Wisuda STIT Lakbok Ciamis Dihadiri Wamenkop, Lulusan Ditantang Ciptakan Lapangan Kerja
- account_circle adminastakona
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA CIAMIS – Prosesi Wisuda ke-2 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lakbok menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis. Tak sekadar seremoni akademik, kegiatan ini juga menjadi panggung motivasi bagi para lulusan agar siap menghadapi tantangan dunia kerja dan mampu menciptakan peluang di tengah perubahan zaman.
Acara yang digelar pada Rabu (20/5/2026) itu berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan wisudawan beserta keluarga, civitas akademika, hingga sejumlah tamu penting dari tingkat daerah dan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi serta Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia Farida Farichah.
Kehadiran dua pejabat tersebut memberi pesan kuat bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang membangun kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Wisuda Bukan Garis Akhir, Tapi Awal Pengabdian
Dalam sambutannya, Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan proses pendidikan mereka.
Menurutnya, wisuda merupakan simbol dari perjalanan panjang yang dipenuhi kerja keras, pengorbanan, dan doa, bukan sekadar agenda formal tahunan kampus.
Ia menegaskan, pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun daerah dan kemajuan bangsa. Karena itu, keberadaan STIT Lakbok dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, moral yang baik, serta nilai-nilai keislaman yang kokoh.
Andang menilai tantangan zaman saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Arus teknologi yang bergerak cepat menuntut generasi muda untuk lebih adaptif, kreatif, dan mampu berpikir kritis.
Namun di sisi lain, ia mengingatkan agar lulusan tetap memegang teguh nilai budaya, etika, dan agama sebagai kompas dalam menghadapi perubahan.
“Wisuda ini bukan akhir perjalanan. Justru ini awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Ilmu yang diperoleh harus menjadi bekal untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong STIT Lakbok untuk terus memperkuat mutu pendidikan, inovasi akademik, serta membangun kolaborasi lintas sektor agar lulusannya semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Wamenkop Soroti Bonus Demografi dan Ancaman Pengangguran
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah menyoroti momentum bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia.
Menurutnya, sekitar 70 persen penduduk Indonesia saat ini berada dalam usia produktif. Kondisi ini bisa menjadi kekuatan besar bagi bangsa jika dikelola dengan baik melalui pendidikan, penguatan keterampilan, dan pembangunan karakter.
Namun sebaliknya, bonus demografi juga bisa berubah menjadi beban jika generasi muda tidak memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja.
Farida menegaskan lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi, bukan justru menambah angka pengangguran.
Ia mendorong para wisudawan untuk berani membangun usaha mandiri, membaca potensi daerah, dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang produktif, inovatif, dan mampu mengelola potensi sumber daya di daerahnya sendiri.
Pendidikan Jadi Investasi Masa Depan Daerah
Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Dengan lahirnya lulusan baru dari STIT Lakbok, diharapkan muncul generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Wisuda kali ini bukan sekadar penyerahan ijazah, tetapi penegasan bahwa pembangunan daerah dimulai dari kualitas manusianya. (df)
- Penulis: adminastakona
