Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » PT Alba Banjar: Miskomunikasi Soal Evaluasi Kinerja Picu Ketegangan

PT Alba Banjar: Miskomunikasi Soal Evaluasi Kinerja Picu Ketegangan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA BANJAR – Ketegangan yang sempat mencuat di lingkungan kerja PT Alba, Kota Banjar, akhirnya berhasil diselesaikan secara musyawarah antara pihak perusahaan dan para pekerja, Kamis (21/5/2026). Permasalahan yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan itu dipastikan berakhir damai setelah kedua belah pihak duduk bersama mencari solusi.

Persoalan bermula dari munculnya informasi mengenai rencana evaluasi terhadap salah seorang pekerja yang dinilai belum memenuhi target kerja perusahaan. Informasi tersebut kemudian berkembang di lingkungan kerja dan memunculkan persepsi bahwa perusahaan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Situasi itu sempat memicu ketegangan karena sebagian pekerja menganggap kebijakan tersebut sebagai langkah untuk memberhentikan karyawan.

Namun setelah dilakukan dialog antara manajemen dan para pekerja, persoalan tersebut dipastikan hanya dipicu oleh kesalahpahaman dalam komunikasi internal.

Perwakilan pekerja, Redi Hartono, menjelaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya bukan terkait pemecatan, melainkan bagian dari evaluasi kinerja yang diterapkan perusahaan.

Menurutnya, pihak manajemen hanya berencana memberikan waktu istirahat sementara kepada pekerja yang belum mencapai target kerja tertentu, bukan melakukan pemutusan hubungan kerja secara permanen.

“Jadi sebenarnya ini hanya kesalahan kecil dalam komunikasi. Karena target kerja belum tercapai, ada rencana untuk mengistirahatkan sementara. Namun mungkin teman-teman menganggapnya sebagai upaya untuk mengeluarkan pekerja,” ujar Redi.

Dialog Jadi Jalan Tengah Penyelesaian

Ketegangan yang sempat muncul akhirnya mereda setelah perusahaan dan pekerja memilih jalur dialog untuk menyamakan persepsi.

Dalam perundingan tersebut, kedua belah pihak membahas persoalan secara terbuka hingga ditemukan titik temu yang dapat diterima bersama.

Redi menyebut hasil pembahasan berlangsung kondusif dan menghasilkan penyelesaian secara kekeluargaan.

Menurutnya, dari hasil evaluasi tersebut, hanya satu pekerja yang sebelumnya sempat direncanakan untuk dirumahkan sementara sebagai bagian dari evaluasi internal perusahaan.

Namun keputusan itu telah dibahas dalam forum bersama sehingga tidak lagi menimbulkan gejolak di lingkungan kerja.

“Sekarang semuanya sudah clear dan kondisinya aman. Tadi juga sudah dirundingkan bersama,” katanya.

Penyelesaian melalui jalur musyawarah dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga suasana kerja tetap kondusif sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Pekerja Harap Komunikasi Diperbaiki

Redi menuturkan bahwa secara umum para pekerja merasa nyaman dengan situasi kerja dan kepemimpinan yang ada di perusahaan.

Karena itu, ia berharap komunikasi antara manajemen dan pekerja ke depan bisa dibangun lebih terbuka agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Menurutnya, kejelasan informasi sangat penting agar kebijakan internal perusahaan tidak memunculkan persepsi yang berbeda di kalangan pekerja.

Penyelesaian persoalan ini juga mendapat respons positif dari pekerja karena menunjukkan bahwa masalah ketenagakerjaan masih bisa diselesaikan melalui dialog yang sehat tanpa harus berujung konflik terbuka.

Di tengah dinamika dunia kerja, komunikasi yang baik antara perusahaan dan karyawan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas hubungan industrial.

Musyawarah yang ditempuh PT Alba Kota Banjar dan para pekerja pun menjadi contoh bahwa kesalahpahaman di lingkungan kerja dapat diselesaikan secara damai selama kedua belah pihak membuka ruang komunikasi.

Dengan berakhirnya persoalan tersebut, aktivitas kerja di lingkungan perusahaan dipastikan kembali berjalan normal. (df) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi Bunar Tasikmalaya-astakona

    Kopi Bunar Tasikmalaya Go International, Pemkab Siapkan Agrowisata Kopi

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Produk kopi lokal asal Kabupaten Tasikmalaya berhasil menembus pasar internasional. Kopi Bunar Tasikmalaya, yang dikembangkan masyarakat Kampung Buni Hurip, Kecamatan Pagerageung, kini telah dipasarkan hingga ke Jepang, menandai capaian besar bagi produk perkebunan dari wilayah pedesaan. Keberhasilan tersebut lahir dari konsistensi masyarakat setempat dalam mengembangkan budidaya dan pengolahan kopi secara mandiri. […]

  • WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

    WFH bagi ASN Usai Lebaran 2026: Solusi Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menggulirkan kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan mulai setelah Lebaran 2026. Langkah ini diklaim sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik klaim efisiensi energi, kebijakan ini mulai menuai keraguan. Sejumlah pihak menilai, tanpa pengawasan ketat, WFH berpotensi […]

  • Silaturahmi SWAKKA KE Kejaksaan Negeri dan Inspektorat Tasikmalaya

    Langkah Terbuka SWAKKA: Dorong Transparansi Pejabat Publik di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Komunitas jurnalis dan konten kreator yang tergabung dalam Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mengambil langkah terbuka dengan mendatangi Kejaksaan Negeri serta Inspektorat di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026). Agenda tersebut dibaca sebagai upaya memperkuat peran pengawasan publik serta membangun relasi yang lebih sehat antara pers dan institusi negara […]

  • Komunitas Leumpunk Line Tasikmalaya, Gerakan Jalan Kaki yang Menyalakan Semangat Kota Kecil

    Komunitas Leumpunk Line Tasikmalaya, Gerakan Jalan Kaki yang Menyalakan Semangat Kota Kecil

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, lahirlah sebuah gerakan sederhana namun penuh makna dari sudut Priangan Timur. Komunitas Leumpunk Line Tasikmalaya hadir bukan sekadar sebagai kelompok jalan kaki biasa, melainkan ruang perlawanan kecil terhadap rasa asing di kota sendiri. Dari gang sempit, trotoar tua, desa terpencil hingga jalur hutan […]

  • Janji Reward Tak Kunjung Cair, 116 Sukwan Kebersihan Tagih Plh Sekda Tasikmalaya

    Janji Reward Tak Kunjung Cair, 116 Sukwan Kebersihan Tagih Plh Sekda Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Suasana apel pagi petugas kebersihan di Kota Tasikmalaya mendadak berubah tegang. Ratusan tenaga sukarelawan (sukwan) kebersihan memanfaatkan momen tersebut untuk menagih janji reward yang sebelumnya disebut pernah disampaikan oleh Plh Sekda Kota Tasikmalaya, Hanapi, saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Sebanyak 116 petugas kebersihan berstatus sukwan berkumpul di Bale […]

  • Rumah Warga di Banjarsari Ciamis Ambruk, Kerugian Ditaksir Capai Rp50 Juta

    Rumah Warga di Banjarsari Ciamis Ambruk, Kerugian Ditaksir Capai Rp50 Juta

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle adminastakona
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ciamis mengakibatkan sebuah rumah warga di Dusun Wanayasa, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, ambruk pada Kamis malam (21/5/2026). Rumah milik Mulyadi (49) mengalami kerusakan cukup parah setelah bagian atap bangunan runtuh akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak sore hingga malam hari. Berdasarkan laporan […]

expand_less