Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya Picu Kerusakan Parah
- account_circle adminastakona
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Aktivitas produksi di sebuah sentra pembuatan cobek kayu di Kecamatan Tamansari mendadak terhenti setelah Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya terjadi pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Kobaran api yang muncul saat suasana masih sepi menyebabkan sebagian bangunan dan area produksi mengalami kerusakan cukup berat.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Ciwaas Depok II, RT 005 RW 007, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang belum padam sempurna dan kemudian menyulut material mudah terbakar di sekitar lokasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat membuat pemilik usaha panik karena api berkembang cukup cepat dan mengancam seluruh area produksi.
Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya Berawal dari Api Kecil
Pemilik usaha, Aef, mengaku awalnya melihat percikan api dalam skala kecil di area pabrik. Karena menganggap kondisi masih bisa dikendalikan, ia berusaha melakukan pemadaman secara mandiri.
Namun, api justru dengan cepat merambat ke bagian belakang bangunan yang dipenuhi bahan baku kayu dan perlengkapan produksi. Kondisi tersebut membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Material kayu yang mendominasi area produksi menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Dalam waktu singkat, sebagian bangunan terdampak sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Melihat situasi semakin berbahaya, pemilik usaha akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya untuk meminta bantuan penanganan darurat.
Damkar Kota Tasikmalaya Cegah Api Meluas
Laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 01.15 WIB. Tak berselang lama, Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit kendaraan Fire Water Supply.
Perjalanan menuju lokasi ditempuh dalam waktu kurang dari 20 menit. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke area lain yang berpotensi memperbesar kerugian.
Komandan Regu 2, Eman Sulaeman, menjelaskan bahwa petugas melakukan serangkaian langkah mulai dari pemadaman utama, pendinginan, hingga pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api yang masih aktif.
Berkat respons cepat tersebut, kobaran api berhasil dikendalikan dan situasi dapat diamankan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Industri Kayu Memiliki Risiko Kebakaran Tinggi
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha yang bergerak di sektor pengolahan kayu dan industri rumahan untuk meningkatkan standar keselamatan kerja.
Lingkungan produksi yang menyimpan kayu, serbuk kayu, dan bahan mudah terbakar lainnya memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Karena itu, pengawasan terhadap sumber api sekecil apa pun perlu menjadi perhatian serius.
Selain memastikan area kerja tetap aman, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga perlu dihindari karena berpotensi memicu kebakaran yang merugikan.
Akibat kejadian tersebut, bagian belakang bangunan pabrik dilaporkan mengalami kerusakan paling parah, sementara area depan turut terdampak. Sebagian hasil produksi masih berhasil diselamatkan, meski nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
Peristiwa Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya ini menjadi pelajaran penting bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada kerugian besar, terutama di lingkungan usaha yang menyimpan banyak material mudah terbakar. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
