Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Lapas Tasikmalaya Tanpa Dokter, 435 Warga Binaan Kehilangan Hak Kesehatan

Lapas Tasikmalaya Tanpa Dokter, 435 Warga Binaan Kehilangan Hak Kesehatan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kondisi memprihatinkan terjadi di Lapas Tasikmalaya tanpa dokter. Hingga pertengahan Juni 2026, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tasikmalaya belum memiliki dokter umum maupun dokter gigi yang bertugas secara tetap, padahal jumlah penghuni lapas mencapai 435 warga binaan.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas pelayanan kesehatan di dalam lapas. Di tengah tingginya jumlah penghuni, kebutuhan akan tenaga medis profesional menjadi semakin mendesak untuk menjamin hak dasar para warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus, mengakui bahwa saat ini pelayanan kesehatan hanya ditopang oleh tenaga perawat yang memiliki keterbatasan kewenangan dalam menangani berbagai tindakan medis.

Krisis Layanan Kesehatan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya

Menurut Ismet, setiap warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan harus dirujuk ke rumah sakit ketika membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal karena proses rujukan memerlukan waktu, pengawalan petugas, hingga koordinasi dengan fasilitas kesehatan.

Padahal sebagian besar keluhan yang dialami warga binaan sebenarnya tergolong ringan, seperti flu, batuk, gangguan pernapasan ringan, hingga masalah kesehatan gigi yang seharusnya dapat ditangani langsung di lingkungan lapas.

Ketiadaan dokter membuat proses pemeriksaan dini menjadi terbatas. Akibatnya, penyakit yang awalnya ringan berpotensi berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera mendapat penanganan yang tepat.

Lapas Tasikmalaya Tanpa Dokter, Pemda Diminta Turun Tangan

Pihak lapas kini berharap pemerintah daerah dapat membantu mengatasi persoalan tersebut melalui penyediaan tenaga medis secara berkala.

Salah satu opsi yang diusulkan adalah penerapan sistem rotasi dokter dari fasilitas kesehatan milik pemerintah. Dalam skema tersebut, dokter umum dan dokter gigi dapat dijadwalkan bergantian untuk memberikan layanan kesehatan rutin kepada warga binaan.

Menurut pihak lapas, solusi tersebut dinilai lebih realistis dibandingkan menunggu penempatan dokter permanen yang hingga kini belum terealisasi.

Informasi mengenai kondisi ini disebut telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan tingkat kota dan kabupaten Tasikmalaya. Meski mendapat respons positif, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait mekanisme penugasan tenaga medis ke Lapas Kelas IIB Tasikmalaya.

Hak Kesehatan Warga Binaan Jadi Sorotan

Persoalan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan bukan sekadar urusan teknis pelayanan medis. Lebih dari itu, kondisi ini menyangkut pemenuhan hak dasar warga binaan yang tetap harus dijamin negara selama menjalani masa pidana.

Dengan jumlah penghuni mencapai ratusan orang dalam lingkungan tertutup, risiko penyebaran penyakit menular menjadi lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum. Tanpa keberadaan dokter, proses deteksi dini, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga penanganan darurat menjadi kurang optimal.

Selain itu, layanan kesehatan gigi yang selama ini tidak tersedia juga menjadi perhatian tersendiri karena dapat berdampak pada kualitas hidup warga binaan dalam jangka panjang.

Kondisi Lapas Tasikmalaya tanpa dokter kini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Kehadiran tenaga medis, meski melalui sistem rotasi, dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar hak kesehatan ratusan warga binaan tetap terpenuhi dan risiko gangguan kesehatan di dalam lapas dapat diminimalkan. (dh/hs) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

    Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Astakona, TASIKMALAYA — Saat sebagian besar warga Kota Tasikmalaya masih tertidur lelap, sejumlah orang justru sudah memulai pekerjaannya dalam gelap dan dingin dini hari. Mereka bukan pejabat, bukan pula profesi yang sering mendapat sorotan. Mereka adalah sopir truk sampah dan para petugas pengangkut sampah, orang-orang yang setiap hari menjaga kota tetap bersih dari gunungan limbah […]

  • Tambang Ilegal di Hutan Unmul Terbongkar, Dua Tersangka Ditangkap

    Tambang Ilegal di Hutan Unmul Terbongkar, Dua Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 88
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA LINGKUNGAN. Praktik tambang ilegal di Hutan Unmul akhirnya terbongkar setelah sekelompok mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) menemukan aktivitas alat berat di kawasan hutan pendidikan. Peristiwa ini terjadi pada awal April 2025 ketika para mahasiswa sedang melakukan dokumentasi penelitian herpetofauna di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklathut. Awalnya, mereka hanya berniat meneliti reptil […]

  • Polres Banjar Gandeng BPS, Data Akurat Jadi Senjata Jaga Keamanan Kota

    Polres Banjar Gandeng BPS, Data Akurat Jadi Senjata Jaga Keamanan Kota

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah terus diperkuat di Kota Banjar. Salah satu langkah konkretnya terlihat dari pertemuan strategis antara Polres Banjar dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar, yang menandai penguatan kolaborasi lintas institusi untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih terukur. Pertemuan tersebut berlangsung […]

  • angka-pengangguran-tasikmalaya-2025-astakona

    Angka Pengangguran Tasikmalaya Masih Tinggi, Ini Strategi Pemerintah Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus menyiapkan berbagai langkah untuk menekan angka pengangguran yang hingga 2025 masih berada di kisaran puluhan ribu orang. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah warga yang belum terserap ke dunia kerja tercatat mencapai sekitar 38 ribu orang. Angka tersebut menjadi perhatian serius mengingat jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar […]

  • Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Warga

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Warga

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya dan Dampaknya bagi Warga Astakona, BERITA DAERAH – Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya di Desa Tawangbanteng tidak hanya menjadi persoalan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Jalan yang rusak kini menyulitkan mobilitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan. Lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang jalan membuat pengguna jalan harus ekstra […]

  • Syakur Ingin UMKM Pangan Garut Jadi Pemasok Makan Bergizi Gratis

    Syakur Ingin UMKM Pangan Garut Jadi Pemasok Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mulai mendorong produk pangan lokal agar tidak hanya berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi naik kelas menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu menembus pasar lebih luas, termasuk masuk dalam rantai pasok program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat meninjau […]

expand_less