Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sudut Pandang » Dinamika Ekonomi Nasional Dihimpit Tekanan Global dan Beban Kebijakan Dalam Negeri

Dinamika Ekonomi Nasional Dihimpit Tekanan Global dan Beban Kebijakan Dalam Negeri

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, SUDUT PANDANG – Dinamika ekonomi nasional saat ini tengah menghadapi tekanan dari dua arah yang berbeda. Dari faktor eksternal, penguatan dolar AS yang dipicu ketegangan geopolitik global membuat nilai tukar rupiah berada dalam tekanan. Dampaknya langsung terasa di pasar. Harga impor bahan baku industri maupun pangan meningkat, lalu diteruskan ke harga kebutuhan pokok yang harus ditanggung masyarakat.

Sementara dari dalam negeri, pemerintah tetap bersikukuh menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Untuk menjaga keberlanjutan fiskal program tersebut, dilakukan berbagai penyesuaian, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga realokasi anggaran ke sejumlah BUMN, termasuk Pertamina.

Sayangnya, langkah tersebut memunculkan rantai beban baru. Di hulu, masyarakat menghadapi tekanan akibat peningkatan pajak. Di hilir, BUMN dan sektor industri yang terbebani biaya produksi berpotensi menaikkan harga bahan baku maupun produk. Akibatnya, rakyat terjepit dua kali: membayar pajak lebih besar sekaligus membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terus meningkat. Program yang semula ditujukan untuk membantu masyarakat justru berisiko menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Tata Kelola Program MBG Menjadi Sorotan

Kondisi ini semakin rapuh karena sebelumnya publik telah disuguhi berbagai sorotan terkait dugaan markup anggaran di Badan Gizi Nasional. Ketika program sebesar MBG masih menyisakan potensi kebocoran anggaran, memaksakan program berjalan tanpa pembenahan tata kelola sama saja membuka ruang bagi persoalan yang berulang.

Negara dapat mengalami kerugian dalam dua aspek sekaligus. Pertama, anggaran negara menjadi tidak efisien. Kedua, kepercayaan publik terhadap program pemerintah berpotensi menurun karena muncul keraguan apakah bantuan benar-benar sampai kepada anak-anak yang membutuhkan.

Ego politik yang terus mendorong program tanpa jeda evaluasi berisiko membuat MBG kehilangan prinsip keadilan fiskal. Padahal, program sosial seharusnya melindungi kelompok rentan, bukan memindahkan beban kepada masyarakat luas melalui kenaikan pajak maupun harga kebutuhan pokok.

Evaluasi dan Penataan Ulang Program MBG

Menghadapi situasi ini, penghentian total Program MBG bukanlah satu-satunya jawaban. Namun setidaknya diperlukan langkah konstruktif yang mampu menjawab kompleksitas persoalan sekaligus mengembalikan sentimen positif masyarakat terhadap kebijakan pemerintah Republik Indonesia.

Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah melakukan jeda sementara terhadap ekspansi program dan membentuk audit independen terhadap Badan Gizi Nasional. Celah markup perlu ditutup, sistem pengadaan harus diperbaiki, dan hasil audit wajib dipublikasikan agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran negara.

Selain itu, skala program dapat diubah dari pendekatan merata menjadi berbasis prioritas. Fokus pelaksanaan MBG sebaiknya diarahkan ke wilayah 3T, daerah dengan tingkat stunting tinggi, serta keluarga miskin ekstrem berdasarkan data yang valid. Dengan sasaran yang lebih spesifik, penggunaan anggaran menjadi lebih efisien dan dampaknya lebih tepat sasaran.

Alternatif Pembiayaan Tanpa Membebani Rakyat

Pemerintah juga perlu mencari skema pembiayaan alternatif agar beban program tidak sepenuhnya dibebankan kepada APBN maupun pajak masyarakat. Efisiensi anggaran kementerian non-prioritas, pemanfaatan dana CSR perusahaan, serta penguatan peran zakat dan filantropi melalui Baznas maupun lembaga sosial dapat menjadi opsi yang layak dipertimbangkan.

Dengan pendekatan tersebut, APBN dapat ditempatkan sebagai fasilitator, bukan sumber pembiayaan utama yang pada akhirnya berpotensi memicu kenaikan harga dan memperlemah ekonomi nasional.

Bahkan, jika dikelola secara tepat, MBG dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui pemberdayaan masyarakat sekitar, penguatan UMKM lokal, hingga penciptaan peluang usaha bagi kelompok usia produktif. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan penerima langsung, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Niat Baik Harus Diiringi Tata Kelola yang Bersih

MBG merupakan program yang lahir dari niat baik untuk mempersiapkan masa depan generasi Indonesia. Namun niat baik saja tidak cukup tanpa tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Di tengah tekanan dolar AS, pelemahan rupiah, serta tantangan yang dihadapi ekonomi nasional, pemerintah perlu memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai tanpa menambah beban yang harus ditanggung masyarakat luas. (gmp/hs) 

Galih Mauladin Putra – Kader HMI Tasikmalaya

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Gemerlap Tasikmalaya, Ada Anak yang Bertahan Hidup

    Di Balik Gemerlap Tasikmalaya, Ada Anak yang Bertahan Hidup

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pusat Kota Tasikmalaya terlihat hidup saat malam. Deretan tempat makan penuh, kendaraan nyaris tak terputus, dan percakapan terdengar di setiap sudut jalan. Kota ini tampak bergerak, tumbuh, dan berkembang. Namun di sela-sela denyut ekonomi itu, seorang anak perempuan berdiri tanpa alas apa pun selain harapan. Ia bukan pengamen. Bukan pedagang kecil. […]

  • Pengadaan Sarung di Tengah Efisiensi Anggaran Picu Kritik Mahasiswa Tasikmalaya

    Pengadaan Sarung di Tengah Efisiensi Anggaran Picu Kritik Mahasiswa Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran dalam APBD Kota Tasikmalaya Tahun 2026 memicu sorotan dari kalangan mahasiswa. Program yang total nilainya mencapai sekitar Rp841 juta dinilai tidak selaras dengan situasi fiskal daerah yang disebut sedang terbatas. Sorotan tersebut disampaikan Perhimpunan Mahasiswa Independen Tasikmalaya (PAMIT) yang menilai kebijakan tersebut berpotensi menunjukkan […]

  • Tes CAT dan Pengawasan Berlapis Warnai Rekrutmen Polri 2026

    Tes CAT dan Pengawasan Berlapis Warnai Rekrutmen Polri 2026

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA BANDUNG – Polda Jawa Barat memastikan proses penerimaan anggota Polri tahun 2026 berlangsung secara terbuka, profesional, dan bebas dari praktik percaloan. Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, hingga Tamtama dilakukan dengan sistem transparan yang memungkinkan peserta mengetahui hasil tes secara langsung. Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan seluruh tahapan […]

  • Harkitnas 2026, Bupati Ciamis Tekankan Literasi Digital

    Harkitnas 2026, Bupati Ciamis Tekankan Literasi Digital

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Semangat persatuan, kebangkitan nasional, dan kesiapan menghadapi tantangan era digital menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kabupaten Ciamis yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Rabu (20/5/2026). Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bertindak langsung sebagai inspektur upacara dalam peringatan tahunan tersebut. Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti ratusan […]

  • Donny Fattah : Bassist Legendaris God Bless Tutup Usia

    Donny Fattah : Bassist Legendaris God Bless Tutup Usia

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA NASIONAL – Dunia musik rock Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Donny Fattah, bassist legendaris sekaligus salah satu pendiri band rock ternama God Bless, meninggal dunia pada usia 77 tahun, Sabtu, 7 Maret 2026. Kabar Donny Fattah meninggal pertama kali disampaikan melalui akun Instagram resmi band tersebut. Dalam unggahan yang menampilkan foto […]

  • Siapa Gus Irfan

    Siapa Gus Irfan? Profil Menteri Haji dan Umrah Baru Kabinet Prabowo

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle adminastakona
    • 0Komentar

    astakona.com, BERITA POLITIK & PEMERINTAHAN. Pelantikan Mochamad Irfan Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 menjadi sorotan publik. Banyak yang bertanya-tanya, siapa Gus Irfan dan bagaimana rekam jejaknya hingga dipercaya oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan strategis ini? Gus […]

expand_less