Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » 371 Siswa SD Garut Bersaing di FLS3N 2026

371 Siswa SD Garut Bersaing di FLS3N 2026

  • account_circle adminastakona
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Astakona, BERITA GARUT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut resmi membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 tingkat kabupaten, Kamis (21/5/2026). Ajang tahunan yang digelar di Aula Pondok Pesantren Al Musaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, itu menjadi panggung bagi ratusan siswa berbakat untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang seni dan sastra.

Sebanyak 371 siswa dari 42 kecamatan se-Kabupaten Garut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka merupakan para juara tingkat kecamatan yang kini bersaing memperebutkan tiket menuju ajang FLS3N tingkat provinsi, bahkan nasional.

Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya” itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan.

Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, tetapi bagian dari strategi pendidikan nasional untuk menjaring sekaligus membina potensi peserta didik sejak usia dini.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara konsisten menghadirkan ruang kompetisi bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, termasuk di bidang seni budaya.

“Ini kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus menghadirkan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka. Harapannya, dari Garut lahir bibit-bibit seni baru yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Asep.

Ia menilai ajang semacam ini penting karena pendidikan tidak semata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, serta kepercayaan diri peserta didik.

Di akhir sambutannya, Asep turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bidang Sekolah Dasar Disdik Garut serta panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan kegiatan hingga berjalan lancar.

Ratusan Peserta Bertanding di Tujuh Cabang Lomba

Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Kabupaten Garut, Ai Sadidah, menjelaskan bahwa FLS3N Jenjang SD tingkat kabupaten dilaksanakan selama satu hari penuh dengan melibatkan peserta dari kelas 3, 4, dan 5 sekolah dasar.

Menurutnya, seluruh peserta yang tampil merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan setelah sebelumnya meraih juara pertama di tingkat lokal.

“Peserta yang hadir hari ini adalah siswa-siswi terbaik dari tiap kecamatan. Mereka telah melalui proses seleksi sebelumnya, sehingga kompetisi tingkat kabupaten ini menjadi tahapan penting menuju level yang lebih tinggi,” katanya.

Adapun tujuh cabang lomba yang dipertandingkan meliputi:

  • Gambar Bercerita – 41 peserta (SDN Jayaraga)
  • Menyanyi Solo – 41 peserta (Aula Al Musaddiyah)
  • Mendongeng – 40 peserta (SDN 4 Pataruman)
  • Menulis Cerita – 38 peserta (SDN Jayaraga)
  • Kriya – 37 peserta (SDN 4 Pataruman)
  • Pantomim – 72 peserta (SDN 4 Pataruman)
  • Seni Tari – 102 peserta (Aula PGRI Kecamatan Tarogong Kidul)

Dari seluruh cabang tersebut, seni tari menjadi kategori dengan jumlah peserta terbanyak, menunjukkan tingginya minat siswa terhadap seni pertunjukan tradisional maupun kreatif.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Pembentukan Karakter

FLS3N tahun ini tidak hanya berorientasi pada pencarian juara, tetapi juga menjadi instrumen pembentukan karakter siswa.

Disdik Garut menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan ruang ekspresi positif bagi peserta didik dalam mengembangkan bakat, kreativitas, serta apresiasi terhadap seni dan budaya.

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter disiplin, mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, menjunjung sportivitas, sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa.

Ajang ini juga sejalan dengan semangat kebijakan pendidikan nasional yang mendorong pembelajaran lebih holistik, kreatif, dan inklusif.

Melalui FLS3N, siswa diharapkan tidak hanya menjadi kompetitor, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang mampu berpikir kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan memiliki kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Bagi Disdik Garut, festival ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaring talenta terbaik daerah untuk dibina menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Dengan keterlibatan ratusan peserta dari seluruh penjuru Garut, FLS3N 2026 menjadi gambaran bahwa potensi seni anak-anak daerah terus tumbuh dan layak mendapat panggung yang lebih luas. (df) 

  • Penulis: adminastakona

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Warga

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Warga

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya dan Dampaknya bagi Warga Astakona, BERITA DAERAH – Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya di Desa Tawangbanteng tidak hanya menjadi persoalan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Jalan yang rusak kini menyulitkan mobilitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan. Lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang jalan membuat pengguna jalan harus ekstra […]

  • angka-pengangguran-tasikmalaya-2025-astakona

    Angka Pengangguran Tasikmalaya Masih Tinggi, Ini Strategi Pemerintah Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus menyiapkan berbagai langkah untuk menekan angka pengangguran yang hingga 2025 masih berada di kisaran puluhan ribu orang. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah warga yang belum terserap ke dunia kerja tercatat mencapai sekitar 38 ribu orang. Angka tersebut menjadi perhatian serius mengingat jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar […]

  • Pencurian Sepeda Listrik di Cisayong Berujung Bentrok, Dua Warga Terluka

    Pencurian Sepeda Listrik di Cisayong Berujung Bentrok, Dua Warga Terluka

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Upaya dugaan pencurian sepeda listrik di wilayah Kampung Cinusa Hilir, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, berakhir ricuh. Seorang pria berusia 63 tahun berinisial AS diamankan warga setelah diduga mencoba mencuri dan melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam saat aksinya dipergoki penghuni rumah. Insiden tersebut terjadi pada Senin dini hari, 25 Mei […]

  • Pemkab Ciamis Dorong Kebersihan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Pencitraan

    Pemkab Ciamis Dorong Kebersihan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Pencitraan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar mempercantik wajah daerah menjelang kunjungan pejabat. Lebih dari itu, Pemkab ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar kebersihan menjadi budaya yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, […]

  • BPBD Ciamis Ingatkan Warga Waspadai Risiko Kecelakaan Air

    BPBD Ciamis Ingatkan Warga Waspadai Risiko Kecelakaan Air

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle adminastakona
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA CIAMIS – Meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan perairan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mengeluarkan imbauan kewaspadaan terkait potensi Kecelakaan Air Ciamis. Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, danau, waduk, saluran irigasi, maupun lokasi perairan lainnya guna mencegah terjadinya insiden yang membahayakan keselamatan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif […]

  • klarifikasi-puskesmas-cimerak-pantai-madasari-astakona

    Puskesmas Cimerak Klarifikasi Keluhan Ambulans Korban Pantai Madasari Pangandaran

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle adminastakona
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Astakona, BERITA PANGANDARAN – Puskesmas Cimerak akhirnya memberikan penjelasan terkait keluhan keluarga wisatawan asal Kabupaten Garut, Siti Atika (58), yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan laut di kawasan Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, Jumat (15/5/2026). Sebelumnya, keluarga korban menyampaikan kekecewaan terhadap proses pelayanan, khususnya terkait penanganan ambulans untuk pemulangan jenazah yang dinilai berlangsung lambat. Keluhan […]

expand_less