Truk Pengangkut Pasir Mulai Diputar Balik, Dishub Tasikmalaya Bertindak
- account_circle adminastakona
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Astakona, BERITA TASIKMALAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait kerusakan jalan penghubung Desa Gunungsari dan Desa Tawangbanteng yang diduga dipicu aktivitas kendaraan berat pengangkut material tambang.
Sehari setelah audiensi antara warga dan pemerintah daerah digelar, Dishub Kabupaten Tasikmalaya langsung menerjunkan petugas ke lapangan pada Selasa (12/5/2026) pagi sebagai langkah awal pengawasan arus kendaraan di jalur tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas ditempatkan di titik strategis Perempatan Cipanas Galunggung, Kampung Nyalindung, yang menjadi akses utama kendaraan pengangkut pasir. Sebanyak tiga personel diterjunkan dengan sistem kerja bergiliran untuk memastikan pengawasan berlangsung sepanjang hari.
Sesi pengawasan dibagi dalam dua jadwal, yakni pukul 07.00 hingga 13.00 WIB dan dilanjutkan pukul 13.00 sampai 18.00 WIB. Kehadiran petugas ini bertujuan membatasi kendaraan besar yang dinilai berpotensi memperparah kerusakan infrastruktur jalan.
Di lokasi, Dishub juga memasang papan larangan yang menegaskan kendaraan dengan lebar lebih dari 2,1 meter tidak diperkenankan melintas di jalur Gunungsari-Cipanas. Kendaraan yang terindikasi melanggar aturan langsung diminta putar balik.
Respons Cepat atas Aspirasi Warga
Langkah cepat ini menjadi jawaban atas desakan masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang rusak akibat tingginya intensitas kendaraan pengangkut material tambang.
Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan warga yang tergabung dalam Forum Antasari saat audiensi dengan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Dalam pertemuan itu, masyarakat menilai upaya pengawasan sebelumnya belum berjalan efektif karena hanya bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan.
Warga menyoroti aktivitas truk pengangkut pasir yang terus melintas meski kondisi jalan mengalami kerusakan cukup parah. Situasi ini memicu kekhawatiran karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat sehari-hari.
Dengan diterjunkannya petugas Dishub Kabupaten Tasikmalaya, warga mulai melihat adanya langkah konkret yang selama ini dinantikan.
Jalan Baru Jangan Sampai Cepat Rusak
Kepala Desa Gunungsari, Susandi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Menurutnya, pengawasan kendaraan berat sangat penting untuk menjaga kualitas jalan yang belum lama dibangun. Ia menilai infrastruktur publik harus dijaga bersama agar anggaran pembangunan tidak terus terkuras untuk perbaikan di lokasi yang sama.
Apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kata dia, pemerintah dan masyarakat perlu memastikan aset publik tetap terawat dan digunakan secara bertanggung jawab.
Karena itu, pihak desa berharap pengawasan tidak berhenti pada langkah sementara semata. Solusi jangka panjang seperti pemasangan portal permanen dinilai perlu dipertimbangkan agar kendaraan yang tidak sesuai ketentuan tidak lagi bebas melintas.
Warga Harap Ada Solusi Permanen
Meski pengawasan mulai dilakukan, masyarakat berharap langkah ini menjadi awal dari kebijakan yang lebih tegas dalam penataan lalu lintas kendaraan berat di kawasan tersebut.
Dishub disebut masih akan melakukan kajian lebih lanjut terkait kemungkinan pemasangan portal permanen dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku.
Kerja sama antara pemerintah daerah, aparat pengawas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar persoalan serupa tidak terus berulang. Penegakan aturan yang konsisten juga diharapkan mampu melindungi infrastruktur jalan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. (df)
- Penulis: adminastakona
