mengerti hak serta peran mereka, aspirasi publik lebih mudah tersampaikan dan […]

expand_less