Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SPPG Petirhilir Ciamis Tak Sekadar Dapur MBG, Penggerak Ekonomi Warga.

SPPG Petirhilir Ciamis Tak Sekadar Dapur MBG, Penggerak Ekonomi Warga.

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA CIAMISKehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Petirhilir di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, membawa dampak yang lebih luas dari sekadar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain memastikan pemenuhan gizi bagi siswa dan kelompok rentan, SPPG ini juga menjadi penggerak baru ekonomi masyarakat lokal.

SPPG Petirhilir Ciamis resmi diluncurkan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sabilissalam, Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis pada hari Senin (26/1/2026). Dapur pelayanan gizi ini dirancang sebagai pusat pengolahan makanan bergizi yang melibatkan langsung warga sekitar sebagai tenaga kerja, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan UMKM dan kelompok masyarakat.

Model ini dinilai relevan dengan karakter wilayah Baregbeg yang memiliki potensi sumber daya manusia dan pelaku usaha pangan skala kecil. Dengan pendekatan tersebut, program MBG tidak hanya berhenti pada distribusi makanan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi.


Dapur Gizi Berbasis Warga dan UMKM Lokal

Ketua Yayasan Bakti Galuh Mandiri selaku mitra pelaksana, Sandra, menjelaskan bahwa konsep pengelolaan SPPG Petirhilir Ciamis sejak awal memang diarahkan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Tenaga dapur kami rekrut dari warga sekitar, termasuk ibu rumah tangga. Kami ingin program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Selain tenaga kerja, operasional dapur SPPG Petirhilir Ciamis juga melibatkan UMKM, kelompok wanita tani, PKK, hingga pelaku usaha pangan lokal dalam penyediaan bahan baku. Namun demikian, seluruh mitra tetap harus memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya, selama standar kualitas dan keamanan pangan terpenuhi. Dengan begitu, manfaat program bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” kata Sandra.

Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan rantai ekonomi lokal yang sehat, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga tenaga dapur, tanpa mengabaikan kualitas layanan gizi.


Pendampingan Jadi Kunci Jaga Mutu Layanan

Dalam praktiknya, banyak tenaga kerja dapur yang sebelumnya belum memiliki pengalaman mengelola dapur berskala besar. Karena itu, pendampingan intensif menjadi bagian penting dari operasional SPPG Petirhilir Ciamis.

Pendampingan dilakukan mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan. Evaluasi rutin juga diterapkan untuk memastikan mutu dan keamanan pangan tetap terjaga.

“Pendampingan ini penting agar pelayanan tetap profesional, higienis, dan sesuai standar. Ini bukan sekadar memasak, tapi layanan publik yang menyangkut kesehatan,” ungkap Sandra.

Dengan sistem tersebut, SPPG Petirhilir Ciamis diharapkan mampu menjaga konsistensi kualitas sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.


Pemerintah Kecamatan Nilai Efek Ganda Nyata

Camat Baregbeg, Dede Hendara, menyambut positif kehadiran SPPG Petirhilir Ciamis. Menurutnya, keberadaan dapur gizi ini memberikan efek ganda bagi wilayahnya.

“Selain meningkatkan kualitas gizi siswa, ibu hamil, dan balita, SPPG ini juga menggerakkan ekonomi warga. Ini langkah nyata membangun kesejahteraan dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum SPPG Petirhilir beroperasi, layanan makan bergizi gratis masih bergantung pada dapur di wilayah lain, sehingga distribusi dinilai kurang optimal.

“Dengan adanya SPPG di Baregbeg, pelayanan diharapkan lebih cepat, efisien, dan kualitasnya lebih terjamin,” katanya.

Dengan menggabungkan pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal, SPPG Petirhilir Ciamis diproyeksikan menjadi model pelayanan gizi berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa intervensi gizi bisa berjalan seiring dengan penguatan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • siaga bencana kabupaten tasikmalaya

    Kabupaten Tasikmalaya Siaga Bencana, Lintas Instansi Gelar Apel di Salawu

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 33
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan status siaga bencana menjelang puncak musim hujan. Langkah tersebut diwujudkan melalui apel gelar pasukan dan peralatan di Pos Siaga Tapal Kuda, Kecamatan Salawu, pada Kamis (6/11/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di wilayah selatan Jawa Barat […]

  • Pedagang Cikurubuk Layangkan Surat, Pemkot Tasikmalaya Ditunggu Bertindak

    Pedagang Cikurubuk Layangkan Surat, Pemkot Tasikmalaya Ditunggu Bertindak

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polemik penataan Pasar Tradisional Cikurubuk kini memasuki babak baru. Tidak lagi sebatas pernyataan di ruang publik, Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) secara resmi mengajukan tuntutan tertulis kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Langkah administratif ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pedagang dalam mendorong percepatan kebijakan. Di tengah belum terlihatnya progres konkret di lapangan, […]

  • bahaya artificial intelligence

    15 Bahaya AI: Potensi Ancaman yang Perlu Diwaspadai

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 46
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA TEKNOLOGI. Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu tren teknologi yang sangat mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Kehadirannya memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan efisiensi pekerjaan manusia dan mempermudah banyak aspek dalam kehidupan. Namun, di balik potensi positifnya, ada bahaya AI yang harus diperhatikan dan diwaspadai dengan serius. Meskipun teknologi ini menawarkan kemudahan, jika tidak […]

  • SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali menjadi sorotan publik. Dalam forum Audiensi Sapma PP dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah isu strategis terkait pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Sukapura diangkat secara terbuka dan argumentatif. Forum tersebut tidak dibangun atas asumsi, melainkan pertanyaan mendasar mengenai rasionalitas kebijakan manajerial. Bagaimana mungkin seorang […]

  • Silaturahmi SWAKKA KE Kejaksaan Negeri dan Inspektorat Tasikmalaya

    Langkah Terbuka SWAKKA: Dorong Transparansi Pejabat Publik di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Komunitas jurnalis dan konten kreator yang tergabung dalam Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mengambil langkah terbuka dengan mendatangi Kejaksaan Negeri serta Inspektorat di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026). Agenda tersebut dibaca sebagai upaya memperkuat peran pengawasan publik serta membangun relasi yang lebih sehat antara pers dan institusi negara […]

  • Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Suasana belajar di SDN Datar Cipatujah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, kini jauh dari kata ideal. Sekolah yang telah berdiri sekitar 76 tahun itu mengalami kerusakan serius pada sejumlah bagian bangunannya. Langit-langit kelas terlihat retak bahkan berlubang di beberapa titik. Jendela-jendela banyak yang rusak. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar […]

expand_less