Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rencana Diorama Kota Tasikmalaya Mengemuka, Publik Bertanya: Prioritas atau Proyek Baru?

Rencana Diorama Kota Tasikmalaya Mengemuka, Publik Bertanya: Prioritas atau Proyek Baru?

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Wacana pembangunan Diorama Kota Tasikmalaya dan Arboretum Bambu mulai mengemuka sebagai arah baru pengembangan wisata edukasi. Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini masih berada pada tahap penjajakan konsep, salah satunya melalui studi banding ke Diorama Nusantara di Kabupaten Purwakarta.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menyampaikan bahwa rencana tersebut belum masuk tahap pembangunan. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan Feasibility Study (FS) atau kajian kelayakan sebagai dasar menentukan arah kebijakan.

“Insya Allah tahun ini FS-nya dibuat. Mudah-mudahan bisa selesai sesuai target,” ujar Diky, seperti dikutip dari radartasik.id, Minggu (25/1/2026).

Meski masih berupa wacana awal, rencana diorama Kota Tasikmalaya langsung memantik diskusi publik. Sebagian menilai ide tersebut menarik, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan urgensinya.

Kritik Muncul: Destinasi Lama Belum Optimal

Sorotan datang dari SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif). Komunitas ini menilai pemerintah perlu berhati-hati agar tidak terjebak pada pola lama: semangat membangun proyek baru, tetapi abai terhadap pengelolaan potensi yang sudah ada.

Sekretaris SWAKKA, Asep Ishak, menegaskan kritik tersebut bukan bentuk penolakan pembangunan.

“Masalah pariwisata Kota Tasikmalaya itu bukan kurang objek wisata, tapi pengelolaannya yang belum maksimal,” ujarnya.

Pernyataan itu sejalan dengan Kajian Potensi Destinasi Wisata Kecamatan Kawalu yang disusun Bappelitbangda pada 2022. Dalam dokumen tersebut, pemerintah daerah mengakui potensi wisata Kota Tasikmalaya sangat besar—mulai dari wisata alam, religi, kuliner, hingga industri kreatif—namun belum dikelola secara terpadu.

Kajian itu bahkan menyebut pengelolaan destinasi masih tersebar di banyak pihak tanpa integrasi yang kuat. Akibatnya, sebagian objek terawat, sementara lainnya terbengkalai.

Kecamatan Kawalu menjadi contoh nyata. Wilayah ini memiliki Rest Area Urug, Arung Jeram Sungai Ciwulan, wisata religi Makam Syekh Abdul Ghorib, wisata kuliner Kupat Tanjung, hingga sentra bordir. Namun kunci pengembangannya bukan penambahan objek baru, melainkan pengelolaan kawasan yang terintegrasi.

Wisata Ramai, PAD Tak Seimbang

Masalah tidak berhenti di pengelolaan destinasi. Kajian Strategi dan Kebijakan Peningkatan Wisata Kreatif Kota Tasikmalaya Tahun 2023 mencatat jumlah wisatawan terus meningkat—dari 1,5 juta orang pada 2021 menjadi 1,876 juta orang pada 2022.

Namun peningkatan kunjungan itu tidak berbanding lurus dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kajian tersebut justru memotret berbagai kelemahan, mulai dari promosi yang belum efektif, lemahnya kelembagaan, keterbatasan sarana-prasarana, hingga minimnya integrasi pelaku ekonomi kreatif.

Data lebih tajam muncul dari penelitian ilmiah berjudul Analisa Potensi Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah Sektor Pariwisata di Tasikmalaya (2022). Disebutkan, realisasi pajak hotel baru mencapai 6,10 persen dari potensi, sementara pajak restoran hanya 15,52 persen dari potensi sekitar Rp153 miliar.

“Kalau potensi pajak saja masih bocor sejauh itu, rencana diorama Kota Tasikmalaya harus dijawab dulu: mau menambah PAD atau justru menambah beban?” kata Asep.

Soal Prioritas, Bukan Anti Mimpi

SWAKKA menilai rencana diorama dan arboretum bambu memang menarik. Namun kebijakan publik, menurut mereka, bukan soal ide paling kreatif, melainkan soal prioritas.

Dalam kondisi fiskal daerah yang terbatas, pemerintah dinilai perlu memastikan destinasi yang sudah ada benar-benar hidup, terawat, dan berkontribusi bagi PAD. Tanpa itu, proyek baru berisiko hanya menjadi daftar panjang aset yang indah di awal, tetapi sepi di kemudian hari.

“Kami tidak menolak mimpi. Kami hanya ingin mimpi itu berpijak pada pekerjaan rumah yang sudah dibereskan,” pungkas Asep. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andi Ibo DKKT Tasikmalaya

    Andi Ibo Usung Penguatan Kesenian Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, HIBURAN. Musisi senior asal Tasikmalaya, Andi Jaelani atau Andi Ibo, resmi menyatakan kesiapan maju dalam pemilihan Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2025–2030. Kepada sejumlah pihak, ia menegaskan bahwa pencalonan ini didorong oleh keinginannya memperkuat ekosistem seni lokal secara menyeluruh, mulai dari pendataan seniman hingga penyediaan ruang kreatif yang layak. Andi yang telah berkarier […]

  • Kebakaran Inabah di Panumbangan Hanguskan Bangunan dan Isinya

    Kebakaran Inabah di Panumbangan Hanguskan Bangunan dan Isinya

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Kebakaran hebat menghanguskan bangunan Inabah 5 Putra yang berlokasi di Dusun Warudoyong RT 02 RW 03, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jumat (29/5/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan beserta isinya dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat amukan si jago merah. Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul […]

  • PT Alba Banjar: Miskomunikasi Soal Evaluasi Kinerja Picu Ketegangan

    PT Alba Banjar: Miskomunikasi Soal Evaluasi Kinerja Picu Ketegangan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Ketegangan yang sempat mencuat di lingkungan kerja PT Alba, Kota Banjar, akhirnya berhasil diselesaikan secara musyawarah antara pihak perusahaan dan para pekerja, Kamis (21/5/2026). Permasalahan yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan itu dipastikan berakhir damai setelah kedua belah pihak duduk bersama mencari solusi. Persoalan bermula dari munculnya informasi mengenai rencana […]

  • Kebakaran Toko Elektronik Tasikmalaya, Korsleting Diduga Hanguskan Aset Rp250 Juta

    Kebakaran Toko Elektronik Tasikmalaya, Korsleting Diduga Hanguskan Aset Rp250 Juta

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Insiden kebakaran toko elektronik di Tasikmalaya kembali terjadi. Sebuah ruko usaha elektronik di kawasan Babakan Jati, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, hangus terbakar pada Minggu pagi (24/5/2026). Dugaan awal, api berasal dari gangguan instalasi listrik atau korsleting yang memicu kebakaran dari dalam bangunan. Toko yang terbakar diketahui milik Deni, berlokasi di Jalan […]

  • SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    SAPMA PP Bongkar Dugaan Masalah Tata Kelola Perumda Tirta Sukapura

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali menjadi sorotan publik. Dalam forum Audiensi Sapma PP dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah isu strategis terkait pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Sukapura diangkat secara terbuka dan argumentatif. Forum tersebut tidak dibangun atas asumsi, melainkan pertanyaan mendasar mengenai rasionalitas kebijakan manajerial. Bagaimana mungkin seorang […]

  • Kurzawa Datang, Dado Pulang, Dion Siap Tempur: Persib Panaskan Mesin Hadapi Jadwal Padat

    Kurzawa Datang, Dado Pulang, Dion Siap Tempur: Persib Panaskan Mesin Hadapi Jadwal Padat

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA OLAHRAGA – Persib Bandung menunjukkan keseriusannya menghadapi jadwal padat di BRI Super League 2025/2026 serta Liga Champions Asia. Manajemen Maung Bandung bergerak cepat dan terukur dengan memaksimalkan jendela transfer pertengahan musim guna menambah kekuatan sekaligus memperdalam komposisi skuad. Langkah ini diambil sebagai respons atas tuntutan kompetisi yang semakin ketat, di mana rotasi pemain, […]

expand_less