Bupati Garut Minta Kades Baru Fokus Atasi Stunting dan Anak Putus Sekolah
- account_circle adminastakona
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA GARUT – Pelantikan tujuh Kepala Desa Garut hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) dimanfaatkan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, untuk menegaskan sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan di tingkat desa. Dalam arahannya, Bupati meminta para kepala desa yang baru dilantik agar tidak hanya fokus pada administrasi pemerintahan, tetapi juga aktif menangani persoalan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat pelantikan yang berlangsung di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Senin (8/6/2026). Menurut Abdusy Syakur Amin, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kondisi desa sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Ia menilai berbagai persoalan sosial yang masih muncul di Kabupaten Garut membutuhkan keterlibatan langsung pemerintah desa agar solusi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala Desa Garut Diminta Data Anak Putus Sekolah
Salah satu isu yang menjadi perhatian khusus Bupati adalah masih adanya anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Ia meminta para kepala desa melakukan pendataan secara aktif terhadap anak-anak yang putus sekolah di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pemerintah desa harus mengetahui penyebab utama seorang anak tidak bersekolah, baik karena faktor ekonomi, keterbatasan fasilitas, maupun persoalan lainnya.
Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa pemerintah daerah siap membantu mencarikan solusi apabila hambatan yang dihadapi berkaitan dengan perlengkapan sekolah atau biaya pendidikan.
Ia menyebut berbagai program bantuan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), dapat dimanfaatkan untuk membantu anak-anak yang berisiko kehilangan akses pendidikan.
Dengan keterlibatan pemerintah desa, diharapkan semakin banyak anak yang dapat kembali melanjutkan pendidikan dan memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Stunting Garut Jadi Perhatian Pemerintah Desa
Selain pendidikan, persoalan stunting juga menjadi fokus utama yang disampaikan Bupati kepada para kepala desa yang baru dilantik.
Meski angka stunting di Kabupaten Garut menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah tidak ingin upaya pencegahan dan penanganan berhenti begitu saja.
Bupati meminta seluruh kepala desa tetap aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan ibu dan anak, termasuk memastikan program pencegahan stunting berjalan optimal di wilayah masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting harus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat.
Pelantikan PAW Jadi Momentum Perkuat Pembangunan Desa
Pelantikan tujuh kepala desa hasil PAW dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan publik dan pembangunan desa di Kabupaten Garut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan agar para kepala desa tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang muncul di wilayahnya. Ia meminta komunikasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten terus diperkuat agar setiap permasalahan dapat segera ditangani.
Menurut Abdusy Syakur Amin, desa yang maju akan memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah secara keseluruhan. Sebaliknya, apabila desa menghadapi berbagai hambatan pembangunan, maka target pembangunan kabupaten juga akan ikut terpengaruh.
Tujuh kepala desa yang dilantik berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut, yakni Leles, Cibalong, Bayongbong, Balubur Limbangan, Cikajang, dan Pameungpeuk.
Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut berharap para Kepala Desa Garut yang baru dapat menjadi motor penggerak pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta menghadirkan solusi nyata bagi persoalan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. (dh/hs)
- Penulis: adminastakona
