Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Data Terbuka, Tiga Kejanggalan: Pengadaan Bappelitbangda Tasikmalaya Jadi Sorotan

Data Terbuka, Tiga Kejanggalan: Pengadaan Bappelitbangda Tasikmalaya Jadi Sorotan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Data pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya menjadi sorotan setelah dibuka ke publik melalui mekanisme keterbukaan informasi. Dari penelusuran terhadap dokumen tersebut, muncul tiga pola yang dinilai janggal dan memicu pertanyaan serius terhadap proses belanja barang dan jasa.

Pola pertama terlihat dari banyaknya paket pengadaan yang memiliki nilai pagu dan realisasi yang sama persis. Dalam praktik pengadaan yang sehat, kondisi ini seharusnya jarang terjadi. Proses pengadaan selalu melibatkan evaluasi dan negosiasi harga, sehingga menghasilkan efisiensi pengadaan barang dan jasa.

Evaluasi dan Negosiasi Harga sangat Penting

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kajiannya menegaskan bahwa evaluasi harga merupakan bagian penting untuk mencegah pemborosan anggaran. Ketika nilai pagu dan realisasi berulang kali identik, maka muncul pertanyaan mendasar: di mana proses negosiasi tersebut dilakukan, dan ini justru akan menimbulkan pola pengadaan yang mencurigakan.

Dalam aturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) juga menekankan bahwa pengadaan harus menghasilkan harga terbaik melalui mekanisme kompetitif. Jika tidak ada selisih antara pagu dan realisasi, maka indikator efisiensi menjadi lemah. Dalam logika sederhana, jika harga tidak pernah turun, maka proses persaingan patut dipertanyakan.

Pemecahan Paket Pengadaan

Pola kedua berkaitan dengan banyaknya paket kecil dengan jenis belanja yang serupa. Dalam data terlihat pengadaan alat tulis kantor, bahan cetak, dan kebutuhan sejenis yang dipecah menjadi banyak paket dengan nilai relatif kecil.

Secara regulasi, praktik ini memiliki batas yang jelas. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 melarang pemecahan paket pengadaan yang bertujuan menghindari tender atau persaingan sehat. Jika kebutuhan barang sejenis terjadi dalam waktu yang sama, seharusnya digabung untuk meningkatkan efisiensi.

Sebaliknya, pemecahan paket justru menurunkan tingkat kompetisi. KPK juga mencatat bahwa metode pengadaan bernilai kecil sering kali dimanfaatkan untuk menghindari mekanisme pengawasan yang lebih ketat. Dalam konteks ini, pola paket kecil yang berulang menjadi sinyal yang tidak bisa diabaikan.

Pengulangan Penyedia

Pola ketiga yang muncul adalah pengulangan penyedia dalam berbagai paket pengadaan. Beberapa nama penyedia terlihat berkali-kali mendapatkan pekerjaan dengan jenis yang serupa.
Dalam sistem pengadaan yang sehat, persaingan terbuka seharusnya menghasilkan distribusi pekerjaan yang lebih merata. Namun ketika penyedia yang sama terus muncul, maka muncul potensi adanya preferensi tertentu atau pengkondisian.

KPK dalam kajiannya menyebut bahwa pengaturan repeat order yang tidak terkendali dapat membuka celah terjadinya fraud dan kolusi. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip pengadaan yang menjunjung tinggi keadilan dan persaingan sehat.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menekankan bahwa keterbukaan data pengadaan harus diikuti dengan analisis pola, termasuk pola penyedia. Tanpa itu, transparansi hanya menjadi formalitas tanpa makna pengawasan.
Dengan munculnya tiga pola tersebut, pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya kini tidak hanya menjadi isu administratif, tetapi juga menjadi perhatian publik yang lebih luas. Data yang dibuka tidak hanya menyajikan angka, tetapi juga memperlihatkan pola yang perlu diuji lebih dalam.

Pada akhirnya, pengadaan bukan hanya soal realisasi anggaran, tetapi juga tentang bagaimana proses itu dijalankan secara transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketika pola yang muncul justru sebaliknya, maka pengawasan publik menjadi semakin penting. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Cafe & Resto Pamugaran Lounge di Pangandaran

    Kebakaran Hebat Hanguskan Cafe & Resto Pamugaran Lounge di Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN – Kebakaran hebat melanda Cafe & Resto Pamugaran Lounge yang berada di kawasan Kampung Turis, Kabupaten Pangandaran, Kamis sore (21/5/2026). Kobaran api yang membesar dengan cepat melahap sebagian besar bangunan, memicu kepanikan pengunjung dan karyawan, serta menyedot perhatian ratusan warga yang berdatangan ke lokasi. Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. […]

  • Warga Garut Butuh Pertolongan: Ketika Masalah Kesehatan Bertemu Kemiskinan

    Warga Garut Butuh Pertolongan: Ketika Masalah Kesehatan Bertemu Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Garut – Kasus keluarga Pirmansyah dan Isoh Nurjanah di Kecamatan Pakenjeng membuka kembali persoalan lama yang kerap tersembunyi: keterbatasan akses penanganan kesehatan mental bagi warga miskin. Sepasang suami istri paruh baya itu sedang duduk berdampingan. Bukan sedang menunggu tamu, bukan pula menikmati sore. Wajah mereka terlihat lelah—lelah yang tidak selesai hanya dengan tidur semalam. Di […]

  • Sjafrie Menko Polkam Baru

    Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Menko Polkam Ad Interim Gantikan Budi Gunawan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA PEMERINTAHAN. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim. Penunjukan ini berlaku mulai Senin, 8 September 2025, tepat setelah Presiden memberhentikan Budi Gunawan dari jabatan Menko Polkam. Kabar tersebut dituangkan dalam surat resmi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo […]

  • Kecelakaan bus sugeng rahayu banjar - astakona

    Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu Tewaskan Mahasiswa Garut

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANJAR – Peristiwa kecelakaan Bus Sugeng Rahayu yang terjadi di Jalan Siliwangi, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (4/6/2026), berujung tragis. Seorang mahasiswa asal Kabupaten Garut meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tersebut di depan SPBU Randegan. Korban diketahui bernama Aghni Ahmad Al Ghifari (20), warga […]

  • bahaya artificial intelligence

    15 Bahaya AI: Potensi Ancaman yang Perlu Diwaspadai

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA TEKNOLOGI. Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu tren teknologi yang sangat mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Kehadirannya memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan efisiensi pekerjaan manusia dan mempermudah banyak aspek dalam kehidupan. Namun, di balik potensi positifnya, ada bahaya AI yang harus diperhatikan dan diwaspadai dengan serius. Meskipun teknologi ini menawarkan kemudahan, jika tidak […]

  • Bata Plastik Daur Ulang Bangun SDN 3 Sukanegla Garut

    Bata Plastik Daur Ulang Bangun SDN 3 Sukanegla Garut

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA GARUT – Inovasi pembangunan sekolah berbasis lingkungan mulai diterapkan di Kabupaten Garut melalui pemanfaatan Bata Plastik Daur Ulang Garut pada pembangunan fasilitas baru SDN 3 Sukanegla, Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Proyek ini menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular yang mengubah limbah plastik menjadi material konstruksi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Peletakan […]

expand_less