Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sudut Pandang » Dinamika Ekonomi Nasional Dihimpit Tekanan Global dan Beban Kebijakan Dalam Negeri

Dinamika Ekonomi Nasional Dihimpit Tekanan Global dan Beban Kebijakan Dalam Negeri

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, SUDUT PANDANG – Dinamika ekonomi nasional saat ini tengah menghadapi tekanan dari dua arah yang berbeda. Dari faktor eksternal, penguatan dolar AS yang dipicu ketegangan geopolitik global membuat nilai tukar rupiah berada dalam tekanan. Dampaknya langsung terasa di pasar. Harga impor bahan baku industri maupun pangan meningkat, lalu diteruskan ke harga kebutuhan pokok yang harus ditanggung masyarakat.

Sementara dari dalam negeri, pemerintah tetap bersikukuh menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Untuk menjaga keberlanjutan fiskal program tersebut, dilakukan berbagai penyesuaian, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga realokasi anggaran ke sejumlah BUMN, termasuk Pertamina.

Sayangnya, langkah tersebut memunculkan rantai beban baru. Di hulu, masyarakat menghadapi tekanan akibat peningkatan pajak. Di hilir, BUMN dan sektor industri yang terbebani biaya produksi berpotensi menaikkan harga bahan baku maupun produk. Akibatnya, rakyat terjepit dua kali: membayar pajak lebih besar sekaligus membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terus meningkat. Program yang semula ditujukan untuk membantu masyarakat justru berisiko menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Tata Kelola Program MBG Menjadi Sorotan

Kondisi ini semakin rapuh karena sebelumnya publik telah disuguhi berbagai sorotan terkait dugaan markup anggaran di Badan Gizi Nasional. Ketika program sebesar MBG masih menyisakan potensi kebocoran anggaran, memaksakan program berjalan tanpa pembenahan tata kelola sama saja membuka ruang bagi persoalan yang berulang.

Negara dapat mengalami kerugian dalam dua aspek sekaligus. Pertama, anggaran negara menjadi tidak efisien. Kedua, kepercayaan publik terhadap program pemerintah berpotensi menurun karena muncul keraguan apakah bantuan benar-benar sampai kepada anak-anak yang membutuhkan.

Ego politik yang terus mendorong program tanpa jeda evaluasi berisiko membuat MBG kehilangan prinsip keadilan fiskal. Padahal, program sosial seharusnya melindungi kelompok rentan, bukan memindahkan beban kepada masyarakat luas melalui kenaikan pajak maupun harga kebutuhan pokok.

Evaluasi dan Penataan Ulang Program MBG

Menghadapi situasi ini, penghentian total Program MBG bukanlah satu-satunya jawaban. Namun setidaknya diperlukan langkah konstruktif yang mampu menjawab kompleksitas persoalan sekaligus mengembalikan sentimen positif masyarakat terhadap kebijakan pemerintah Republik Indonesia.

Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah melakukan jeda sementara terhadap ekspansi program dan membentuk audit independen terhadap Badan Gizi Nasional. Celah markup perlu ditutup, sistem pengadaan harus diperbaiki, dan hasil audit wajib dipublikasikan agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran negara.

Selain itu, skala program dapat diubah dari pendekatan merata menjadi berbasis prioritas. Fokus pelaksanaan MBG sebaiknya diarahkan ke wilayah 3T, daerah dengan tingkat stunting tinggi, serta keluarga miskin ekstrem berdasarkan data yang valid. Dengan sasaran yang lebih spesifik, penggunaan anggaran menjadi lebih efisien dan dampaknya lebih tepat sasaran.

Alternatif Pembiayaan Tanpa Membebani Rakyat

Pemerintah juga perlu mencari skema pembiayaan alternatif agar beban program tidak sepenuhnya dibebankan kepada APBN maupun pajak masyarakat. Efisiensi anggaran kementerian non-prioritas, pemanfaatan dana CSR perusahaan, serta penguatan peran zakat dan filantropi melalui Baznas maupun lembaga sosial dapat menjadi opsi yang layak dipertimbangkan.

Dengan pendekatan tersebut, APBN dapat ditempatkan sebagai fasilitator, bukan sumber pembiayaan utama yang pada akhirnya berpotensi memicu kenaikan harga dan memperlemah ekonomi nasional.

Bahkan, jika dikelola secara tepat, MBG dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui pemberdayaan masyarakat sekitar, penguatan UMKM lokal, hingga penciptaan peluang usaha bagi kelompok usia produktif. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan penerima langsung, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Niat Baik Harus Diiringi Tata Kelola yang Bersih

MBG merupakan program yang lahir dari niat baik untuk mempersiapkan masa depan generasi Indonesia. Namun niat baik saja tidak cukup tanpa tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Di tengah tekanan dolar AS, pelemahan rupiah, serta tantangan yang dihadapi ekonomi nasional, pemerintah perlu memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai tanpa menambah beban yang harus ditanggung masyarakat luas. (gmp/hs) 

Galih Mauladin Putra – Kader HMI Tasikmalaya

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda STIT Lakbok Ciamis Dihadiri Wamenkop, Lulusan Ditantang Ciptakan Lapangan Kerja

    Wisuda STIT Lakbok Ciamis Dihadiri Wamenkop, Lulusan Ditantang Ciptakan Lapangan Kerja

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Prosesi Wisuda ke-2 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lakbok menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis. Tak sekadar seremoni akademik, kegiatan ini juga menjadi panggung motivasi bagi para lulusan agar siap menghadapi tantangan dunia kerja dan mampu menciptakan peluang di tengah perubahan zaman. Acara yang digelar pada Rabu (20/5/2026) […]

  • Rizki Ramdani Ditemukan Meninggal, Pencarian di Bendungan Cijolang Berakhir

    Rizki Ramdani Ditemukan Meninggal, Pencarian di Bendungan Cijolang Berakhir

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Upaya pencarian seorang anak yang dilaporkan hilang saat berenang di kawasan Bendungan Cijolang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Rizki Ramdani (8) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, bocah asal Dusun Bantardengdeng, Desa Patakaharja, Kecamatan Rancah itu dilaporkan hilang saat bermain […]

  • Bocah Hilang di Bendungan Tangkolo, Pencarian Masih Terus Berlanjut

    Bocah Hilang di Bendungan Tangkolo, Pencarian Masih Terus Berlanjut

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Suasana haru dan cemas menyelimuti kawasan Bendungan Tangkolo, Desa Patakaharja, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, setelah seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hilang saat bermain dan berenang di aliran Sungai Cijolang, Senin (8/6/2026). Hingga berita ini ditulis, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh warga bersama sejumlah relawan dan unsur terkait. […]

  • Evakuasi Biawak Ciamis, Reptil 60 Cm Masuk Dapur Warga

    Evakuasi Biawak Ciamis, Reptil 60 Cm Masuk Dapur Warga

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Aksi Evakuasi Biawak Ciamis kembali dilakukan petugas pemadam kebakaran setelah seekor biawak masuk ke area dapur rumah warga di Dusun Ciakar Hilir, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Selasa (9/6/2026). Kemunculan reptil sepanjang sekitar 60 sentimeter itu sempat membuat penghuni rumah panik. Khawatir membahayakan keselamatan keluarga, pemilik rumah akhirnya meminta bantuan […]

  • Pedagang Cikurubuk Layangkan Surat, Pemkot Tasikmalaya Ditunggu Bertindak

    Pedagang Cikurubuk Layangkan Surat, Pemkot Tasikmalaya Ditunggu Bertindak

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Polemik penataan Pasar Tradisional Cikurubuk kini memasuki babak baru. Tidak lagi sebatas pernyataan di ruang publik, Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) secara resmi mengajukan tuntutan tertulis kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Langkah administratif ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pedagang dalam mendorong percepatan kebijakan. Di tengah belum terlihatnya progres konkret di lapangan, […]

  • Plh Wali Kota Tasikmalaya Salat Iduladha Bersama Ribuan Jamaah di Masjid Agung

    Plh Wali Kota Tasikmalaya Salat Iduladha Bersama Ribuan Jamaah di Masjid Agung

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi ajang ibadah tahunan, tetapi juga panggung kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Ribuan jamaah memadati kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu pagi (27/5/2026), untuk melaksanakan Salat Iduladha bersama Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya. Sejak pagi buta, arus jamaah sudah […]

expand_less