Jelang Persib vs Persijap, Polisi Siaga Full Pengamanan
- account_circle adminastakona
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polres Tasikmalaya menyiapkan skema pengamanan khusus menyambut pertandingan Persib Bandung vs Persijap Jepara yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Meski laga berlangsung di Kota Bandung, kepolisian memprediksi euforia suporter di wilayah Tasikmalaya tetap berpotensi menimbulkan keramaian hingga gangguan ketertiban.
Fokus pengamanan diarahkan pada potensi nonton bareng (nobar), konvoi suporter, hingga pergerakan massa spontan yang kerap muncul setelah pertandingan berakhir, terutama jika Persib Bandung berhasil mengamankan hasil yang diharapkan.
Kabag Ops Polres Tasikmalaya, Kompol Galatikko Nagiewanto, mengatakan pengamanan akan dilakukan secara maksimal selama dua hari penuh, mulai sejak hari pertandingan hingga antisipasi euforia yang diperkirakan masih berlanjut hingga Minggu.
Menurutnya, seluruh personel kepolisian akan dikerahkan dengan dukungan lintas instansi guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali.
“Seluruh personel kami siagakan, termasuk dukungan dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Brimob. Skema pengamanan yang kami siapkan berupa pagar betis di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Galatikko, Jumat (22/5/2026).
Nobar Uncip Diprediksi Jadi Titik Konsentrasi Massa
Polres Tasikmalaya memetakan sejumlah titik rawan keramaian, dengan salah satu fokus utama berada di kawasan Universitas Cipasung (Uncip) yang direncanakan menjadi lokasi nonton bareng para Bobotoh.
Kepolisian memperkirakan kepadatan massa justru akan terjadi setelah pertandingan berakhir, bertepatan dengan waktu Magrib, ketika suporter mulai bergerak melakukan konvoi kemenangan.
Rute yang diprediksi menjadi jalur pergerakan massa antara lain mulai dari kawasan Uncip, kemudian melintas ke Jalan Muktamar, Badak Paeh, Kudang, Ciseda, Al-Furqon, hingga berakhir di kawasan Alun-alun Singaparna.
Pihak kepolisian menilai pola pergerakan tersebut perlu diantisipasi sejak awal agar tidak mengganggu pengguna jalan lain maupun memicu potensi gangguan kamtibmas.
“Setelah pertandingan selesai, biasanya massa langsung bergerak. Karena itu kami sudah petakan jalurnya agar pengamanan bisa lebih efektif,” katanya.
Selain rombongan suporter yang terorganisir, polisi juga mewaspadai munculnya massa spontan dari berbagai wilayah yang datang secara mandiri.
Kelompok inilah yang dinilai lebih sulit dikendalikan karena bergerak tanpa koordinasi, dengan euforia yang terkadang berlebihan.
Razia Knalpot Brong dan Miras Diperketat
Sebagai langkah preventif, Polres Tasikmalaya juga menggencarkan penertiban penyakit masyarakat menjelang pertandingan.
Fokus pengawasan diarahkan pada konsumsi minuman keras, penggunaan obat-obatan terlarang, hingga kendaraan dengan spesifikasi tidak sesuai standar seperti knalpot brong.
Menurut Galatikko, dua hal tersebut kerap menjadi pemicu utama gangguan keamanan saat konvoi atau perayaan suporter.
“Kendaraan tidak standar dan kondisi pengendara yang mabuk itu sangat berbahaya. Ini yang menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.
Meski demikian, pendekatan yang dikedepankan tetap bersifat persuasif.
Kepolisian mengimbau para Bobotoh agar mengekspresikan dukungan secara tertib, tidak menutup jalan, tidak melakukan tindakan provokatif, serta tetap menghormati pengguna jalan lain.
Polres Tasikmalaya berharap euforia pertandingan tetap berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan tidak berubah menjadi gangguan sosial.
Jika perayaan terjadi, kepolisian menargetkan situasi mulai melandai sekitar pukul 20.00 WIB, namun personel tetap akan bersiaga hingga kondisi benar-benar dinyatakan kondusif.
Bagi kepolisian, antusiasme mendukung Persib Bandung merupakan hal yang wajar. Namun semangat dukungan itu diharapkan tidak berubah menjadi perilaku yang justru merugikan masyarakat luas. (amf/df)
- Penulis: adminastakona
