Kopi Bunar Tasikmalaya Go International, Pemkab Siapkan Agrowisata Kopi
- account_circle adminastakona
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Produk kopi lokal asal Kabupaten Tasikmalaya berhasil menembus pasar internasional. Kopi Bunar Tasikmalaya, yang dikembangkan masyarakat Kampung Buni Hurip, Kecamatan Pagerageung, kini telah dipasarkan hingga ke Jepang, menandai capaian besar bagi produk perkebunan dari wilayah pedesaan.
Keberhasilan tersebut lahir dari konsistensi masyarakat setempat dalam mengembangkan budidaya dan pengolahan kopi secara mandiri. Hampir seluruh warga di kawasan tersebut terlibat dalam rantai produksi, mulai dari penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan pascapanen.
Capaian ini dinilai menjadi bukti bahwa produk berbasis desa mampu bersaing di pasar global jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Pemkab Apresiasi Keberhasilan Warga
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyebut keberhasilan Kopi Bunar Tasikmalaya sebagai pencapaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan hambatan untuk menghasilkan produk unggulan berdaya saing tinggi.
Ia menilai semangat warga dalam menjaga kualitas produksi menjadi faktor penting yang mendorong kopi lokal ini diterima pasar internasional.
Selain ekspor ke Jepang, permintaan dari berbagai daerah di Indonesia terhadap produk kopi tersebut juga terus mengalami peningkatan.
Ekspansi Pasar Internasional Terus Dijajaki
Tak berhenti pada pasar Jepang, pengelola kopi ekspor Tasikmalaya kini disebut tengah membuka peluang pemasaran ke negara lain.
Langkah ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan distribusi sekaligus memperkuat posisi produk kopi lokal di pasar global.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor ini, termasuk melalui penguatan legalitas produk. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendorong proses sertifikasi Kopi Bunar Tasikmalaya ini agar kualitas dan standar produk semakin diakui secara internasional.
Infrastruktur dan Alat Produksi Akan Diperkuat
Selain aspek pemasaran, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan infrastruktur penunjang.
Beberapa program yang direncanakan antara lain pembangunan tembok penahan tanah (TPT), peningkatan akses jalan menuju sentra produksi kopi, serta bantuan alat pengolahan bagi petani dan pelaku usaha.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi Kopi Bunar Tasikmalaya sekaligus menjaga keberlanjutan usaha masyarakat.
Dongkrak Ekonomi Warga
Keberadaan Kopi Bunar disebut telah memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Meningkatnya kualitas pengelolaan dan strategi pemasaran membuat nilai jual kopi mengalami kenaikan signifikan dibanding sebelumnya.
Jika sebelumnya harga kopi hanya berada di level sangat rendah, kini nilainya meningkat berkali lipat, mencerminkan perubahan kualitas produk dan daya saing pasar.
Perkembangan ini turut mendorong tumbuhnya usaha mandiri di sektor perkebunan dan pengolahan hasil tani.
Bidik Agrowisata Kopi
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menyiapkan pengembangan kawasan Kopi Bunar sebagai destinasi agrowisata berbasis perkebunan.
Konsep ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah baru, tidak hanya dari penjualan produk kopi, tetapi juga dari sektor pariwisata.
Menariknya, sistem budidaya dan pengolahan kopi asal Tasikmalaya ini juga mulai menarik perhatian pihak luar negeri, termasuk dari Jepang, yang disebut tertarik mempelajari model pengelolaan kopi di kawasan tersebut.
Keberhasilan Kopi Bunar menjadi gambaran bahwa potensi desa dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi global jika didukung inovasi, kualitas, dan kolaborasi yang berkelanjutan. (df)
- Penulis: adminastakona
