Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sorotan Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Desak Revitalisasi Nyata

Sorotan Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Desak Revitalisasi Nyata

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Denyut aktivitas di Pasar Cikurubuk masih tetap berlangsung seperti biasanyai. Pedagang sayur, sembako, daging hingga pakaian tetap membuka lapaknya seperti biasa. Namun di balik ramainya transaksi, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya saat ini dinilai tengah menghadapi tekanan serius.

Sebagai pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya, Cikurubuk selama ini dikenal sebagai pusat distribusi bahan pokok untuk wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Pasar yang dibangun pada 1994 di atas lahan sekitar 43.120 meter persegi ini tercatat menampung kurang lebih 2.772 pedagang, belum termasuk pedagang kaki lima.

Pasar induk ini tidak hanya melayani pembeli eceran, tetapi juga menjadi pusat grosir bagi pedagang dari berbagai daerah di Priangan Timur. Sejumlah pedagang dari Pangandaran, Cikalong, hingga Ciawi diketahui rutin mengambil barang di pasar tersebut karena harga yang dinilai lebih kompetitif.

Harga Kompetitif, Barang Lengkap

Didin (36), pedagang asal Ciawi, mengaku lebih memilih berbelanja di Pasar Cikurubuk karena selisih harga yang cukup signifikan.

“Kalau harga memang lebih murah. Bawang merah bisa beda sampai lima ribu rupiah per kilo. Di tempat lain Rp35 ribu, di sini bisa Rp30 ribu,” ujarnya saat ditemui di area pasar.

Selain harga, kelengkapan komoditas menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya sayuran umum, sejumlah bahan seperti kol ungu, paprika, hingga jamur kering dengan harga ratusan ribu rupiah per kilogram juga tersedia.

Kondisi ini menjadikan Pasar Cikurubuk Tasikmalaya sebagai salah satu barometer harga pangan di wilayah Priangan Timur. Stabilitas pasokan di pasar ini berpengaruh terhadap harga di pasar-pasar lain.

Tantangan Digitalisasi dan Pasar Modern

Meski demikian, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya kini menghadapi tantangan berat. Sekitar 30 persen kios dilaporkan tutup dalam beberapa waktu terakhir. Pergeseran pola belanja masyarakat ke platform digital serta pertumbuhan pasar modern disebut menjadi faktor utama.

Pedagang menilai persaingan yang terjadi tidak sepenuhnya seimbang. Mereka harus bersaing dengan minimarket, supermarket, hingga platform belanja daring yang menawarkan kemudahan transaksi dan promosi masif.

Ketua HIPPATAS H. Achmad Jahid, S.H., menyebut perlunya campur tangan pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan pasar rakyat.

“Kami bersaing dengan pasar modern dan penjualan online. Ditambah lagi kondisi ekonomi yang sedang sulit. Negara seharusnya hadir melindungi pasar rakyat,” katanya.

Menurutnya, tanpa langkah konkret dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, pasar tradisional berpotensi semakin terpinggirkan. Padahal ribuan pedagang menggantungkan hidup pada aktivitas ekonomi di Pasar Cikurubuk.

Dengan didasari hal tersebut setelah melalui rangkaian pembahasan yang panjang dan diskusi dengan berbagai tokoh seperti diantaranya dengan KH Miftah Fauzi maka Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, pada hari Jumat (13/02/2026) kemarin.

Alih-alih memilih jalur demonstrasi, HIPPATAS memutuskan mengedepankan pendekatan administratif dan kelembagaan. Langkah ini memperkuat legitimasi tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk sekaligus menunjukkan kedewasaan organisasi pedagang.

Baca juga:

Pedagang Cikurubuk Layangkan Surat, Pemkot Tasikmalaya Ditunggu Bertindak

 

KH Miftah Fauzi, tokoh masyarakat yang turut mendampingi advokasi ini dan ikut menandatangani surat bersama pengurus HIPPATAS, menegaskan bahwa pengiriman surat menjadi simbol keseriusan sekaligus komitmen dialog.

“Surat ini bukti bahwa pedagang tidak hanya siap duduk bersama dalam dialog terbuka, tetapi juga menawarkan solusi konkret dan terukur. Kami ingin masalah ini diselesaikan melalui mekanisme yang bermartabat,” ujarnya.

Catatan Kebakaran dan Kebutuhan Penataan

Selain tekanan persaingan, Pasar Cikurubuk juga memiliki catatan sejumlah peristiwa kebakaran, di antaranya pada 2017, 2019, dan 2022 yang menghanguskan sejumlah kios. Peristiwa tersebut berdampak pada kerugian pedagang serta memunculkan kekhawatiran terkait aspek keamanan dan infrastruktur.

Pedagang menilai penataan menyeluruh mendesak dilakukan. Revitalisasi tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pengelolaan pasar, sistem keamanan kebakaran, kebersihan, serta penataan zonasi agar lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.

“Kami berharap pemerintah hadir sepenuhnya, bertanggung jawab, dan serius menata Pasar Cikurubuk. Ini bukan hanya kepentingan pedagang, tapi kepentingan ekonomi rakyat Kota Tasikmalaya,” tegas Ahmad Zahid.

Pilar Ekonomi Kerakyatan

Secara ekonomi, Pasar Cikurubuk memegang peran penting sebagai penggerak sektor perdagangan di Kota Tasikmalaya. Pasar ini menjadi pusat transaksi kebutuhan harian masyarakat sekaligus sumber penghidupan bagi ribuan keluarga.

Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya yang saat ini mengalami tekanan dinilai perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Revitalisasi berbasis kebutuhan pedagang dan konsumen dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pasar tradisional di tengah arus modernisasi.

Di tengah tantangan tersebut, aktivitas jual beli tetap berlangsung. Suara tawar-menawar masih terdengar di setiap sudut lorong. Bagi banyak orang, Pasar Cikurubuk bukan sekadar tempat transaksi, melainkan ruang ekonomi dan sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tasikmalaya selama puluhan tahun.

Kini, masa depan pasar rakyat terbesar di kota ini bergantung pada keseriusan semua pihak untuk menjaga dan menguatkannya kembali sebagai urat nadi ekonomi daerah. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • angka-pengangguran-tasikmalaya-2025-astakona

    Angka Pengangguran Tasikmalaya Masih Tinggi, Ini Strategi Pemerintah Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus menyiapkan berbagai langkah untuk menekan angka pengangguran yang hingga 2025 masih berada di kisaran puluhan ribu orang. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah warga yang belum terserap ke dunia kerja tercatat mencapai sekitar 38 ribu orang. Angka tersebut menjadi perhatian serius mengingat jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar […]

  • Balapan Liar Tasikmalaya Kembali Marak, Polisi Turunkan 70 Personel di Jalan Letjen Mashudi

    Balapan Liar Tasikmalaya Kembali Marak, Polisi Turunkan 70 Personel di Jalan Letjen Mashudi

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Fenomena balapan liar Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah aksi sekelompok remaja viral di media sosial pada awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Lokasi yang menjadi sorotan berada di Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, yang dalam beberapa waktu terakhir kerap dijadikan arena adu kecepatan secara ilegal. Menindaklanjuti viralnya aksi tersebut, jajaran Polres […]

  • Sorotan Tajam Proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya, 7 Indikasi Ini Jadi Pertanyaan Publik

    Sorotan Tajam Proyek Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya, 7 Indikasi Ini Jadi Pertanyaan Publik

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Proyek revitalisasi Gedung PLUT Kabupaten Tasikmalaya yang berada di bawah Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan menjadi perhatian publik. Anggaran sebesar Rp3,4 miliar yang digelontorkan untuk pembangunan tersebut kini memunculkan sejumlah temuan yang dinilai tak bisa dianggap sekadar persoalan teknis. Sejumlah data yang dihimpun menunjukkan adanya tujuh indikasi yang saling berkaitan. Jika […]

  • Satu Tahun Viman–Diky: Kritik Jalanan, Akankah Berujung Mosi Tak Percaya?

    Satu Tahun Viman–Diky: Kritik Jalanan, Akankah Berujung Mosi Tak Percaya?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan–Diky Candra, suhu politik lokal kembali menghangat. Ruang publik Kota Tasikmalaya dalam beberapa pekan terakhir dipenuhi beragam ekspresi kritik, mulai dari aksi massa mahasiswa, pemasangan spanduk bernada sindiran di kawasan Balai Kota, hingga menguatnya wacana mosi tidak percaya. […]

  • Percepat Produksi Pangan Nasional, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah di Minahasa

    Percepat Produksi Pangan Nasional, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah di Minahasa

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 53
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA SOSIAL BUDAYA. Minahasa, 13 September 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungannya terhadap ketahanan pangan nasional dengan memastikan ketersediaan air irigasi bagi sektor pertanian. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pengembangan dan rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), seperti yang dilaksanakan di Desa Wasian, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. […]

  • Data Terbuka, Tiga Kejanggalan: Pengadaan Bappelitbangda Tasikmalaya Jadi Sorotan

    Data Terbuka, Tiga Kejanggalan: Pengadaan Bappelitbangda Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Data pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya menjadi sorotan setelah dibuka ke publik melalui mekanisme keterbukaan informasi. Dari penelusuran terhadap dokumen tersebut, muncul tiga pola yang dinilai janggal dan memicu pertanyaan serius terhadap proses belanja barang dan jasa. Pola pertama terlihat dari banyaknya paket pengadaan yang memiliki nilai pagu dan realisasi yang […]

expand_less