Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kabupaten Tasikmalaya: Nilai Pelayanan DPRD Jadi Sorotan

Kabupaten Tasikmalaya: Nilai Pelayanan DPRD Jadi Sorotan

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA TASIKMALAYAPelayanan publik di Kabupaten Tasikmalaya kembali menuai sorotan. Kali ini bukan isu asumsi atau keluhan warga, melainkan angka resmi. Berdasarkan Keputusan Bupati Tasikmalaya tentang Indeks Pelayanan Publik (IPP) Tahun 2025, Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya hanya meraih skor 0,98 dengan kategori F (gagal).

Dalam dokumen evaluasi tersebut, terdapat 69 perangkat daerah yang dinilai. Hasilnya cukup mencengangkan. Unit layanan di lingkungan DPRD justru berada di posisi paling bawah, mengungguli dari bawah hampir seluruh perangkat daerah lainnya.

Padahal, DPRD memiliki peran sentral sebagai lembaga legislatif daerah yang menjalankan fungsi pembentukan peraturan, penganggaran, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Fakta ini pun memunculkan ironi besar di tengah peran strategis tersebut.

Apa Itu Indeks Pelayanan Publik?

Indeks Pelayanan Publik (IPP) merupakan alat ukur kinerja pelayanan yang digunakan pemerintah untuk menilai sejauh mana perangkat daerah mampu memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat.

Penilaian IPP mencakup lima aspek utama, yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, konsultasi dan pengaduan, sistem informasi pelayanan publik, serta inovasi pelayanan.

Kelima aspek tersebut menjadi fondasi pelayanan modern. Artinya, IPP tidak hanya menilai cepat atau lambatnya pelayanan, tetapi juga transparansi, akses informasi, respons terhadap pengaduan, hingga keberanian berinovasi.

Dengan IPP, publik bisa melihat apakah pelayanan benar-benar berjalan atau sekadar formalitas administratif.

Nilai Pelayanan Publik DPRD Kabupaten Tasikmalaya Terjun Bebas

Skor 0,98 yang diraih Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya mencerminkan kegagalan hampir menyeluruh. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar aspek pelayanan belum memenuhi standar dasar.

Pada aspek kebijakan pelayanan, misalnya. DPRD yang bertugas membentuk regulasi dan mengawal hak publik justru dinilai lemah dalam dukungan pelayanan internalnya.

Di aspek profesionalisme SDM dan inovasi, nilainya juga jeblok. Padahal, DPRD berperan dalam pembahasan anggaran yang seharusnya berdampak pada peningkatan kapasitas aparatur dan pembaruan sistem layanan.

Sementara itu, aspek konsultasi dan pengaduan serta sistem informasi pelayanan publik menjadi titik paling krusial. Inilah jantung fungsi pengawasan. Tanpa kanal pengaduan yang jelas dan informasi yang terbuka, pengawasan berisiko berjalan timpang.

Ironi semakin terasa ketika dibandingkan dengan perangkat daerah lain. Sejumlah puskesmas di Tasikmalaya justru mampu meraih predikat A (Pelayanan Prima). Fakta ini menegaskan bahwa standar pelayanan itu nyata dan bisa dicapai.

Alarm Kepercayaan Publik

Catatan nilai pelayanan publik DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini bukan soal mencari kambing hitam. Angka IPP adalah hasil evaluasi sistem, bukan penilaian personal.

Namun, skor 0,98 menjadi peringatan keras. Ketika lembaga yang bertugas mengawasi justru gagal melayani, kepercayaan publik ikut dipertaruhkan.

Pelayanan publik bukan sekadar urusan administrasi. Ia menjadi wajah nyata dari demokrasi lokal. Jika rumah pengawasan runtuh dari dalam, maka kritik terhadap kinerja eksekutif pun berpotensi kehilangan legitimasi moral.

Nilai IPP ini seharusnya menjadi titik balik. Bukan untuk defensif, melainkan untuk berbenah. Karena di mata publik, pelayanan yang buruk lebih mudah diingat daripada janji yang diulang. (red)

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patroli Polres Ciamis Jaring Peminum Miras

    Patroli Polres Ciamis Jaring Peminum Miras

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Komitmen menjaga keamanan wilayah terus ditunjukkan jajaran kepolisian melalui Patroli Malam Polres Ciamis yang digelar di sejumlah titik strategis pada Minggu (14/6/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya cipta kondisi guna mencegah munculnya berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Patroli yang dilaksanakan dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) […]

  • Rencana Diorama Kota Tasikmalaya Mengemuka, Publik Bertanya: Prioritas atau Proyek Baru?

    Rencana Diorama Kota Tasikmalaya Mengemuka, Publik Bertanya: Prioritas atau Proyek Baru?

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Wacana pembangunan Diorama Kota Tasikmalaya dan Arboretum Bambu mulai mengemuka sebagai arah baru pengembangan wisata edukasi. Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini masih berada pada tahap penjajakan konsep, salah satunya melalui studi banding ke Diorama Nusantara di Kabupaten Purwakarta. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menyampaikan bahwa rencana tersebut belum masuk tahap […]

  • indikasi korupsi sampah pangandaran - berita pangandaran

    Indikasi Korupsi BBM Sampah Pangandaran Bag 1: Kadis Baru Pilih No Comment!

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN — Indikasi Korupsi BBM Sampah Pangandaran mulai masuk radar redaksi. Persoalan ini menyangkut belanja bahan bakar kendaraan angkutan persampahan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran yang menjadi temuan BPK. Data yang dimiliki redaksi menunjukkan, ada selisih besar dalam pertanggungjawaban belanja BBM kendaraan angkutan sampah. Nilainya mencapai Rp363.661.206,00. Angka ini terlalu besar untuk dianggap […]

  • wisatawan-tewas-di-pantai-madasari-pangandaran-astakona

    Wisatawan Garut Tewas di Pantai Madasari, Keluarga Keluhkan Pelayanan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN – Duka mendalam menyelimuti keluarga wisatawan asal Kabupaten Garut, Siti Atika (58), yang tewas setelah terseret ombak di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jumat (15/5/2026). Di tengah suasana kehilangan, keluarga korban juga menyampaikan keluhan terkait proses pemulangan jenazah yang dinilai berjalan lambat. Keluarga mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan […]

  • Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

    Viral! Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Pemprov Jabar Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA JABAR – Kasus seorang perempuan asal Cirebon yang diduga menjadi korban pengantin pesanan di China tengah menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban meminta bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat dipulangkan ke Indonesia. Merespons hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan penelusuran serta […]

  • Dirut hanania travel tersangka - astakona

    Dirut Hanania Travel Jadi Tersangka, Ribuan Jamaah Umrah Gagal Berangkat

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang menyeret Hanania Travel memasuki babak baru. Polda Metro Jaya resmi menetapkan Dirut PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan, sebagai tersangka setelah menemukan bukti yang cukup dalam penyelidikan kasus yang merugikan ratusan hingga ribuan calon jamaah. Penetapan tersangka dilakukan pada 29 Mei […]

expand_less