Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Satu Tahun Viman–Diky: Kritik Jalanan, Akankah Berujung Mosi Tak Percaya?

Satu Tahun Viman–Diky: Kritik Jalanan, Akankah Berujung Mosi Tak Percaya?

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA Menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan–Diky Candra, suhu politik lokal kembali menghangat. Ruang publik Kota Tasikmalaya dalam beberapa pekan terakhir dipenuhi beragam ekspresi kritik, mulai dari aksi massa mahasiswa, pemasangan spanduk bernada sindiran di kawasan Balai Kota, hingga menguatnya wacana mosi tidak percaya.

Rangkaian dinamika ini menunjukkan adanya akumulasi ekspresi publik yang tidak lagi berhenti pada tuntutan evaluasi kebijakan, tetapi mulai menyasar aspek kepercayaan terhadap kepemimpinan daerah.

Aksi Mahasiswa dan Awal Kritik Terbuka

Gelombang kritik bermula dari aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kota Tasikmalaya pada Jumat, 30 Januari 2026, di halaman Balai Kota. Mereka menyuarakan tuntutan evaluasi kinerja pemerintahan daerah menjelang satu tahun masa jabatan Viman–Diky. Sejumlah program prioritas dinilai belum berjalan optimal dan tidak berdampak signifikan bagi masyarakat.

Mahasiswa juga menuntut kehadiran langsung wali kota untuk berdialog terbuka. Namun hingga aksi berakhir, kepala daerah tidak hadir secara tatap muka. Absennya wali kota dalam momentum tersebut memicu kekecewaan lanjutan yang kemudian diekspresikan secara lebih visual oleh masyarakat.

Beberapa hari berselang, pagar Balai Kota Tasikmalaya dipenuhi spanduk-spanduk bernada kritik tajam. Pesan yang disampaikan tidak hanya menyindir respons pemerintah daerah, tetapi juga mempertanyakan efektivitas jalur aspirasi formal yang selama ini tersedia.

Spanduk-spanduk tersebut tidak bertahan lama dan sebagian diturunkan oleh aparat. Namun langkah ini justru memantik perdebatan publik yang lebih luas. Kritik tidak lagi terfokus pada isi spanduk, melainkan bergeser ke isu ruang kritik, kebebasan berekspresi, serta kualitas komunikasi politik antara pemerintah daerah dan warganya.

Dosen Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung (UNIK Cipasung), Syarif Hidayat, menilai fenomena pemasangan spanduk bernada kritik mencerminkan kepedulian publik yang masih tinggi terhadap kebijakan daerah. Menurutnya, keberanian warga menyampaikan kritik secara terbuka sekaligus menjadi sinyal bahwa mekanisme demokrasi formal belum sepenuhnya dirasakan efektif oleh masyarakat.

“Ketika aspirasi tidak disalurkan melalui mekanisme resmi dan justru muncul di ruang publik pemerintahan, itu menandakan adanya jarak komunikasi yang belum terjembatani,” ujarnya.

Eskalasi Menuju Mosi Tidak Percaya

Dinamika politik Tasikmalaya kini memasuki babak baru. Beredar poster digital yang mengajak masyarakat menghadiri aksi lanjutan pada 9 Februari 2026 di sekitar Balai Kota dengan tema “Tasikmalaya Darurat Kebijakan”. Aksi tersebut juga memuat seruan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan wali kota.

Ajakan yang dipromosikan oleh organisasi SAPMA Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya itu menyerukan kehadiran publik mulai pukul 13.00 WIB hingga wali kota hadir. Wacana mosi tidak percaya ini dinilai sebagai eskalasi paling serius dari kritik yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir.

Meski secara prosedural mosi tidak percaya di luar mekanisme parlemen tidak memiliki konsekuensi hukum langsung, langkah tersebut memiliki dampak simbolik yang kuat. Pengamat politik lokal menilai situasi ini mencerminkan krisis kepercayaan publik yang perlu segera direspons secara substantif oleh pemerintah daerah.

Tanpa perbaikan komunikasi dan keterbukaan dialog, tekanan publik diperkirakan akan terus meningkat dan berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Cirahong Kembali Makan Korban? Tim SAR Lanjutkan Pencarian

    Jembatan Cirahong Kembali Makan Korban? Tim SAR Lanjutkan Pencarian

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria diduga nekat terjun ke aliran Sungai Citanduy dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Memasuki hari kedua pencarian, Sabtu (23/5/2026), petugas gabungan terus menyisir aliran sungai di sekitar lokasi kejadian hingga ke area hilir. Derasnya arus Sungai Citanduy menjadi tantangan utama […]

  • dishub-kabupaten tasikmalaya-truk-besar-gunungsari-cipanas

    Truk Pengangkut Pasir Mulai Diputar Balik, Dishub Tasikmalaya Bertindak

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait kerusakan jalan penghubung Desa Gunungsari dan Desa Tawangbanteng yang diduga dipicu aktivitas kendaraan berat pengangkut material tambang. Sehari setelah audiensi antara warga dan pemerintah daerah digelar, Dishub Kabupaten Tasikmalaya langsung menerjunkan petugas ke lapangan pada Selasa (12/5/2026) pagi sebagai langkah […]

  • Ratusan Pelajar Tasikmalaya Dibekali Produksi Musik Digital, Siap Masuki Industri Kreatif

    Ratusan Pelajar Tasikmalaya Dibekali Produksi Musik Digital, Siap Masuki Industri Kreatif

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Perkembangan industri kreatif berbasis digital membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus menciptakan sumber penghasilan. Peluang tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang diikuti ratusan pelajar SMA, SMK, dan sederajat di Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di […]

  • Rumah Pengacara di Taraju Dirusak, Pelaku Terancam 2,5 Tahun Penjara

    Rumah Pengacara di Taraju Dirusak, Pelaku Terancam 2,5 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kasus rumah pengacara di Taraju dirusak akhirnya berhasil diungkap Satreskrim Polres Tasikmalaya. Seorang pria berinisial I.A.M ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melampiaskan emosinya dengan merusak rumah milik seorang advokat Kasus tersebut terjadi di Kampung Semah Madu, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Polisi menyebut tindakan pelaku dipicu rasa kecewa karena tidak […]

  • BPBD Ciamis Ingatkan Warga Waspadai Risiko Kecelakaan Air

    BPBD Ciamis Ingatkan Warga Waspadai Risiko Kecelakaan Air

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan perairan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mengeluarkan imbauan kewaspadaan terkait potensi Kecelakaan Air Ciamis. Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, danau, waduk, saluran irigasi, maupun lokasi perairan lainnya guna mencegah terjadinya insiden yang membahayakan keselamatan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif […]

  • Kabupaten Tasikmalaya: Keterbukaan Informasi Publik, Apa Kabar ?

    Kabupaten Tasikmalaya: Keterbukaan Informasi Publik, Apa Kabar ?

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Keterbukaan informasi publik di Kabupaten Tasikmalaya mendapat sorotan tajam dari Diki Sam Ani, seorang pemerhati masalah sosial dan kebijakan pemerintah. Diki menekankan pentingnya perhatian serius dari Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya terkait pelayanan informasi publik di daerah tersebut. Diki mengungkapkan kekhawatirannya setelah mengalami kesulitan dalam mengakses informasi publik di Dinas Pendidikan […]

expand_less