Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Nasional » DPR Usul 1.000 Bioskop Desa, Netizen: Sekolah Rusak Dulu yang Dibenahi

DPR Usul 1.000 Bioskop Desa, Netizen: Sekolah Rusak Dulu yang Dibenahi

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA NASIONAL – Usulan pembangunan 1.000 bioskop desa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 memicu perdebatan publik. Di satu sisi, gagasan tersebut disebut sebagai upaya menghidupkan industri perfilman lokal dan production house (PH) kecil di daerah. Namun di sisi lain, banyak masyarakat menilai anggaran negara seharusnya diprioritaskan untuk sektor yang lebih mendesak seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Usulan tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rahmawati, yang mendorong pemerintah menyiapkan skema pendanaan untuk menghadirkan bioskop desa sebagai ruang distribusi karya perfilman daerah.

Menurutnya, selama ini banyak rumah produksi kecil di daerah kesulitan menembus jaringan bioskop besar, sehingga karya mereka minim ruang tayang.

“Pemerintah mungkin bisa menyiapkan insentif fiskal untuk PH kecil di daerah dan mengalokasikan anggaran 1.000 layar bioskop desa dari APBN 2027. Ini agar PH kecil bisa hidup,” ujar Rahmawati.

Menurutnya, kehadiran bioskop desa bisa menjadi stimulus bagi tumbuhnya ekosistem industri kreatif lokal sekaligus membuka akses hiburan dan edukasi di wilayah yang selama ini belum tersentuh fasilitas perfilman.

Tuai Kritik, Warganet Soroti Prioritas Anggaran

Meski diklaim sebagai upaya membangun industri kreatif nasional, usulan tersebut langsung menuai respons keras dari publik.

Banyak warganet mempertanyakan urgensi pembangunan bioskop desa menggunakan dana negara, terlebih ketika masih banyak persoalan mendasar yang belum tertangani.

Sebagian publik menilai sektor pendidikan dan kesehatan jauh lebih layak menjadi prioritas penggunaan APBN dibanding pembangunan fasilitas hiburan.

“Sekolah rusak masih banyak, fasilitas kesehatan juga belum merata. Kok malah mau bikin bioskop?” tulis salah satu komentar warganet.

Komentar lain bahkan menyebut gagasan tersebut berpotensi dianggap tidak sensitif terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini.

Kritik lain muncul terkait efektivitas program tersebut. Publik mempertanyakan apakah bioskop desa benar-benar akan diminati masyarakat pedesaan atau justru berakhir menjadi proyek mahal dengan pemanfaatan rendah.

DPR Nilai Bioskop Desa Bisa Jadi Investasi Industri Kreatif

Di tengah polemik, gagasan tersebut juga mendapat pembelaan dari pihak yang melihat potensi jangka panjang bagi ekonomi kreatif.

Pendukung ide ini menilai pembangunan bioskop desa bukan semata soal hiburan, melainkan bagian dari membangun infrastruktur distribusi konten kreatif nasional.

Dengan adanya ruang tayang alternatif, film-film produksi daerah dinilai berpeluang mendapat panggung yang lebih luas tanpa harus bersaing langsung dengan film komersial besar di jaringan bioskop nasional.

Selain itu, keberadaan bioskop desa juga disebut dapat membuka peluang ekonomi baru di daerah, mulai dari operasional tempat, tenaga kerja, hingga aktivitas UMKM pendukung.

Namun hingga kini, belum ada penjelasan detail terkait skema pembiayaan, besaran anggaran, model operasional, maupun kajian kebutuhan masyarakat terhadap program tersebut.

Karena itu, polemik diperkirakan masih akan terus berkembang seiring pembahasan arah kebijakan APBN 2027.

Di tengah perdebatan ini, satu pertanyaan besar mengemuka:  apakah bioskop desa merupakan investasi visioner untuk industri kreatif, atau justru kebijakan yang salah prioritas? (hs) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Cafe & Resto Pamugaran Lounge di Pangandaran

    Kebakaran Hebat Hanguskan Cafe & Resto Pamugaran Lounge di Pangandaran

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle adminastakona
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN – Kebakaran hebat melanda Cafe & Resto Pamugaran Lounge yang berada di kawasan Kampung Turis, Kabupaten Pangandaran, Kamis sore (21/5/2026). Kobaran api yang membesar dengan cepat melahap sebagian besar bangunan, memicu kepanikan pengunjung dan karyawan, serta menyedot perhatian ratusan warga yang berdatangan ke lokasi. Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. […]

  • Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

    Tasik Darurat Pengangkut Sampah?

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Astakona, TASIKMALAYA — Saat sebagian besar warga Kota Tasikmalaya masih tertidur lelap, sejumlah orang justru sudah memulai pekerjaannya dalam gelap dan dingin dini hari. Mereka bukan pejabat, bukan pula profesi yang sering mendapat sorotan. Mereka adalah sopir truk sampah dan para petugas pengangkut sampah, orang-orang yang setiap hari menjaga kota tetap bersih dari gunungan limbah […]

  • 51 ASN BPKAD Kota Tasikmalaya Bergerak Lawan Stunting

    51 ASN BPKAD Kota Tasikmalaya Bergerak Lawan Stunting

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • visibility 42
    • 0Komentar

    astakona.com, ADVERTORIAL. Di tengah deretan angka dan laporan keuangan yang biasa mereka kelola, sebanyak 51 ASN Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya kini menjalani peran baru yang jauh lebih personal: menjadi orang tua asuh bagi anak-anak balita stunting. Sebuah amanah yang tidak tertulis dalam surat tugas, tetapi melekat erat dalam nurani sebagai […]

  • Satu Pohon, Satu Harapan: Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Sekolah

    Satu Pohon, Satu Harapan: Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Sekolah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Puluhan siswa tampak antusias menggenggam bibit tanaman di halaman sekolah mereka. Momen sederhana itu menandai langkah besar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun swasembada pangan Tasikmalaya melalui program satu siswa satu pohon. Program yang diresmikan Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, ini menyasar sekolah sebagai ruang tumbuh kesadaran pangan dan lingkungan. Menanam […]

  • Di Balik Gemerlap Tasikmalaya, Ada Anak yang Bertahan Hidup

    Di Balik Gemerlap Tasikmalaya, Ada Anak yang Bertahan Hidup

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pusat Kota Tasikmalaya terlihat hidup saat malam. Deretan tempat makan penuh, kendaraan nyaris tak terputus, dan percakapan terdengar di setiap sudut jalan. Kota ini tampak bergerak, tumbuh, dan berkembang. Namun di sela-sela denyut ekonomi itu, seorang anak perempuan berdiri tanpa alas apa pun selain harapan. Ia bukan pengamen. Bukan pedagang kecil. […]

  • Tasikmalaya Waspada: Narkoba Masuk Lewat Medsos, Warga Diminta Aktif Awasi Anak.

    Tasikmalaya Waspada: Narkoba Masuk Lewat Medsos, Warga Diminta Aktif Awasi Anak.

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Astakona, Berita Tasikmalaya – Peredaran narkoba di Tasikmalaya kini tidak lagi bergerak di ruang-ruang tersembunyi. Modusnya bergeser terang-terangan yaitu mulai menggunakan media sosial sebagai media untuk berinteraksi dan bertransaksi melalui cara atau sistem cash on delivery (COD). Pola baru ini terungkap setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya Kota membongkar sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika dan obat […]

expand_less