Jembatan Cirahong Kembali Makan Korban? Tim SAR Lanjutkan Pencarian
- account_circle adminastakona
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria diduga nekat terjun ke aliran Sungai Citanduy dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Memasuki hari kedua pencarian, Sabtu (23/5/2026), petugas gabungan terus menyisir aliran sungai di sekitar lokasi kejadian hingga ke area hilir. Derasnya arus Sungai Citanduy menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Baca juga: Geger Jembatan Cirahong, Pria Hilang Diduga Terjun ke Citanduy
Operasi pencarian melibatkan unsur BPBD Kota Tasikmalaya, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, BPBD Ciamis, Pos SAR Tasikmalaya, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat.
Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni Aks, mengatakan dugaan korban terjun bermula dari kesaksian warga yang berada di sekitar lokasi.
Seorang pemancing disebut melihat seseorang jatuh ke sungai dari kawasan Jembatan Cirahong, sebelum akhirnya hanyut terbawa arus.
“Informasi awal dari saksi di lapangan menyebut korban terlihat jatuh ke sungai dan langsung terbawa arus. Dugaan itu diperkuat dengan adanya barang-barang yang diduga milik korban tertinggal di sekitar lokasi,” ujarnya.
Jembatan Cirahong Dikenal Rawan
Jembatan Cirahong yang berada di kawasan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, merupakan salah satu penghubung penting antara wilayah Tasikmalaya dan Ciamis.
Namun di balik fungsinya sebagai jalur vital transportasi, lokasi ini juga dikenal memiliki tingkat risiko tinggi karena ketinggiannya serta kondisi arus Sungai Citanduy yang deras.
Setiap insiden di kawasan tersebut kerap menyulitkan proses evakuasi karena medan pencarian cukup berat.
Tim SAR kini memperluas area penyisiran untuk mengantisipasi kemungkinan korban telah terbawa arus cukup jauh dari titik awal kejadian.
Aparat Minta Warga Tak Berkerumun
Selain pencarian, aparat kepolisian dan pemerintah setempat juga melakukan pengamanan di lokasi agar proses operasi berjalan lancar.
Warga diimbau tidak berkerumun di sekitar titik pencarian karena dapat menghambat pergerakan tim di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di kawasan rawan serta kepedulian terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar.
Koordinasi Tim Terus Dilakukan
Di lapangan, proses pencarian berlangsung dengan pengawasan ketat mengingat kondisi medan yang cukup berbahaya.
Tim SAR gabungan tidak hanya menyisir aliran utama Sungai Citanduy menggunakan perahu karet, tetapi juga melakukan pemantauan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk mempercepat pencarian. Sejumlah warga juga tampak memantau dari kejauhan, meski aparat mengimbau agar masyarakat tidak mendekati area operasi demi keselamatan dan kelancaran proses evakuasi.
Jika hingga sore korban belum ditemukan, pencarian kemungkinan akan dilanjutkan dengan perluasan radius penyisiran mengikuti arah arus sungai. (hs)
- Penulis: adminastakona
