Kebakaran Kandang Ayam Ciamis, Damkar Cegah Api Meluas
- account_circle adminastakona
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA CIAMIS – Peristiwa Kebakaran Kandang Ayam Ciamis terjadi di Dusun Bandaruka, Desa Karanganyar, Kecamatan Cijeungjing, Jumat (12/6/2026) malam. Sebuah kandang ayam berlantai dua milik warga dilaporkan hangus dilalap api hingga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB dan sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api yang terlihat dari kejauhan dengan cepat membesar hingga menguasai hampir seluruh bangunan peternakan yang memiliki ukuran sekitar 5 x 25 meter.
Pemilik kandang diketahui bernama Galih Nugraha (26), warga Dusun Bandaruka, Desa Karanganyar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Kebakaran Kandang Ayam Ciamis Berawal dari Aktivitas Pengovenan
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, api diduga berasal dari proses pengovenan kandang yang dilakukan sebelum kebakaran terjadi.
Warga sekitar menjadi pihak pertama yang mengetahui insiden tersebut. Saat api mulai terlihat, kobaran sudah membesar hingga menjalar ke bagian lantai dua bangunan.
Karena khawatir api merembet ke rumah-rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi, masyarakat langsung berupaya meminta pertolongan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Material bangunan yang sebagian besar berupa konstruksi semi permanen membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan oleh warga menggunakan peralatan seadanya.
Damkar Ciamis Kerahkan Dua Armada ke Lokasi
Laporan kebakaran diterima UPTD Damkar Ciamis pada pukul 21.40 WIB. Hanya berselang beberapa menit, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.59 WIB dengan waktu respons sekitar 17 menit. Setibanya di lokasi, petugas langsung fokus melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar kandang.
Proses pemadaman melibatkan enam personel Damkar Ciamis yang bekerja sama dengan unsur lainnya, seperti Bhabinkamtibmas Polsek Cijeungjing, Pemerintah Desa Karanganyar, PLN, serta masyarakat setempat.
Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kerugian Capai Rp150 Juta, Tidak Ada Korban Jiwa
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan berat pada bangunan kandang ayam. Seluruh area kandang berukuran 5 x 25 meter terdampak kobaran api.
Petugas menyelesaikan penanganan sekitar pukul 23.15 WIB setelah memastikan kondisi benar-benar aman. Setelah proses pemadaman selesai, dilakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lanjutan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha peternakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan sumber panas di area kandang. Pemeriksaan berkala terhadap instalasi dan peralatan yang digunakan juga perlu dilakukan guna meminimalkan risiko kebakaran.
Kejadian Kebakaran Kandang Ayam Ciamis di Kecamatan Cijeungjing ini sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat petugas pemadam kebakaran dalam mencegah kerugian yang lebih besar serta menghindari potensi api merambat ke permukiman warga sekitar. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
