Diky Soroti Peran Penting Sukwan Kebersihan Kota Tasikmalaya
- account_circle adminastakona
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Nasib para tenaga sukwan kebersihan di Kota Tasikmalaya mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, mengaku telah menyiapkan usulan khusus agar para petugas kebersihan non-ASN tersebut mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan pemerintah kota.
Diky menyebut, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap peran vital para petugas kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, usulan tersebut bahkan sengaja ia pastikan masuk dalam pembahasan, meski di tengah agenda padat dan kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami tekanan.
“Saya sempat menyempatkan hadir meski hanya beberapa menit karena harus berangkat ke Bandung. Yang penting saya ingin memastikan persoalan ini masuk sebagai bagian yang diajukan kepada pimpinan,” ujar Diky.
Ia optimistis Wali Kota Tasikmalaya akan memberikan respons positif terhadap usulan tersebut karena menyangkut kepentingan masyarakat luas, bukan semata kepentingan internal tenaga sukwan.
Sukwan Kebersihan Dinilai Punya Peran Vital bagi Kota Tasikmalaya
Diky menegaskan, keberadaan tenaga sukwan kebersihan memiliki fungsi strategis dalam menjaga wajah kota tetap bersih dan nyaman.
Menurutnya, tanpa kontribusi para petugas kebersihan, persoalan sampah berpotensi menjadi masalah serius yang berdampak langsung terhadap kenyamanan warga maupun citra kota.
Karena itu, ia menilai perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kebersihan bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi bagian dari upaya menjaga pelayanan dasar perkotaan.
“Kalau tidak ada petugas kebersihan, sampah bisa menumpuk dan kota menjadi semrawut. Ini bukan hal kecil. Mereka bagian penting yang harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Meski begitu, Diky memastikan skema yang diusulkan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
Ia menekankan, setiap kebijakan yang menambah beban anggaran harus benar-benar memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemkot Tasikmalaya Diminta Lebih Selektif Susun Anggaran
Dalam keterangannya, Diky juga menyinggung pentingnya evaluasi dalam pola penganggaran daerah ke depan.
Ia menilai, kondisi fiskal saat ini harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk lebih selektif menentukan prioritas belanja daerah, terutama untuk program-program yang benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Ke depan harus lebih selektif. Jangan sampai ada anggaran untuk hal yang tidak terlalu penting, sementara kebutuhan utama masyarakat justru terabaikan,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi momen pembelajaran bagi pemerintah daerah agar lebih matang dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Saat ini, keputusan akhir terkait usulan tersebut masih menunggu persetujuan Wali Kota Tasikmalaya.
Namun Diky mengaku cukup optimistis langkah tersebut bisa direalisasikan.
“Sekarang tinggal menunggu keputusan Pak Wali Kota. Tapi saya optimistis ini bisa berjalan,” pungkasnya. (hs)
- Penulis: adminastakona
