Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Transparansi Anggaran Jangan Nanggung, Kepercayaan Publik Taruhannya

Transparansi Anggaran Jangan Nanggung, Kepercayaan Publik Taruhannya

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, Berita Tasikmalaya – Isu transparansi pengelolaan keuangan daerah kembali menguji komitmen Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Dorongan agar akses informasi anggaran dibuka secara utuh semakin menguat, menyusul tuntutan publik agar keterbukaan tidak berhenti pada dokumen formal APBD, tetapi menjangkau seluruh proses penganggaran, termasuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

Persoalan ini mencuat setelah Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Komisi I, Asep Muslim, secara terbuka meminta agar Peraturan Daerah (Perda) APBD 2026 dan Peraturan Bupati (Perbup) Penjabaran APBD 2026 segera diunggah ke Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Pernyataan tersebut dimuat media online Priangan.com dan langsung memantik diskursus publik yang lebih luas: sejauh mana pemerintah daerah benar-benar siap transparan?

APBD Bukan Dokumen Elitis, Tapi Hak Publik

Asep Muslim menegaskan, keterbukaan dokumen APBD bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab moral dan politik pemerintah daerah. APBD, kata dia, adalah uang rakyat yang penggunaannya wajib dapat diakses dan diawasi publik.

Keterlambatan publikasi Perda APBD dan Perbup Penjabaran APBD 2026 dinilai berpotensi melahirkan kecurigaan. Dalam konteks ini, transparansi anggaran hadirkan kepercayaan publik bukan sekadar slogan, melainkan prasyarat mutlak tata kelola pemerintahan yang sehat.

Dorongan ini juga selaras dengan arahan Gubernur Jawa Barat yang meminta seluruh pemerintah daerah membuka akses informasi anggaran secara luas. Namun, tanpa langkah konkret dan konsisten, komitmen transparansi berisiko berhenti sebagai retorika kebijakan semata.

Transparansi Setengah Hati Justru Memicu Curiga

Dorongan keterbukaan tersebut mendapat penguatan dari Ketua SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), Ahmad Mukhlis. Ia menilai, membuka APBD tanpa membuka pokir DPRD sama saja menyajikan transparansi setengah hati.

“Kalau APBD dibuka tapi pokir DPRD disembunyikan, publik justru makin curiga. Karena pokir adalah bagian dari APBD itu sendiri,” tegas Mukhlis.

Menurutnya, pokir bukan sekadar lampiran teknis, melainkan cermin konkret kinerja wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tanpa keterbukaan pokir, publik kehilangan alat ukur objektif untuk menilai apakah DPRD benar-benar bekerja atau sekadar pandai beretorika saat kampanye.

Pokir Bukan Rahasia Negara

Mukhlis juga menepis anggapan bahwa pokir DPRD merupakan dokumen tertutup. Ia merujuk Permendagri Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 78 Ayat (3) yang menyebutkan bahwa pokir DPRD disampaikan secara tertulis kepada kepala Bappeda. Artinya, dokumen tersebut bersifat resmi, tercatat, dan dapat diakses.

Dengan membuka data pokir, masyarakat bisa menilai kinerja DPRD berdasarkan usulan nyata dalam perencanaan dan penganggaran, bukan sekadar janji politik lima tahunan. Transparansi menyeluruh antara eksekutif dan legislatif diyakini akan memperkuat akuntabilitas serta menyehatkan demokrasi lokal.

Jika transparansi hanya dilakukan separuh jalan, dampaknya bukan ketenangan publik, melainkan kecurigaan yang berlarut. Sebaliknya, keterbukaan penuh adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik yang selama ini kerap terkikis oleh praktik birokrasi tertutup.

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawaslu Kota Tasikmalaya Soroti Akurasi Data Pemilih Disabilitas Jelang Pemilu

    Bawaslu Kota Tasikmalaya Soroti Akurasi Data Pemilih Disabilitas Jelang Pemilu

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Bawaslu Kota Tasikmalaya menyoroti pentingnya perbaikan pendataan pemilih penyandang disabilitas menjelang pelaksanaan pemilu mendatang. Persoalan tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan yang masih harus dibenahi untuk memastikan seluruh warga negara memperoleh hak politik yang setara. Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Kaum Disabilitas yang digelar di Bale RW […]

  • Diky Candranegara Dukung Kaderisasi Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya

    Diky Candranegara Dukung Kaderisasi Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya mulai menancapkan agenda besar untuk penguatan generasi muda melalui Baitul Arqam 2026, program kaderisasi utama yang bukan hanya berorientasi pada pembinaan internal organisasi, tetapi juga disiapkan sebagai ruang mencetak kader yang siap tampil di tengah dinamika sosial masyarakat. Keseriusan agenda tersebut terlihat dari langkah jajaran […]

  • Rizki Ramdani Ditemukan Meninggal, Pencarian di Bendungan Cijolang Berakhir

    Rizki Ramdani Ditemukan Meninggal, Pencarian di Bendungan Cijolang Berakhir

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Upaya pencarian seorang anak yang dilaporkan hilang saat berenang di kawasan Bendungan Cijolang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Rizki Ramdani (8) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, bocah asal Dusun Bantardengdeng, Desa Patakaharja, Kecamatan Rancah itu dilaporkan hilang saat bermain […]

  • Efisiensi Birokrasi vs Kebutuhan Digital Tasikmalaya

    Efisiensi Birokrasi vs Kebutuhan Digital Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, OPINI – Di tengah arus digitalisasi yang semakin tak terelakkan, Kabupaten Tasikmalaya justru menghadapi dilema klasik: antara efisiensi birokrasi dan kebutuhan penguatan sektor komunikasi serta informatika. Kebijakan penggabungan Kominfo dengan Dishub menjadi simbol dari tarik-menarik kepentingan tersebut. Dalam kerangka Peran Kominfo dalam Pemerintah Daerah, kebijakan ini tidak bisa dipandang sebagai langkah administratif biasa. Ia […]

  • Subuh Mencekam di Bumikersanagara! Kebakaran Trafo PJU Saat Warga Sahur

    Subuh Mencekam di Bumikersanagara! Kebakaran Trafo PJU Saat Warga Sahur

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB. Sebagian warga Perum Bumikersanagara tengah menikmati santap sahur. Namun suasana tenang mendadak berubah ketika cahaya api menyala terang yang bersumber dari kebakaran pada trafo Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berdiri tak jauh dari rumah Pak Gatot. Percikan api pertama terlihat kecil. Dalam hitungan menit, kobaran membesar […]

  • 50 Unit Pick Up KDMP Tiba di Tasikmalaya, Siap Perkuat Ekonomi Desa

    50 Unit Pick Up KDMP Tiba di Tasikmalaya, Siap Perkuat Ekonomi Desa

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Sebanyak 50 unit kendaraan niaga jenis pick up yang didatangkan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tiba di Kabupaten Tasikmalaya. Puluhan kendaraan tersebut kini terparkir di lingkungan Makodim 0612/Tasikmalaya sebagai bagian dari proses pendataan dan persiapan distribusi kepada koperasi penerima. Kedatangan armada tersebut menarik perhatian karena menjadi salah satu […]

expand_less