Stok Hewan Kurban Tasikmalaya Menyusut Hampir 50 Persen
- account_circle adminastakona
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Stok hewan kurban di Kota Tasikmalaya menjelang Idul Adha 1447 Hijriah tercatat mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemerintah Kota Tasikmalaya tetap optimistis kebutuhan masyarakat akan terpenuhi seiring meningkatnya permintaan mendekati hari pelaksanaan kurban.
Berdasarkan data sementara, stok hewan kurban saat ini mencapai 1.532 ekor sapi dan 340 ekor kambing atau domba. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode Idul Adha 2025 yang mencatat 3.310 ekor sapi dan 452 ekor kambing maupun domba.
Penurunan hampir 50 persen ini diduga berkaitan dengan faktor daya beli masyarakat, meskipun belum ada analisis resmi mendalam mengenai penyebabnya.
Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara mengatakan pemerintah tetap memantau perkembangan pasar hewan kurban agar distribusi tetap berjalan baik.
Menurutnya, tren pembelian hewan kurban umumnya meningkat menjelang hari raya sehingga dinamika stok masih sangat mungkin berubah.
“Kami melihat stok saat ini memang lebih rendah dibanding tahun lalu. Namun biasanya mendekati Idul Adha ada peningkatan aktivitas jual beli, sehingga kami tetap optimistis kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” ujarnya.
Pemerintah Siapkan Pengawasan dan Infrastruktur
Di tengah kondisi stok yang menurun, Pemkot Tasikmalaya tetap memastikan kualitas hewan kurban yang beredar dalam kondisi aman.
Pemeriksaan kesehatan hewan terus dilakukan oleh DKP3 bersama unsur lintas sektor untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
Setiap hewan yang diperiksa dicek kondisi fisik, suhu tubuh, gejala klinis penyakit, serta dokumen kesehatannya.
Langkah ini penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan hewan kurban yang tersedia, tetapi juga benar-benar sehat.
Selain pengawasan kesehatan, pemerintah daerah juga menyiapkan Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai fasilitas pemotongan yang higienis dan sesuai ketentuan syariat.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan Idul Adha yang aman dan tertib.
Daya Beli Jadi Sorotan
Penurunan stok hewan kurban juga memunculkan perhatian terkait kondisi ekonomi masyarakat.
Meski belum ada data rinci mengenai perilaku pasar, indikasi melemahnya daya beli menjadi salah satu faktor yang disebut memengaruhi jumlah stok di lapangan.
Namun demikian, pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya menilai situasi ini masih dinamis dan belum bisa dijadikan gambaran akhir pasar hewan kurban tahun ini.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya Cecep Kustiawan memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan hingga hari pemotongan.
“Hewan kurban yang beredar sejauh ini sehat dan aman. Pengawasan tetap kami lakukan sampai pelaksanaan Idul Adha,” katanya.
Pemerintah berharap keseimbangan antara ketersediaan stok, kesehatan hewan, dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga hingga momentum kurban berlangsung.
Dengan pemantauan berkelanjutan, masyarakat diharapkan tetap tenang dalam mempersiapkan ibadah kurban tahun ini. (df)
- Penulis: adminastakona
