Operasi Patuh Lodaya Tasikmalaya 2026 Bidik Pelanggar ETLE
- account_circle adminastakona
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya Tasikmalaya 2026 akan segera dimulai. Satlantas Polres Tasikmalaya memastikan kegiatan penertiban lalu lintas tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026, dengan fokus utama meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Menjelang pelaksanaan operasi, jajaran kepolisian gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pengendara lebih memahami aturan yang akan menjadi perhatian petugas. Selain mengedepankan edukasi, operasi tahun ini juga akan didominasi penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Didit Permadi, mengatakan seluruh personel telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan operasi secara optimal. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui lebih awal sasaran penindakan agar dapat mempersiapkan kendaraan dan kelengkapan berkendara sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasi Patuh Lodaya Tasikmalaya 2026 Utamakan Tilang Elektronik
Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Lodaya Tasikmalaya 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Berkeselamatan Menjelang Hari Bhayangkara Tahun 2026”.
Melalui operasi ini, kepolisian menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. Penindakan tidak hanya bertujuan memberikan efek jera kepada pelanggar, tetapi juga membangun budaya tertib berkendara yang berkelanjutan.
AKP Didit menjelaskan bahwa sistem ETLE akan menjadi instrumen utama dalam penegakan hukum. Dengan dukungan teknologi tersebut, pelanggaran lalu lintas dapat terpantau secara otomatis melalui kamera yang terintegrasi dengan sistem kepolisian.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena mampu meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam proses penindakan.
Selanjutnya –> Mengapa pelat nomor jadi prioritas?
- Penulis: adminastakona
