Kekeringan Kota Tasikmalaya Melanda 231 KK, Bantuan Air Bersih Mulai Disalurkan
- account_circle adminastakona
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA — Kekeringan Kota Tasikmalaya mulai berdampak pada kebutuhan dasar warga. Sedikitnya 231 kepala keluarga (KK) di wilayah Kecamatan Cibeureum mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah hujan tidak turun selama hampir dua bulan.
Kondisi tersebut terjadi di antaranya di Kampung Ciakar, Kelurahan Ciherang, dan Kelurahan Ciakar. Sumur-sumur warga mulai mengering sehingga pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mandi, semakin sulit diperoleh.
Situasi itu kemudian mendapat penanganan melalui distribusi bantuan air bersih yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Tasikmalaya bersama BPBD Kota Tasikmalaya.
Bantuan Air Bersih Dipusatkan di Masjid Al-Wasiilah
Penyaluran bantuan air bersih dipusatkan di Masjid Al-Wasiilah, Jalan Ciakar, RT 03/RW 04, Kelurahan Ciherang.
Distribusi tersebut ditujukan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga.
Tokoh masyarakat setempat, Ade Tahyan Alimudin, mengapresiasi bantuan yang diberikan BAZNAS dan BPBD Kota Tasikmalaya.
Menurut Ade Tahyan, distribusi air bersih sangat berarti bagi warga yang saat ini menghadapi keterbatasan sumber air.
Ia berharap penyaluran bantuan dapat dilakukan secara bertahap selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Kekeringan Kota Tasikmalaya Masih Membutuhkan Penanganan
Perwakilan Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Tasikmalaya, Muhammad Fityatul Haq, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Muhammad juga menyebutkan bantuan tersebut juga adalah meru6 bagian dari kegiatan pemanfaatan dana zakat dan sedekah yang sudah dipercayakan para muzaki kepada BAZNAS Kota Tasikmalaya.
BAZNAS turut mengapresiasi para ASN dan muzaki yang telah menyalurkan zakat serta sedekah melalui lembaga tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak.
Dengan kondisi sumur warga yang mulai mengering setelah hampir dua bulan tanpa hujan, kebutuhan air bersih di beberapa wilayah di Kota Tasikmalaya terdampak masih berpotensi berlanjut.
Karena itu, penanganan kekeringan Kota Tasikmalaya tidak hanya membutuhkan distribusi air dalam jangka pendek, tetapi juga diharapkan segera ada pemantauan dan pencarian kondisi sumber air warga selama musim kemarau.
- Penulis: adminastakona
