Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya Resmi Beroperasi, Tapi…

RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya Resmi Beroperasi, Tapi…

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi membuka pelayanan rumah sakit umum daerah tipe D, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya, yang berlokasi di Jalan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, sejak Desember 2024. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi solusi layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan, timur, hingga perbatasan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan berdirinya RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya, masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan layanan medis di RSUD Dr Soekardjo. Harapannya, beban pasien dapat terdistribusi dan akses layanan kesehatan semakin merata.

Namun, realitas di lapangan berbicara lain.


Polemik Operasional dan Kritik Publik

Polemik operasional RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya kembali mencuat ke permukaan. Sejumlah elemen masyarakat melontarkan kritik keras terhadap manajemen pembangunan serta pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Kota Tasikmalaya tersebut.

Bahkan, muncul kritik tajam yang menyebut rumah sakit ini sebagai “monumen kegagalan perencanaan dan pembiaran aset publik”. Pernyataan itu bukan tanpa alasan.

Sejak resmi beroperasi, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya hingga kini belum dapat melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat mayoritas masyarakat sangat bergantung pada layanan BPJS untuk mendapatkan akses pengobatan yang terjangkau.


Terkendala Ventilator, Kerja Sama BPJS Belum Terwujud

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana, mengungkapkan bahwa kendala utama belum optimalnya pelayanan adalah masalah ventilator. Alat tersebut tidak dapat digunakan karena terlalu lama menganggur dan kini sudah discontinue.

Ketiadaan ventilator ini menjadi penghambat utama kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Padahal, kelengkapan alat kesehatan merupakan salah satu syarat mutlak agar rumah sakit dapat menjalin kemitraan dengan BPJS.

Artinya, selama persoalan alat kesehatan belum tuntas, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya belum bisa melayani pasien BPJS secara penuh.


DPRD Dorong Evaluasi Menyeluruh

Kondisi ini mendapat perhatian dari DPRD Kota Tasikmalaya. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Yadi Mulyadi, menilai persoalan utama terletak pada belum lengkapnya alat kesehatan yang menjadi syarat kerja sama dengan BPJS.

“Memang belum lengkap. Kalau anggarannya sudah stabil, baru bisa dioptimalkan,” ujar Yadi pada Selasa, 24 Februari 2026.

Yadi juga menyoroti kontras antara fisik bangunan dengan kualitas layanan yang belum optimal. Menurutnya, dari sisi infrastruktur, RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya bahkan terlihat lebih representatif dibanding sejumlah puskesmas di sekitarnya.

“Gedungnya paling bagus, fasilitasnya luar biasa. Tapi belum bisa optimal,” katanya.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa persoalan utama bukan pada bangunan, melainkan pada manajemen perencanaan dan pemenuhan standar operasional layanan kesehatan.


Sorotan Tajam dari Elemen Masyarakat

Kritik juga datang dari Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum. Ia menyebut kondisi ini sebagai ironi di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan.

“Bangunan megah bernama RSUD Dewi Kartika berdiri, tetapi tidak bisa melayani masyarakat yang berobat karena belum bisa menggunakan BPJS. Salah satu alasannya adalah mandeknya pengadaan ventilator,” ujarnya.

Fikri menilai kondisi tersebut sebagai penanda buruknya sistem pengelolaan di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, keberadaan pegawai dan gedung yang representatif seharusnya sejalan dengan kesiapan layanan.

“Gedung megah, pegawai ada, tapi tidak bisa melayani pasien BPJS. Ini sangat ironis,” tegasnya.

Ia bahkan melontarkan pernyataan keras bahwa jika rumah sakit tersebut tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya, lebih baik disewakan saja daripada menjadi aset publik yang tidak optimal.


Ujian Serius Tata Kelola Layanan Publik

Kasus RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya menjadi cermin penting tata kelola layanan publik di daerah. Pembangunan fisik tanpa perencanaan matang pada aspek operasional berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran sekaligus kekecewaan publik.

Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau, keterlambatan optimalisasi layanan BPJS tentu menjadi persoalan mendasar. Pemerintah Kota Tasikmalaya kini dihadapkan pada ujian serius: memastikan rumah sakit ini benar-benar berfungsi sebagai solusi, bukan sekadar simbol pembangunan.

Jika tidak segera dibenahi, polemik RSUD Dewi Kartika Tasikmalaya bisa terus berkembang menjadi isu kepercayaan publik yang lebih luas. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • status tanggap darurat kota tasikmalaya

    Status Tanggap Darurat Resmi Berlaku di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 23
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PERISTIWA.   Pemerintah Kota Tasikmalaya memulai masa Tanggap Darurat Bencana terhitung Kamis (06/11/2025). Status ini ditetapkan untuk lima hari ke depan, menyusul meningkatnya laporan kerusakan dan gangguan akibat cuaca ekstrem di berbagai wilayah kota. Penetapan langkah ini dilakukan setelah evaluasi dari status sebelumnya, yaitu Siaga Bencana. Hasil pemantauan terakhir menunjukkan perlunya gerak penanganan yang […]

  • SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali menjadi sorotan publik. Dalam forum Audiensi Sapma PP dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah isu strategis terkait pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Sukapura diangkat secara terbuka dan argumentatif. Forum tersebut tidak dibangun atas asumsi, melainkan pertanyaan mendasar mengenai rasionalitas kebijakan manajerial. Bagaimana mungkin seorang […]

  • Toko Sen Sen Tasikmalaya

    Usai Didemo, Toko Sen Sen Tasikmalaya Harus Tutup!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aksi demonstrasi pedagang Pasar Cikurubuk di Kota Tasikmalaya berujung keputusan tegas dari pemerintah daerah. Toko Sen Sen Tasikmalaya harus tutup sementara setelah pemerintah mengakui adanya pelanggaran izin usaha dan bangunan. Aksi yang digelar Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk itu berlangsung di depan Toko Sen Sen pada Senin (9/3/2026). Sejak sekitar pukul 09.45 WIB, […]

  • Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    Sekolah Tua di Cipatujah Ini Nyaris 30 Tahun Tak Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Suasana belajar di SDN Datar Cipatujah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, kini jauh dari kata ideal. Sekolah yang telah berdiri sekitar 76 tahun itu mengalami kerusakan serius pada sejumlah bagian bangunannya. Langit-langit kelas terlihat retak bahkan berlubang di beberapa titik. Jendela-jendela banyak yang rusak. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar […]

  • TNI Gugur di Lebanon: Israel Cuci Tangan, Bukti Lapangan Justru Mengarah ke IDF

    TNI Gugur di Lebanon: Israel Cuci Tangan, Bukti Lapangan Justru Mengarah ke IDF

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA DUNIA – Insiden TNI gugur di Lebanon bukan sekadar kabar duka. Ini adalah potret buram konflik yang sarat manipulasi narasi. Tiga prajurit Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian tewas setelah sebuah proyektil menghantam posisi UNIFIL di Adchit al Qusayr, Minggu malam (30/3/2026). Ledakan itu menghancurkan kendaraan patroli—menyisakan puing dan pertanyaan besar. Israel […]

  • MK KPU Barito

    KPU Barito Utara Tegaskan Tuduhan Money Politic Paslon 01 Tak Berdasar

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 25
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA POLITIK. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara menegaskan bahwa tuduhan praktik politik uang (money politic) yang diarahkan kepada Pasangan Calon Nomor Urut 01, yakni Rusiani, Haddy Arimurty, Syalimuddin Mayasin, dan Herman Subagio, tidak memiliki dasar hukum yang sah. Tuduhan itu dinilai hanya asumsi fiktif tanpa bukti kuat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang […]

expand_less