Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK Usai OTT Imigrasi
- account_circle adminastakona
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA JAKARTA – Langkah Silmy Karim menyerahkan diri ke KPK menjadi perkembangan terbaru dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang mengguncang lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Setelah sempat dicari penyidik, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) itu akhirnya mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu malam, 3 Juni 2026.
Kedatangan Silmy Karim terjadi di tengah penyelidikan dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan izin Tenaga Kerja Asing (TKA) yang menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Silmy tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.38 WIB dengan pengawalan beberapa ajudan. Ia tidak memberikan pernyataan kepada awak media dan langsung menuju area pemeriksaan untuk memenuhi panggilan penyidik.
Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK Setelah Sempat Dicari Penyidik
Sebelum kedatangannya, KPK mengonfirmasi bahwa tim penyidik masih berupaya mencari keberadaan Silmy Karim dalam rangka pengembangan kasus OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya mengimbau agar yang bersangkutan bersikap kooperatif dan membantu proses penanganan perkara. Kehadiran Silmy dinilai penting karena penyidik membutuhkan keterangan sejumlah pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa yang sedang diusut.
Menurut informasi yang diperoleh penyidik, Silmy diketahui masih berada di Jakarta saat proses pencarian berlangsung. Karena itu, KPK terus berkoordinasi untuk memastikan kehadirannya dalam pemeriksaan.
Perkembangan ini menandai babak baru dalam penanganan kasus yang menjadi perhatian publik lantaran melibatkan pejabat negara dan dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam layanan keimigrasian.
Selanjutnya –> OTT seret belasan orang
- Penulis: adminastakona
